POLBENGPOLBENG
Jurnal TeKLAJurnal TeKLAPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan pondasi tiang bore pile dan tiang pancang pada gedung lima lantai dengan menggunakan data N-SPT. Hasil analysis menunjukkan bahwa pondasi tiang bore pile memiliki kinerja yang lebih baik dalam hal stabilitas dan bearing capacity di tanah lempung. Di sisi lain, pondasi tiang pancang menawarkan keuntungan dari segi biaya pelaksanaan yang lebih rendah dan waktu pemasangan yang lebih singkat. Analysis beban vertikal dilakukan untuk menentukan beban maksimum yang harus ditahan oleh pondasi. Kapasitas daya dukung tiang bor dihitung dengan menggunakan metode Resse & Wright, ONeil dan Reese untuk bore pile, serta metode Mayerhoff dan US Army Corps untuk tiang pancang. Analysis dengan menggunakan software Robot Structural Analysis Professional menunjukkan gaya vertikal maksimum sebesar 217,457 ton. Dari perhitungan daya dukung yang dilakukan berdasarkan data N-SPT pada titik BH-1 pada kedalaman 10 m dan 14 m, diperoleh nilai kapasitas dukung ultimit: untuk pondasi bore pile, kedalaman 10 m (diameter 0,5 m: 88,09 ton; 0,6 m: 109,95 ton; 0,8 m: 157,89 ton) dan kedalaman 14 m (0,5 m: 125,364 ton; 0,6 m: 154,69 ton; 0,8 m: 217,63 ton). Sementara itu, untuk pondasi tiang pancang, kapasitas dukung ultimit pada kedalaman 10 m (0,5 m: 190,671 ton; 0,6 m: 263,193 ton; 0,8 m: 442,625 ton) dan pada kedalaman 14 m (0,5 m: 293,476 ton; 0,6 m: 403,314 ton; 0,8 m: 662,134 ton), menunjukkan bahwa daya dukung ultimit tiang pancang lebih tinggi dibandingkan tiang bore pile.
Dari perhitungan dan pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa daya dukung tiang pancang lebih besar dari daya dukung tiang bore pile.Tiang pancang memiliki daya dukung yang lebih besar dibandingkan dengan bore pile, sejalan dengan penelitian sebelumnya.Tiang pancang lebih efektif pada tanah keras atau kedalaman lebih besar, sementara bore pile cenderung memiliki kapasitas dukung lebih rendah.Peningkatan diameter pada tiang pancang juga meningkatkan kapasitas dukungnya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini, seperti Reese & Wright dan ONeil & Reese, terbukti memberikan hasil yang konsisten dan dapat diandalkan.Secara keseluruhan, penelitian ini menguatkan bahwa tiang pancang lebih unggul dalam hal kapasitas dukung dan efisiensi pada kondisi tertentu.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis perbandingan antara pondasi tiang pancang dan pondasi bore pile pada gedung dengan jumlah lantai yang lebih tinggi, misalnya gedung 10 lantai atau lebih. Selain itu, dapat juga dilakukan analisis perbandingan antara kedua jenis pondasi tersebut pada tanah dengan karakteristik yang berbeda, seperti tanah lempung dengan kadar air yang tinggi atau tanah pasir dengan kandungan batu yang tinggi. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada optimasi desain pondasi tiang pancang dan bore pile dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya, waktu pelaksanaan, dan kinerja struktur. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam bidang teknik sipil dan konstruksi.
| File size | 417.33 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
POLNAMPOLNAM Berdasarkan peta geologi regional, area penelitian terdiri dari tiga formasi geologi yang menunjukkan potensi akumulasi pasir kuarsa. Observasi geomorfologiBerdasarkan peta geologi regional, area penelitian terdiri dari tiga formasi geologi yang menunjukkan potensi akumulasi pasir kuarsa. Observasi geomorfologi
POLNAMPOLNAM 5 rpm dibandingkan dengan kontroler PID konvensional. Pengujian performa tracking menghasilkan error RMS sebesar 3. 2 rpm untuk referensi sinusoidal, dan5 rpm dibandingkan dengan kontroler PID konvensional. Pengujian performa tracking menghasilkan error RMS sebesar 3. 2 rpm untuk referensi sinusoidal, dan
POLNAMPOLNAM Pola temporal menunjukkan variasi musiman yang sistematis, memerlukan pertimbangan dalam pemeliharaan dan optimasi sistem. Temuan ini memberikan dasarPola temporal menunjukkan variasi musiman yang sistematis, memerlukan pertimbangan dalam pemeliharaan dan optimasi sistem. Temuan ini memberikan dasar
POLNAMPOLNAM Pada ruas Jalan Waipia-Saleman I STA 35 000, dibangun dinding penahan tanah (DPT) tipe kantilever sepanjang 200 m dan digabungkan dengan fondasi bore pilePada ruas Jalan Waipia-Saleman I STA 35 000, dibangun dinding penahan tanah (DPT) tipe kantilever sepanjang 200 m dan digabungkan dengan fondasi bore pile
POLNAMPOLNAM Berdasarkan evaluasi tersebut, tingkat kepatuhan aksesibilitas secara keseluruhan dari RSUD Dr. Haulussy adalah 62,97%, sesuai dengan persyaratan teknisBerdasarkan evaluasi tersebut, tingkat kepatuhan aksesibilitas secara keseluruhan dari RSUD Dr. Haulussy adalah 62,97%, sesuai dengan persyaratan teknis
UNIKAUNIKA 195,012 kg, Qijin = 478 kg, defleksi tiang (y0) = 0,475 cm dan rotasi tiang (θ)= 0,00205 rad, untuk tiang pancang bujur sangkar memiliki hasil Qu = 3.195,012 kg, Qijin = 478 kg, defleksi tiang (y0) = 0,475 cm dan rotasi tiang (θ)= 0,00205 rad, untuk tiang pancang bujur sangkar memiliki hasil Qu = 3.
POLNAMPOLNAM Penelitian ini menunjukkan Hasil perhitungan kapasitas daya dukung ultimate diperoleh nilai daya dukung ultimate tiang pancang tunggal dari data sondirPenelitian ini menunjukkan Hasil perhitungan kapasitas daya dukung ultimate diperoleh nilai daya dukung ultimate tiang pancang tunggal dari data sondir
UNILAUNILA Dominansi tanaman pada hutan rakyat di Pekon Kelungu yang tertinggi pada fase pohon yaitu durian, pada fase tiang dan pancang yaitu kakao dan pada faseDominansi tanaman pada hutan rakyat di Pekon Kelungu yang tertinggi pada fase pohon yaitu durian, pada fase tiang dan pancang yaitu kakao dan pada fase
Useful /
UNESUNES Penelitian ini membahas dua pokok permasalahan, yaitu pelaksanaan koordinasi fungsional antara Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat denganPenelitian ini membahas dua pokok permasalahan, yaitu pelaksanaan koordinasi fungsional antara Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dengan
UNIKAUNIKA Pemodelan perhitungan dilakukan secara numeris dengan software PLAXIS V20. Tujuan penelitian untuk mengetahui besarnya penurunan tanah dan excess porePemodelan perhitungan dilakukan secara numeris dengan software PLAXIS V20. Tujuan penelitian untuk mengetahui besarnya penurunan tanah dan excess pore
UNIKAUNIKA Bangunan dengan tinggi 32 meter dengan 8 lantai dan 1 lantai atap dengan luas tanah 3192 m² dan luas bangunan 5616 m². Bangunan ini memiliki dindingBangunan dengan tinggi 32 meter dengan 8 lantai dan 1 lantai atap dengan luas tanah 3192 m² dan luas bangunan 5616 m². Bangunan ini memiliki dinding
UNILAUNILA Deforestasi dan alih fungsi lahan merupakan salah satu dampak dari tingginya angka kelahiran dan urbanisasi yang mempengaruhi keadaan ekologis. KetidakseimbanganDeforestasi dan alih fungsi lahan merupakan salah satu dampak dari tingginya angka kelahiran dan urbanisasi yang mempengaruhi keadaan ekologis. Ketidakseimbangan