UNRAMUNRAM

Jurnal Rimba LestariJurnal Rimba Lestari

Taman KEHATI PT Tirta Investama Cisalak Kabupaten Subang memiliki luas ±5,800 hektar yang memiliki manfaat bagi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Taman KEHATI merupakan salah satu upaya dalam mendukung target Nationally Determined Contribution Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim berupa menambah tutupan lahan tumbuhan khususnya tumbuhan pada tingkatan pohon. Tumbuhan tingkatan pohon dengan umur yang muda dapat meningkatkan stok karbon dalam biomassa. Tegakan yang memiliki umur yang muda dapat menyerap karbon lebih banyak daripada tegakan umur tua. Perubahan iklim dapat menyebabkan bencana alam yaitu longsor. Bencana longsor yang terjadi di areal kerja dapat menyebabkan kehilangan stok karbon. Pengambilan data dilakukan secara sensus dengan menginventarisasi diameter setinggi dada dan tinggi total. Analisis data pada volume pohon berdiri menggunakan berat jenis 0,507 dan biomass expansion factor 1,33. Penelitian potensi karbon pada Acacia mangium untuk mengetahui potensi karbon pada Taman KEHATI yang dilakukan secara sensus serta mengetahui serapan CO2. Acacia mangium merupakan tumbuhan invasif yang dapat tumbuh di lahan kritis dan lahan marjinal serta memiliki pertumbuhan yang cepat sehingga dapat dijadikan salah satu jenis untuk kegiatan penanaman di lahan pasca bencana longsor. Hasil penelitian biomassa karbon di atas permukaan tanah pada satuan per hektar yaitu 1,690 ton/ha, serapan karbon sebesar 0,794 ton/ha, serta serapan CO2 sebesar 2,912 ton/ha.

Penelitian di Taman KEHATI PT Tirta Investama Cisalak Kabupaten Subang menemukan 27 pohon Acacia mangium dengan rata-rata tinggi 10,393 m dan diameter 0,293 m.Biomassa karbon di atas permukaan tanah mencapai 1,690 ton/ha, serapan karbon sebesar 0,794 ton/ha, serta serapan CO2 sebesar 2,912 ton/ha.Tegakan muda Acacia mangium berpotensi tinggi dalam menyerap karbon dan mendukung mitigasi perubahan iklim.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang perubahan potensi cadangan karbon di Taman KEHATI setelah terjadinya bencana longsor, untuk mengetahui seberapa besar kehilangan stok karbon dan bagaimana pemulihan ekosistem dapat dioptimalkan. Kedua, perlu dikaji potensi pertumbuhan dan serapan karbon Acacia mangium dibandingkan jenis pohon lokal lainnya dalam kondisi lahan pasca-longsor, agar dapat ditentukan spesies yang paling efektif dalam restorasi lahan dan penyerapan karbon. Ketiga, perlu diteliti penerapan teknik silvikultur tertentu seperti jarak tanam, pemupukan alami, atau campuran jenis tanaman terhadap peningkatan pertumbuhan dan akumulasi biomassa Acacia mangium di area terbuka akibat longsor, guna merancang strategi rehabilitasi hutan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Ketiga saran ini saling melengkapi untuk memahami dinamika ekosistem pasca-bencana dan mengembangkan model restorasi berbasis data ilmiah yang dapat direplikasi di wilayah rawan longsor lainnya di Indonesia.

  1. Radware Bot Manager Captcha. radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/976/1/012057Radware Bot Manager Captcha radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human iopscience iop article 10 1088 1755 1315 976 1 012057
Read online
File size769.6 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test