UNJUNJ

Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan SeniProsiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni

Kegiatan pengabdian masyarakat multi‑tahun ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa yang menjadikan desa tersebut sebagai salah satu destinasi wisata edukasi. Oleh karena itu, analisis kebutuhan dilakukan pada tahun pertama. Sebagai bagian dari analisis kebutuhan, makalah ini bertujuan mengungkap persepsi para pemangku kepentingan terhadap pendirian kampung bahasa di Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Desa Cisaat, Ciater, Subang sebagai desa binaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memiliki potensi besar untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, pariwisata, serta budaya dan seni. Pendirian kampung bahasa memerlukan banyak aspek, di antaranya potensi desa dan persepsi pemangku kepentingan. Wawancara dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai pihak mengenai potensi, persiapan, dan model kampung bahasa. Hasil data menunjukkan bahwa para warga menyambut baik pendirian kampung bahasa di Desa Cisaat, Ciater, Subang, yang dapat meningkatkan pemberdayaan dan pembangunan komunitas. Selain itu, mereka sangat termotivasi untuk mempelajari bahasa asing karena menyadari pentingnya keterampilan berbahasa.

Penelitian ini mengkaji persepsi pemangku kepentingan mengenai pemberdayaan masyarakat untuk pendirian kampung bahasa di Desa Cisaat, mengidentifikasi aspek penting seperti istilah, konsep, dan sosialisasi serta menekankan potensi alam, sumber daya manusia, dan budaya desa sebagai faktor pendukung.keberhasilan implementasi memerlukan kesiapan sumber daya manusia, khususnya kemampuan bahasa asing, serta kerjasama pelatihan berkelanjutan dengan UNJ dan industri, sambil mempertimbangkan digitalisasi dan integrasi komponen pariwisata.dua model yang diprioritaskan, yaitu kampung berikon dan kampung terintegrasi, diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan komunitas, promosi pariwisata, dan manfaat ekonomi bagi desa.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana integrasi teknologi digital mempengaruhi hasil pembelajaran bahasa di kampung bahasa, dengan menguji platform e‑learning dan aplikasi seluler dalam konteks pedesaan; selanjutnya, evaluasi model pelatihan berkelanjutan yang melibatkan mahasiswa universitas sebagai trainer dapat memberikan insight mengenai peningkatan keterampilan bahasa asing masyarakat lokal serta dampaknya terhadap keberlanjutan program; terakhir, perbandingan dampak sosial‑ekonomi antara model kampung berikon dan kampung terintegrasi dapat mengungkap strategi optimal untuk pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pariwisata, sehingga memberikan pedoman kebijakan bagi pemangku kepentingan dalam merancang kampung bahasa yang efektif.

  1. Optimization of Community Empowerment Through Improving the Potential of the Community in The New Normal... doi.org/10.29037/digitalpress.46375Optimization of Community Empowerment Through Improving the Potential of the Community in The New Normal doi 10 29037 digitalpress 46375
Read online
File size293.37 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test