IKHAFIIKHAFI

JPMTT (Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Terbarukan)JPMTT (Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Terbarukan)

Objek wisata religi miniatur Kabah di Desa Campurdarat diposisikan sebagai aset fisik yang bernilai edukatif dan spiritual namun belum terintegrasi secara optimal dalam ekosistem digital. Pendampingan ini bertujuan untuk mengidentifikasi aset wisata religi, menerapkan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) berbasis teknologi informasi, serta menganalisis dampaknya terhadap visibilitas objek wisata. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kuesioner terhadap 38 responden menunjukkan bahwa 68,42% setuju visibilitas digital berpengaruh langsung terhadap daya tarik wisata religi. Kesimpulannya, pendampingan berbasis komunitas melalui penguatan promosi digital dan literasi teknologi sangat mendesak untuk menjamin keberlanjutan wisata religi secara mandiri.

Kondisi awal menunjukkan bahwa miniatur Kabah sebagai aset fisik telah dimanfaatkan untuk praktik manasik, tetapi fungsinya masih terbatas pada aktivitas lokal dan belum didukung oleh narasi edukatif maupun promosi yang luas.Aset sosial seperti pengelola, pemuda, institusi pendidikan, dan kelompok keagamaan telah ada, namun kolaborasinya belum terstruktur dalam satu ekosistem wisata yang terintegrasi, sementara aset digital juga masih terbatas karena belum tersedia platform resmi yang mendukung visibilitas daring.Penerapan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang dipadukan dengan teknologi informasi kemudian mampu mengidentifikasi dan menguatkan aset komunitas secara partisipatif serta menghadirkan infrastruktur digital berupa website dan media sosial yang menghubungkan aset fisik dan sosial.Intervensi ini meningkatkan visibilitas wisata melalui konten edukatif, profil objek wisata, dan informasi kegiatan yang dapat diakses secara luas, sekaligus menghasilkan nilai tambah pada aspek edukatif, sosial, dan promosi.Pemanfaatan teknologi tetap berada di bawah kendali komunitas sehingga memperkuat rasa kepemilikan, kemandirian pengelola, dan keberlanjutan pengembangan wisata religi berbasis komunitas.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, mengeksplorasi dampak jangka panjang dari penerapan pendekatan ABCD dan teknologi informasi dalam pengembangan wisata religi berbasis komunitas. Studi ini dapat menilai keberlanjutan dan dampak sosial-ekonomi dari intervensi tersebut, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul dalam prosesnya. Kedua, melakukan penelitian komparatif antara berbagai destinasi wisata religi yang telah menerapkan pendekatan ABCD dan teknologi informasi, untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan keberlanjutan pengembangan wisata religi. Ketiga, mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan untuk wisata religi berbasis komunitas, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti manajemen keuangan, pemasaran, dan keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan destinasi wisata.

  1. Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mendukung Pengembangan Desa Padabeunghar Menjadi Desa Penyangga Wisata... doi.org/10.24235/dimasejati.v4i1.10819Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mendukung Pengembangan Desa Padabeunghar Menjadi Desa Penyangga Wisata doi 10 24235 dimasejati v4i1 10819
  2. Journal of Public Sector Innovations. membingkai konsep pariwisata community based tourism review literatur... doi.org/10.26740/jpsi.v3n2.p50-56Journal of Public Sector Innovations membingkai konsep pariwisata community based tourism review literatur doi 10 26740 jpsi v3n2 p50 56
Read online
File size523.4 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test