UNIRA MALANGUNIRA MALANG

Journal of Governance InnovationJournal of Governance Innovation

Bencana alam merupakan hal yang banyak terjadi di Indonesia. Pengelolaan bencana di kawasan pariwisata diperlukan perencanaan dan sinergi pemerintah dari tingkat nasional hingga daerah. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif Nomor 9 tahun 2021 tentang pedoman destinasi wisata berkelanjutan menyebutkan bahwa standar pengelolaan berkelanjutan pada destinasi harus memiliki rencana-rencana penanggulangan risiko, pengelolaan krisis, dan tanggap darurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah inovasi digital dalam pelaksanaan manajemen bencana di kawasan pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data dokumentasi. Dokumentasi yang dikumpulkan bersumber dari artikel yang sudah terpublikasi di jurnal internasional bereputasi scopus. Semua data yang telah terkumpul kemudian dianalisis data dengan menggunakan bantuan alat analisis yaitu vosviewer. Studi ini menyoroti pentingnya pengambilan keputusan berbasis data, inovasi, dan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan dalam mengembangkan produk dan layanan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Ini juga menekankan perlunya model bisnis yang kompetitif, kepemimpinan digital yang efektif, strategi transformasi digital yang komprehensif, dan manajemen tenaga kerja yang efisien.

Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi digital menjadi faktor penting dalam manajemen bencana dan pengembangan pariwisata pada wilayah rawan bencana di Indonesia.Implementasi teknologi digital, termasuk analisis berbasis data, kepemimpinan digital, serta integrasi Internet of Things dan kecerdasan buatan, dapat meningkatkan pengambilan keputusan, efisiensi operasional, dan keberlanjutan lingkungan.Oleh karena itu, diperlukan kerangka kerja terpadu yang menggabungkan transformasi digital, strategi mitigasi bencana, dan kolaborasi publik‑swasta untuk memperkuat kesiapsiagaan dan daya saing sektor pariwisata.

Saran penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, bagaimana penerapan sistem peringatan dini berbasis Internet of Things (IoT) dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan respons pada destinasi wisata yang rawan bencana? Kedua, sejauh mana model prediktif berbasis kecerdasan buatan dapat memperkirakan tingkat risiko bencana dan membantu perencanaan strategis bagi pelaku industri pariwisata? Ketiga, bagaimana mekanisme kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal dalam mengembangkan kerangka kerja digital untuk manajemen bencana yang berkelanjutan di kawasan pariwisata? Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris tentang efektivitas teknologi digital, memperjelas faktor-faktor kunci keberhasilan implementasi, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang praktis untuk meningkatkan daya tahan sektor pariwisata terhadap dampak bencana alam. Dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif, studi lanjutan dapat menguji hipotesis terkait adopsi inovasi digital dan mengidentifikasi hambatan serta peluang yang ada.

  1. NHESS - Monitoring of the reconstruction process in a high mountainous area affected by a major earthquake... doi.org/10.5194/nhess-20-1163-2020NHESS Monitoring of the reconstruction process in a high mountainous area affected by a major earthquake doi 10 5194 nhess 20 1163 2020
  2. Visiting Jogja: Sebuah Inovasi Digital Daerah Sebagai Media Promosi Pariwisata | NeoRespublica : Jurnal... doi.org/10.52423/neores.v5i1.186Visiting Jogja Sebuah Inovasi Digital Daerah Sebagai Media Promosi Pariwisata NeoRespublica Jurnal doi 10 52423 neores v5i1 186
Read online
File size1.07 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test