UNRAMUNRAM

Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment (Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia)Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment (Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia)

Penyuluhan pengembangan budidaya kepiting bakau berbasis digitalisasi di Desa Cendi Manik, Kabupaten Lombok Barat, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya kepiting bakau dengan memanfaatkan teknologi digital. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi besar daerah tersebut dalam budidaya kepiting bakau, namun masih minimnya pemahaman dan penerapan teknologi modern dalam proses budidaya. Metode penyuluhan yang digunakan meliputi ceramah, pelatihan langsung, dan penggunaan aplikasi digital yang membantu dalam monitoring dan manajemen budidaya. Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta terkait teknik budidaya kepiting bakau serta kemampuan menggunakan teknologi digital untuk mendukung aktivitas budidaya. Diharapkan, melalui program ini, kesejahteraan masyarakat Desa Cendi Manik dapat meningkat seiring dengan produktivitas budidaya kepiting bakau yang lebih optimal.

Penyuluhan pengembangan budidaya kepiting bakau berbasis digitalisasi di Desa Cendi Manik telah berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan produktivitas masyarakat setempat.Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan optimasi budidaya yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.Dukungan dan pendampingan berkelanjutan sangat penting untuk menjamin keberhasilan program dalam jangka panjang.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas integrasi Internet of Things (IoT) dan panel surya dalam skala berbeda-beda sesuai ukuran usaha budidaya kepiting bakau berbasis apartemen dan RAS, mengingat investasi awal yang besar namun berpotensi menekan biaya operasional jangka panjang. Kedua, penting untuk mengkaji model pendampingan berkelanjutan yang paling efektif dalam membantu petani mengadopsi dan mempertahankan penggunaan teknologi digital, termasuk pelatihan berkala dan pembentukan komunitas petani digital. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang sistem monitoring terpadu berbasis aplikasi mobile yang dapat diakses secara offline dan dirancang khusus untuk daerah dengan keterbatasan koneksi internet, agar petani tetap dapat mencatat data dan menganalisis kinerja budidaya secara mandiri meski tanpa akses internet stabil. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi upaya digitalisasi dengan pendekatan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan nyata petani.

Read online
File size608.39 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test