UNIBIUNIBI

ArtComm : Jurnal Komunikasi dan DesainArtComm : Jurnal Komunikasi dan Desain

Komunikasi merupakan alat kontak sosial yang penting dalam membina hubungan antara drg.co-as dengan pasien, yang bertujuan untuk pemulihan pasien. Terciptanya komunikasi terapeutik yang baik akan menciptakan hubungan saling percaya antara drg.co-as dengan pasien. Pasien akan merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan drg.co-as, sehingga meningkatkan semangat dan motivasi pasien untuk melakukan pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses komunikasi terapeutik dan hambatan yang dialami drg.co-as dengan pasien di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjajaran Bandung.

Implementasi komunikasi terapeutik dapat dilakukan tidak hanya oleh dokter gigi, namun sudah diterapkan sejak dini pada drg.Co-as sebagai bentuk pelayanan yang berbasis kepuasan pasien.co-as dalam melakukan proses komunikasi menggunakan komunikasi dua arah, memiliki arti dimana dilibatkan seorang drg.co-as yang dimana agar ada feedback dari pasien.co-as dimulai dengan menerapkan budaya 5S kepada pasien agar mereka merasa dihargai dan dipercayai, ketika pasien memaparkan keluhan atau sekedar konsultasi melalui penyakit gigi dan mulut yang diderita, agar komunikasi terjalin baik dan berkesinambungan.Budaya 5S ini menjadi hal yang menarik bagi pelayanan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UNPAD.Co-as dengan pasien di RSGM UNPAD yakni penggunaan Bahasa, resistan, dan transferens.

Untuk pasien, pembelajaran pengetahuan mengenai komunikasi kesehatan mengenai komunikasi terapeutik yang kini diterapkan drg.co-as semoga berjalan semestinya. Agar pasien tak lagi takut untuk berkunjung atau diobati oleh drg.co-as. Untuk drg.co-as, semoga budaya 5S salam, senyum, sapa, sikap, dan semangat lebih ditingkatkan lagi dalam menjalani tugas untuk menangani pasien. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dampak dari implementasi komunikasi terapeutik pada pasien, khususnya dalam hal peningkatan kepercayaan diri dan motivasi pasien dalam proses pemulihan. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis efektivitas komunikasi terapeutik dalam mengurangi rasa takut dan cemas pasien terhadap prosedur pengobatan gigi dan mulut. Terakhir, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas komunikasi terapeutik yang diterapkan oleh drg.co-as, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti bahasa, resistan, dan transferens yang menjadi hambatan dalam proses komunikasi terapeutik.

Read online
File size94.76 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test