STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA

Jurnal Manajamen Informatika JayakartaJurnal Manajamen Informatika Jayakarta

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) pada sebuah kampus menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dengan variabelnya, yaitu Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), Attitude Toward Using (ATU), serta variable tambahan yaitu Computer Self-Efficacy (CSE, Behavioral Intention to Use (BITU), dan Actual System Usage (ASU)). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala Likert (1-5) kepada 70 responden yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan staf administrasi kampus, dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS-4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSE memiliki pengaruh signifikan terhadap PEOU, namun tidak signifikan terhadap PU. PEOU secara positif mempengaruhi PU dan ATU, sedangkan PU mempengaruhi ATU dan BITU. Selanjutnya, BITU terbukti menjadi prediktor kuat bagi ASU, di mana niat untuk menggunakan sistem berkorelasi tinggi dengan tingkat penggunaan aktual SIAKAD. Temuan ini mengonfirmasi validitas model TAM serta menggarisbawahi pentingnya kemudahan penggunaan dan kegunaan sistem dalam meningkatkan penerimaan teknologi oleh pengguna. Implementasi hasil penelitian ini dapat mendorong pengembangan SIAKAD yang lebih user-friendly, disertai dengan pelatihan yang ditargetkan untuk meningkatkan kepercayaan diri pengguna dalam menggunakan teknologi. Studi ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengayaan model TAM dan kontribusi praktis dalam meningkatkan kualitas sistem informasi di lingkungan pendidikan tinggi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) efektif dalam menganalisis penerimaan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD).Semua hipotesis yang diajukan terkonfirmasi dengan hubungan signifikan antar variabel, di mana Computer Self Efficacy (CSE), Persepsi Kemudahan (PEOU), Persepsi manfaat (PU) dan niat penggunaan (BITU), sikap Pengguna (ATU) adalah faktor kunci yang mendorong aktualisasi penggunaan sistem (ASU).Kemampuan Berkomputer / Computer Self Efficacy (CSE) secara langsung memengaruhi kemudahan penggunaan (PEOU) tetapi tidak signifikan terhadap persepsi manfaat (PU).

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi penerimaan SIAKAD, seperti kualitas layanan dukungan teknis atau pengaruh sosial dari rekan sejawat. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan penerimaan SIAKAD di ISTN dengan institusi pendidikan tinggi lainnya untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan umum. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perubahan dalam penerimaan SIAKAD dari waktu ke waktu, terutama setelah adanya pembaruan sistem atau pelatihan pengguna. Penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika penerimaan teknologi dalam konteks pendidikan tinggi dan membantu meningkatkan efektivitas implementasi sistem informasi akademik di masa depan. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan SIAKAD secara komprehensif, institusi pendidikan tinggi dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan penggunaan sistem dan memaksimalkan manfaatnya bagi seluruh komunitas akademik.

  1. ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK KAMPUS ISTN DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL... doi.org/10.52362/jmijayakarta.v5i1.1747ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK KAMPUS ISTN DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL doi 10 52362 jmijayakarta v5i1 1747
Read online
File size568.44 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test