UM SURABAYAUM SURABAYA

AGREGATAGREGAT

Penelitian ini menganalisis tren dan pola perubahan iklim di Kota Bandung berdasarkan data historis 2008-2023. Data cuaca mencakup suhu minimum, maksimum, dan rata-rata harian, kelembaban relatif, curah hujan, serta evapotranspirasi. Analisis menunjukkan kenaikan suhu rata-rata tahunan sebesar 23,5±1,9 °C, dengan suhu maksimum mencapai 29,3±1,6 °C dan minimum 19,9±1,2 °C. Sebaliknya, kelembaban relatif menurun menjadi 76,5±11,5%. Curah hujan tahunan menunjukkan tren penurunan, sementara evapotranspirasi meningkat, menandakan potensi defisit air di masa mendatang. Neraca air bulanan mengidentifikasi defisit terparah sebesar 93,5 mm pada Agustus, sedangkan curah hujan tertinggi terjadi pada November sebesar 342,7 mm. Pada 2008, total curah hujan tercatat 2.033,29 mm, sementara evapotranspirasi 1.515,96 mm. Fenomena La Niña memengaruhi pola musim, memperpanjang musim hujan dan memperpendek musim kemarau. Temuan ini mengindikasikan perubahan iklim nyata di Kota Bandung, dengan ciri utama kenaikan suhu dan defisit air pada bulan-bulan tertentu.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan tren dan pola iklim serta musim nyata terjadi di Kota Bandung, ditandai dengan kenaikan suhu dan penurunan kelembaban relatif.Analisis neraca air menunjukkan potensi defisit air pada bulan-bulan tertentu, terutama Agustus.Studi kasus tahun 2008 menunjukkan adanya pengaruh fenomena La Niña terhadap pola musim, memperpanjang musim hujan dan mengubah durasi musim kemarau.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian di Kota Bandung, khususnya terhadap produktivitas tanaman pangan dan perkebunan. Penelitian ini dapat mengkaji adaptasi petani terhadap perubahan pola curah hujan dan suhu, serta efektivitas berbagai strategi mitigasi yang diterapkan. Kedua, penting untuk mengembangkan model prediksi iklim yang lebih akurat dan resolusi tinggi untuk wilayah Kota Bandung, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lokal seperti topografi dan tutupan lahan. Model ini dapat digunakan untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan kekeringan. Ketiga, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai metode sistem drainase berkelanjutan dalam mengurangi risiko banjir di Kota Bandung, serta untuk mengidentifikasi solusi inovatif yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini dapat melibatkan pemodelan hidrologi dan analisis biaya-manfaat untuk menentukan opsi terbaik.

  1. Estimating Potential Evapotranspiration | Journal of the Irrigation and Drainage Division | Vol 108,... Doi.Org/10.1061/Jrcea4.0001390Estimating Potential Evapotranspiration Journal of the Irrigation and Drainage Division Vol 108 Doi Org 10 1061 Jrcea4 0001390
  2. Dampak Variabilitas Iklim Inter-Annual (El Niño, La Niña) Terhadap Curah Hujan dan Anomali... Doi.Org/10.14710/Buloma.V12i1.48377Dampak Variabilitas Iklim Inter Annual El Niyo La Niya Terhadap Curah Hujan dan Anomali Doi Org 10 14710 Buloma V12i1 48377
  3. Identification of Climate Trends and Patterns in South Sumatra | Agromet. climate trends patterns south... journal.ipb.ac.id/index.php/agromet/article/view/43468Identification of Climate Trends and Patterns in South Sumatra Agromet climate trends patterns south journal ipb ac index php agromet article view 43468
  4. DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KESEHATAN | Scientific Of Environmental Health and Diseases. perubahan... online-journal.unja.ac.id/e-sehad/article/view/13749DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KESEHATAN Scientific Of Environmental Health and Diseases perubahan online journal unja ac e sehad article view 13749
Read online
File size274.77 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test