IWIIWI

jurnal widyaiswara indonesiajurnal widyaiswara indonesia

Pengendalian karhutla (integrated landscape management) merupakan metode yang paling efektif dalam mengurangi jumlah kejadian karhutla. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang mengintegrasikan peran pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemegang izin konsesi pengelola lahan gambut, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan pengelola gambut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu upaya pencegahan karhutla adalah dengan mempertahankan tinggi muka air tanah maksimum 40 centimeter, membuat kanal dan sekat kanal yang mengikuti kontur, melakukan sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar, serta memberikan insentif pemanfaatan kayu dari lahan masyarakat untuk diversifikasi produk pertanian. Diversifikasi produk berupa pembuatan cuka kayu, budidaya jamur, pupuk kompos, usaha perikanan, dan peternakan akan dapat mengurangi pembukaan lahan dengan cara membakar. Dengan upaya tersebut, luas karhutla tahun 2019 yang mencapai 13.56,00 ha, menurun drastis pada tahun 2020 menjadi 292,79 ha. Model pengelolaan terpadu ini menjadi solusi permanen dalam pengendalian karhutla. Selain itu dapat juga digunakan untuk bahan diseminasi kepada masyarakat luas dan para pemilik konsesi serta dapat juga digunakan sebagai bahan penyusunan kurikulum pelatihan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu pejabat Pengendali Ekosistem Hutan, Polisi Hutan, Penyuluh Kehutanan dan non ASN terutama anggota Manggala Agni.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan bentang alam secara terpadu (integrated landscape management) merupakan metode efektif dalam pengendalian karhutla.Pemegang izin konsesi perlu mempertahankan tinggi muka air gambut maksimal 40 cm dan membuat sekat kanal mengikuti kontur lahan.Dukungan stakeholder kepada masyarakat melalui CSR terkait pembersihan lahan tanpa bakar dan diversifikasi produk pertanian juga krusial dalam upaya pencegahan karhutla.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas berbagai jenis sekat kanal terhadap pengendalian kebakaran lahan gambut, dengan mempertimbangkan faktor hidrologi dan karakteristik lahan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model insentif ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar kawasan hutan, agar mereka semakin termotivasi untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Ketiga, penting untuk mengkaji peran teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) dalam memantau kondisi lahan secara real-time dan memberikan peringatan dini kebakaran, serta mengintegrasikannya dengan sistem pelaporan dan respons yang cepat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pengendalian karhutla secara komprehensif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Read online
File size647.18 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test