POLBENGPOLBENG

Jurnal TeKLAJurnal TeKLA

Keterlambatan proyek konstruksi merupakan permasalahan umum yang berdampak pada kinerja waktu, biaya, mutu, serta hubungan antar pemangku kepentingan. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji penyebab keterlambatan proyek konstruksi, hasilnya masih bersifat parsial dan belum memberikan gambaran pola penyebab secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor dominan penyebab keterlambatan proyek konstruksi dan menganalisis kecenderungan kemunculannya berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 25 artikel ilmiah yang relevan dari Indonesia dan negara berkembang lainnya. Data dikumpulkan melalui basis data Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan ResearchGate, kemudian dianalisis menggunakan content analysis dengan pengelompokan faktor ke dalam lima kategori utama, yaitu manajerial, keuangan, teknis, sumber daya, dan eksternal, serta perhitungan frekuensi kemunculan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manajerial merupakan penyebab keterlambatan yang paling dominan, diikuti oleh faktor keuangan dan teknis. Temuan ini menegaskan bahwa keterlambatan proyek konstruksi terutama berkaitan dengan kelemahan dalam perencanaan, koordinasi, pengendalian waktu, dan pengelolaan biaya proyek.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlambatan proyek konstruksi dipengaruhi oleh lima kategori faktor utama, yaitu manajerial, keuangan, teknis, sumber daya, dan eksternal.Faktor manajerial terbukti menjadi penyebab dominan, menunjukkan pentingnya perencanaan, koordinasi, dan pengendalian proyek yang efektif.Temuan ini menegaskan bahwa permasalahan keterlambatan proyek konstruksi terutama berkaitan dengan kelemahan dalam pengelolaan proyek secara keseluruhan.Oleh karena itu, penguatan aspek manajerial, disertai pembagian peran yang jelas antar pemangku kepentingan, menjadi kunci utama dalam pengembangan strategi mitigasi untuk menekan keterlambatan proyek konstruksi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap efektivitas manajemen proyek konstruksi, khususnya dalam konteks mitigasi risiko keterlambatan. Kedua, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai metode dan teknik manajemen proyek yang diterapkan di berbagai negara, dengan mempertimbangkan perbedaan konteks sosial, ekonomi, dan regulasi. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediktif yang mampu mengidentifikasi potensi keterlambatan proyek konstruksi berdasarkan data historis dan variabel-variabel kunci, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih proaktif dan terinformasi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kinerja proyek konstruksi dan mengurangi risiko keterlambatan, serta memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan di industri konstruksi.

Read online
File size679.83 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test