YAYASANBHZYAYASANBHZ

Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan KeguruanAhsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami kembali tujuan pendidikan Islam dalam perspektif filsafat, khususnya dalam upaya membangun manusia paripurna yang berkarakter holistik. Permasalahan utama penelitian ini adalah kurangnya pemahaman yang menyeluruh mengenai tujuan pendidikan Islam dalam perspektif filsafat, terutama dalam membentuk manusia paripurna yang seimbang dari sisi spiritual, intelektual, dan akhlaknya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kembali bagaimana filsafat memandang tujuan pendidikan Islam dan bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan pada pendidikan masa kini. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji buku-buku dan tulisan para pemikir pendidikan Islam klasik dan modern. Data diperoleh dari pemikiran tokoh seperti Al-Ghazali, Ibn Miskawayh, serta Syed Muhammad Naquib al-Attas, ditambah dengan literatur pendidikan terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Islam pada dasarnya adalah membentuk manusia yang baik, berilmu, berakhlak, dan mampu menjalani kehidupan berdasarkan nilai-nilai keislaman. Pendidikan menekankan tidak hanya pengetahuan, tetapi juga pengembangan jiwa, karakter, dan penguatan keimanan.

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam dalam perspektif filsafat bertujuan untuk membentuk manusia secara utuh (insan kamil), yang mengintegrasikan dimensi jasmani, akal, dan rohani.Filsafat pendidikan Islam memberikan landasan konseptual yang mendalam untuk memahami hakikat manusia, nilai, dan tujuan penciptaannya, sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas.Konsep manusia paripurna menekankan keseimbangan antara intelektual, moral, dan spiritual, sehingga individu mampu mengaktualisasikan potensi dirinya secara menyeluruh dan hidup sesuai dengan misi penciptaannya sebagai hamba dan khalifah Allah.Dalam konteks modern, prinsip-prinsip pendidikan Islam tetap relevan untuk membimbing manusia agar cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat, dengan selalu menjadikan nilai-nilai religius sebagai pedoman utama.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan kajian mendalam mengenai implementasi konsep insan kamil dalam kurikulum pendidikan Islam modern. Bagaimana cara mengintegrasikan dimensi jasmani, akal, dan rohani dalam pembelajaran sehari-hari? Apakah ada metode atau strategi khusus yang dapat diterapkan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang utuh? Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada peran pendidik dalam mewujudkan insan kamil. Bagaimana cara pendidik memfasilitasi perkembangan spiritual, intelektual, dan moral peserta didik? Apakah ada pendekatan khusus yang dapat diterapkan untuk mencapai keseimbangan antara aspek-aspek tersebut? Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi tantangan dan hambatan dalam mewujudkan insan kamil dalam pendidikan Islam modern, serta mencari solusi inovatif untuk mengatasi tantangan tersebut.

  1. TUJUAN HIDUP SEBAGAI TUJUAN PENDIDIKAN | Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia. hidup pendidikan... doi.org/10.31004/jpion.v1i2.84TUJUAN HIDUP SEBAGAI TUJUAN PENDIDIKAN Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia hidup pendidikan doi 10 31004 jpion v1i2 84
Read online
File size414.42 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test