UBUB

Brawijaya Journal of Social ScienceBrawijaya Journal of Social Science

Air tidak hanya memiliki nilai ekologis dan ekonomis, tetapi juga dimensi spiritual dan budaya yang kuat dalam kehidupan masyarakat tradisional. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana nilai kesakralan air dan praktik kearifan lokal di Desa Seloliman, Mojokerto, berkontribusi terhadap pelestarian sumber daya air yang sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual ruwat air, simbolisme angka sakral, serta praktik spiritual-ekologis turun-temurun membentuk sistem pelestarian air yang inklusif dan adaptif terhadap tantangan lingkungan modern. Kesakralan air berperan sebagai etika ekologis yang membatasi eksploitasi, sementara kearifan lokal menawarkan model konservasi berbasis komunitas. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya integrasi nilai budaya dan spiritual secara berkelanjutan, sekaligus merekomendasikan replikasi model serupa di wilayah lain yang memiliki karakteristik ekospiritual serupa.

Penelitian ini menegaskan bahwa kesakralan air dan kearifan lokal memiliki posisi strategis dalam mendukung keberlanjutan sumber daya air dan transformasi menuju ekonomi sirkular berbasis budaya.Studi kasus di Desa Seloliman menunjukkan bahwa praktik ritual seperti ruwat air, serta pemaknaan simbolik terhadap angka sakral dan unsur alam, menciptakan ekosistem sosial yang kuat dalam menjaga keseimbangan ekologis.Nilai-nilai spiritual dan tradisi lokal bukan sekadar warisan budaya, melainkan menjadi instrumen nyata dalam konservasi sumber daya alam.Kesakralan air tidak hanya membentuk norma sosial, tetapi juga menginternalisasi etika ekologis dalam perilaku masyarakat.Lebih dari itu, integrasi antara spiritualitas, nilai simbolik, dan pengelolaan ekologis menunjukkan bahwa sistem kepercayaan tradisional memiliki kesesuaian prinsipil dengan model ekonomi sirkular—yakni dalam penggunaan ulang sumber daya, efisiensi, dan kesinambungan ekosistem.

Berdasarkan analisis, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan indikator keberhasilan integrasi nilai-nilai lokal dalam kebijakan pengelolaan air, serta studi komparatif mengenai efektivitas model konservasi berbasis spiritualitas di berbagai wilayah dengan karakteristik ekologis dan budaya yang berbeda. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana perusahaan air minum dapat berkontribusi secara lebih signifikan dalam pelestarian sumber daya air melalui program CSR yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat lokal dan pemulihan ekosistem. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi potensi pengembangan pariwisata ekospiritual berbasis kearifan lokal sebagai sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat dan sekaligus sebagai sarana edukasi tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas.

  1. Pemenuhan Hak-Hak Anak dalam Kehidupan Pedagang Asongan Anak di Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai |... journal.literasisains.id/index.php/sosmaniora/article/view/3523Pemenuhan Hak Hak Anak dalam Kehidupan Pedagang Asongan Anak di Kecamatan Binjai Kota Kota Binjai journal literasisains index php sosmaniora article view 3523
Read online
File size316.63 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test