IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama IslamJurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) memegang posisi sentral dalam membentuk fondasi keimanan dan karakter terpuji anak sejak usia dasar. Namun, transformasi nilai dari ruang kelas menuju pembiasaan dalam kehidupan nyata kerap tidak konsisten, menciptakan kesenjangan antara moral knowing dan moral action. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi siswa kelas 4 MDT terhadap penerapan nilai-nilai Akidah Akhlak dalam kehidupan sehari-hari, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menganalisis implikasinya bagi pembentukan karakter.

Pertama, siswa kelas 4 MDTA Nurul Iman secara keseluruhan memiliki persepsi yang sangat positif terhadap nilai-nilai Akidah Akhlak, dengan 85,7% memaknainya sebagai kebutuhan hidup yang genuine.Kedua, terdapat variasi konsistensi penerapan yang berbanding lurus dengan tingkat pengawasan eksternal, di mana nilai-nilai yang terkondisikan oleh pembiasaan terstruktur di madrasah, seperti hormat kepada ustadz/ah (89,3%), lebih konsisten dibandingkan nilai yang membutuhkan otonomi internal di rumah, seperti kemandirian shalat (78,5%) dan kejujuran (82,2%), yang menunjukkan bahwa proses internalisasi masih berada pada tahap compliance menuju internalization sejati.Ketiga, terdapat empat faktor utama yang membentuk persepsi dan penerapan nilai, yaitu keteladanan ustadz/ustadzah, sistem pembiasaan harian yang terstruktur, dukungan aktif keluarga, serta paparan media digital sebagai faktor penghambat.Keempat, kunci keberhasilan pendidikan akidah akhlak di MDTA terletak pada kekuatan sinergi tripusat pendidikan, yaitu madrasah, keluarga, dan komunitas teman sebaya yang saling menguatkan dalam menanamkan nilai kebaikan.

Untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan internalisasi nilai, disarankan bagi ustadz/ustadzah untuk mengembangkan metode storytelling kisah keteladanan Nabi dan sahabat yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak, simulasi role-play skenario akhlak, serta proyek amal harian (daily good deeds project), dengan penekanan pada pengembangan moral feeling melalui pendekatan emosional dan spiritual, tidak hanya moral knowing melalui hafalan, serta mengintegrasikan literasi media Islam agar siswa mampu berpikir kritis terhadap konten digital. Bagi pengelola MDT, disarankan untuk mengembangkan program kemitraan terstruktur dengan orang tua melalui forum parenting Islami bulanan serta optimalisasi jurnal pembiasaan siswa sebagai media komunikasi antara madrasah dan keluarga. Sementara itu, bagi penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengkaji efektivitas model structured Islamic parenting dalam memperkuat konsistensi nilai privat seperti shalat mandiri dan kejujuran pada siswa MDT, serta melakukan penelitian longitudinal untuk merekam perkembangan internalisasi nilai dari kelas 4 hingga kelas 6.

  1. Pengaruh Pendekatan Saintifik Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan... doi.org/10.37968/masagi.v2i1.404Pengaruh Pendekatan Saintifik Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan doi 10 37968 masagi v2i1 404
  2. STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR NEGERI BANTUIL 1 MARABAHAN | ADDABANA:... doi.org/10.47732/adb.v2i2.121STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR NEGERI BANTUIL 1 MARABAHAN ADDABANA doi 10 47732 adb v2i2 121
  3. Persepsi Siswa Kelas 4 Madrasah Diniyah terhadap Penerapan Nilai-Nilai Akidah Akhlak dalam Kehidupan... doi.org/10.59841/miftahulilmi.v3i2.452Persepsi Siswa Kelas 4 Madrasah Diniyah terhadap Penerapan Nilai Nilai Akidah Akhlak dalam Kehidupan doi 10 59841 miftahulilmi v3i2 452
Read online
File size286.8 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test