MARQCHAINSTITUTEMARQCHAINSTITUTE
Jurnal ICT : Information and Communication TechnologiesJurnal ICT : Information and Communication TechnologiesDalam lanskap logistik modern, pengiriman paket yang tepat waktu menjadi penentu kritis kualitas layanan dan kepuasan pelanggan. Namun, keterlambatan pengiriman yang sering terjadi di Kantor Pos terus menimbulkan tantangan operasional, sebagian besar disebabkan oleh penyebab multifactorial seperti cuaca, jarak, dan inefisiensi penjadwalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor dominan yang mempengaruhi keterlambatan pengiriman menggunakan algoritma pohon keputusan C4.5, metode penambangan data yang kuat yang mampu menangani variabel kategorik dan kontinu sambil menghasilkan aturan keputusan yang dapat ditafsirkan. Penelitian ini memanfaatkan data pengiriman historis dari Kantor Pos, yang mencakup atribut seperti kondisi cuaca, jarak pengiriman, waktu pemesanan, dan jenis paket. Analisis mengungkapkan bahwa kondisi cuaca memiliki informasi gain tertinggi (0.0282430), menunjukkan dampak dominan mereka pada kinerja pengiriman, dan karakteristik paket. Model berhasil menghasilkan 112 aturan keputusan yang memungkinkan manajer untuk memprediksi dan meringankan potensi keterlambatan. Temuan ini menunjukkan efektivitas algoritma C4.5 dalam mengungkap pola kompleks dalam data operasional dan potensinya untuk mendukung pengambilan keputusan yang didorong data dalam manajemen logistik. Implementasi model ini dapat meningkatkan keandalan pengiriman, efisiensi operasional, dan kepercayaan pelanggan, mewakili kemajuan strategis menuju transformasi digital dalam layanan pos.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi algoritma pohon keputusan C4.5 menyediakan model yang efektif dan dapat ditafsirkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keterlambatan pengiriman paket dalam operasi pos.Analisis mengungkapkan bahwa kondisi cuaca dan jarak pengiriman adalah penentu keterlambatan yang paling signifikan, diikuti oleh waktu pemesanan dan jenis paket.Aturan keputusan yang dihasilkan dari model ini menawarkan wawasan tindakan untuk manajemen operasional dengan menekankan kombinasi atribut yang paling mungkin menyebabkan pengiriman terlambat.Wawasan ini tidak hanya berkontribusi pada pengambilan keputusan dan perencanaan strategis yang ditingkatkan, tetapi juga memvalidasi potensi teknik pembelajaran mesin dalam mengoptimalkan efisiensi logistik.Selain itu, model ini mencapai akurasi klasifikasi yang tinggi, mengonfirmasi keandalannya sebagai alat dukungan keputusan prediktif dalam lingkungan pengiriman yang kompleks.Berdasarkan temuan ini, organisasi layanan pos dan perusahaan logistik didorong untuk mengintegrasikan sistem keputusan yang didorong data berdasarkan algoritma seperti C4.5 untuk meningkatkan kinerja pengiriman dan kepuasan pelanggan.Penelitian masa depan harus memperluas dataset dengan memasukkan variabel lingkungan waktu nyata, kepadatan lalu lintas, dan informasi rute dinamis untuk meningkatkan generalisasi model.Studi perbandingan yang melibatkan klasifikasi lanjutan seperti Hutan Acak, Penguatan Gradasi, atau arsitektur Belajar Dalam juga dapat memberikan wawasan berharga tentang trade-off kinerja dan efisiensi komputasi.Dalam praktik, menggabungkan analitik prediktif dengan sistem perutean adaptif dan sistem prakiraan cuaca dapat memungkinkan manajemen logistik yang lebih tangguh dan proaktif dalam jaringan distribusi yang semakin tidak pasti dan dinamis.
Untuk penelitian lanjutan, perlu dipertimbangkan perluasan dataset dengan memasukkan variabel lingkungan waktu nyata, kepadatan lalu lintas, dan informasi rute dinamis untuk meningkatkan generalisasi model. Selain itu, studi perbandingan dengan klasifikasi lanjutan seperti Hutan Acak, Penguatan Gradasi, atau arsitektur Belajar Dalam dapat memberikan wawasan berharga tentang trade-off kinerja dan efisiensi komputasi. Dalam praktik, menggabungkan analitik prediktif dengan sistem perutean adaptif dan sistem prakiraan cuaca dapat memungkinkan manajemen logistik yang lebih tangguh dan proaktif dalam jaringan distribusi yang semakin tidak pasti dan dinamis.
| File size | 347.7 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
FKPTFKPT Pendekatan Research and Development (R&D) digunakan, meliputi studi literatur, perancangan model, implementasi, serta evaluasi performa menggunakan metrikPendekatan Research and Development (R&D) digunakan, meliputi studi literatur, perancangan model, implementasi, serta evaluasi performa menggunakan metrik
NURISNURIS 07%, sedangkan sentimen negatif dengan nilai -20 Sentiment < 0 memiliki nilai 1,43%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat global,07%, sedangkan sentimen negatif dengan nilai -20 Sentiment < 0 memiliki nilai 1,43%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat global,
STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA Pada Option Test dengan menggunakan k-fold cross validation dengan fold sebesar 10 menghasilkan nilai akurasi tertinggi adalah dengan melakukan penangananPada Option Test dengan menggunakan k-fold cross validation dengan fold sebesar 10 menghasilkan nilai akurasi tertinggi adalah dengan melakukan penanganan
UBMUBM Hasil pengujian menunjukkan bahwa model yang dibangun mampu mengklasifikasikan 636 pelanggan (sekitar 63. 8%) sebagai kategori loyal dan 360 pelangganHasil pengujian menunjukkan bahwa model yang dibangun mampu mengklasifikasikan 636 pelanggan (sekitar 63. 8%) sebagai kategori loyal dan 360 pelanggan
NURUL FIKRINURUL FIKRI Hasil menunjukkan bahwa VADER dan TextBlob cenderung menghasilkan sentimen netral dan positif, sedangkan BERT menunjukkan dominasi sentimen negatif sebesarHasil menunjukkan bahwa VADER dan TextBlob cenderung menghasilkan sentimen netral dan positif, sedangkan BERT menunjukkan dominasi sentimen negatif sebesar
STIEBALIKPAPANSTIEBALIKPAPAN Algoritma Apriori digunakan untuk mencari pola belanja konsumen. Analisis data menggunakan Python menghasilkan dua aturan asosiasi: jika membeli hijabAlgoritma Apriori digunakan untuk mencari pola belanja konsumen. Analisis data menggunakan Python menghasilkan dua aturan asosiasi: jika membeli hijab
UBMUBM Persaingan bisnis semakin ketat dengan munculnya banyak startup. Analisis asosiasi digunakan dalam data mining untuk menemukan aturan penggabungan item.Persaingan bisnis semakin ketat dengan munculnya banyak startup. Analisis asosiasi digunakan dalam data mining untuk menemukan aturan penggabungan item.
UMUSLIMUMUSLIM Selama periode 12 bulan penjualan produk-produk dalam Cluster ini memiliki pertumbuhan penjualan yang cukup stabil. Berikutnya adalah Cluster 1 mencakupSelama periode 12 bulan penjualan produk-produk dalam Cluster ini memiliki pertumbuhan penjualan yang cukup stabil. Berikutnya adalah Cluster 1 mencakup
Useful /
STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA Sistem informasi koperasi petani ini memudahkan petugas atau admin dalam mengelola data anggota, data barang, data angsuran atau kredit, data penyimpanan,Sistem informasi koperasi petani ini memudahkan petugas atau admin dalam mengelola data anggota, data barang, data angsuran atau kredit, data penyimpanan,
STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA Augmented Reality (AR) menggabungkan objek maya ke dunia nyata secara real time, menjadikan pembelajaran budaya lebih interaktif. Effect House adalah platformAugmented Reality (AR) menggabungkan objek maya ke dunia nyata secara real time, menjadikan pembelajaran budaya lebih interaktif. Effect House adalah platform
STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA Dengan demikian, penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian budaya dan pengembangan pendidikan interaktif di Indonesia.Dengan demikian, penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian budaya dan pengembangan pendidikan interaktif di Indonesia.
STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA Semua hipotesis yang diajukan terkonfirmasi dengan hubungan signifikan antar variabel, di mana Computer Self Efficacy (CSE), Persepsi Kemudahan (PEOU),Semua hipotesis yang diajukan terkonfirmasi dengan hubungan signifikan antar variabel, di mana Computer Self Efficacy (CSE), Persepsi Kemudahan (PEOU),