ITYITY

Environmental Insight JournalEnvironmental Insight Journal

Kawasan Titik Nol adalah kawasan yang sangat penting dan strategis bagi Kota Yogyakarta. Kawasan tersebut menjadi sentra perekonomian, destinasi wisata, cagar budaya, serta kawasan pendidikan. Tingginya intensitas kegiatan termasuk besarnya kunjungan wisatawan juga membawa dampak negatif bagi lingkungan Kawasan Titik Nol, dan salah satunya adalah pencemaran udara. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pencemaran udara, khususnya konsentrasi SO2 dan memprediksi sebaran konsentrasi SO2 di daerah ini menggunakan software AERMOD. AERMOD merupakan model dispersi spasial kualitas udara. Sampel udara diambil menggunakan midged impinger. Pengaruh kecepatan angin, kelembaban, suhu terhadap konsentrasi SO2 dianalisis dan kemudian dimodelkan. Hasil penelitian kualitas udara melebihi ambang batas baku mutu yang ditentukan oleh Pemerintah. Hasil SO2 pada hari pertama di titik-titik sampel adalah 879,9 µg/m3 (titik A), 903,9 µg/m3 (titik B dan C) dan pada pengambilan sampel hari kedua sebesar 849,6 µg/m3 (titik A), 755,9 µg/m3 (titik B), 778,8 µg/m3 (titik C), 774,5 µg/m3 (titik D). Prediksi Sebaran SO2 di Yogyakarta menggunakan software AERMOD dan hasil dari windrose sejauh 100 m sampai dengan 600 m ke arah timur dari sumber polutan.

Tingkat pencemaran SO2 di ambien sekitar Titik Nol Yogyakarta melebihi ambang batas baku mutu yang telah ditentukan oleh Pemerintah.Perhitungan jumlah kendaraan bermotor atau frekuensi yang paling tinggi pada satu titik pengamatan tidak selalu menghasilkan laju emisi tahunan yang paling tinggi juga karena penentuan laju emisi tidak hanya ditentukan oleh frekuensi jumlah kendaraan tetapi juga faktor emisi dari masing-masing jenis kendaraan bermotor.Berdasarkan pemodelan menggunakan software AERMOD dan windrose, polutan SO2 diprediksi menyebar sejauh 100 m sampai dengan 600 m ke arah timur dari sumber emisi karena mengikuti jalur jalan yang ada karena ada penghalang di sisi utara dan selatan berupa bangunan/gedung.

Penelitian lanjutan dapat diarahkan untuk menjawab beberapa pertanyaan penting. Pertama, bagaimana pola variasi konsentrasi SO₂ di Kawasan Titik Nol selama periode yang lebih panjang, misalnya selama setahun penuh, dan apakah terdapat pola musiman yang memengaruhi tingkat pencemaran? Kedua, apa pengaruh penerapan kebijakan pengendalian lalu lintas, seperti pembatasan kendaraan berbahan bakar solar atau peningkatan transportasi umum, terhadap penurunan beban emisi SO₂ dan penyebaran polutan di area tersebut? Ketiga, bagaimana akurasi model AERMOD dibandingkan dengan model dispersi lainnya, seperti CALPUFF atau CFD berbasis CFD, ketika menggunakan data meteorologi beresolusi tinggi dan topografi rinci, serta apakah integrasi model tersebut dapat meningkatkan prediksi konsentrasi SO₂ pada jarak yang lebih jauh dari sumber? Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang dinamika pencemaran udara, mendukung perencanaan kebijakan lingkungan yang lebih efektif, serta meningkatkan keandalan model prediksi yang digunakan oleh pihak berwenang.

  1. Pemodelan Sebaran SO2 Menggunakan Software AERMOD Di Sekitar Titik Nol Yogyakarta | Environmental Insight... doi.org/10.37412/eij.v2i1.343Pemodelan Sebaran SO2 Menggunakan Software AERMOD Di Sekitar Titik Nol Yogyakarta Environmental Insight doi 10 37412 eij v2i1 343
Read online
File size1.08 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test