ITNITN

Jurnal Mahasiswa "ENVIRO"Jurnal Mahasiswa "ENVIRO"

Salah satu fasilitas yang sangat penting bagi masyarakat adalah pasar tradisional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal pangan. Pasar Higienis berada di Kawasan reklamasi Pantai Tapak 1 kelurahan Gamalama. Pasar Higienis memiliki luas lahan sebesar 10.210 m2. Tujuan pada penelitian ini adalah menghitung timbulan dan komposisi sampah yang dihasilkan dari pasar Higienis dan untuk mengetahui sistem pengelolaan sampah di Pasar Higienis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif dengan tujuan untuk mendapatkan data-data dengan mengukur langsung timbulan dan komposisi sampah dari sumber. Teknik pengukuran dan pengambilan sampel yang digunakan saat penelitian mengacu pada SNI-19-3964-1994 dan ASTM D5321-92 (2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbulan sampah yang dihasilkan dari Pasar Higienis berdasarkan berat sampah yaitu 3,75 kg/pedagang.hari dan volume sampah yaitu 33,67 liter/pedagang/hari. Sedangkan untuk komposisi sampah berdasarkan berat yaitu sampah basah 62,18% dan sampah kering 37,82% dan komposisi sampah berdasarkan volume yaitu sampah basah 37,76% dan sampah kering 62,24%. Sistem pengelolaan sampah pasar Higienis dimulai dari pewadahan membutuhkan wadah sebanyak 1008 dengan tiap pedagang mempunyai 2 buah wadah sanmpah yang terpisah antara sampah basah dan sampah kering. Pengumpulan sampah dilakukan sebanyak 2 kali sehari dengan jumlah ritasi pada pagi hari 5 dan sore hari 6. Pengangkutan sampah menggunakan metode HCS (Hauled-Container Systems) berdasarkan hasil perhitungan trip yang didapat 8 trip per hari dan bahan bakar tiap truk sebanyak 2,8 L. Untuk sistem pengolahan, pengomposan sampah basah menggunakan drum sebanyak 450 buah dan kebutuhan luas bangunan sebesar 31 m. Hasil kuesioner yang telah dibagikan ke pedagang dengan data yang didapatkan bahwa sebagian besar pedagang telah memiliki pengetahuan tentang sistem pengelolaan sampah di Pasar Higienis.

Timbulan sampah berdasarkan berat adalah 3,75 kg/pedagang/hari dan volume sampah adalah 33,67 liter/pedagang/hari.Komposisi sampah berdasarkan berat adalah sampah basah sebesar 62,18% dan sampah kering sebesar 37,82%, sedangkan komposisi sampah berdasarkan volume adalah sampah basah sebesar 37,76% dan sampah kering sebesar 62,24%.Sistem pengelolaan sampah pasar Higienis dimulai dari pewadahan membutuhkan wadah sebanyak 1008 dengan tiap pedagang mempunyai 2 buah wadah sanmpah yang terpisah antara sampah basah dan sampah kering.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai metode pengolahan sampah organik, seperti vermikomposting atau biogás, untuk melihat potensi peningkatan nilai tambah dari sampah pasar. Kedua, penting untuk mengkaji secara mendalam perilaku dan kesadaran masyarakat, khususnya pedagang dan konsumen, dalam memilah sampah di sumber, serta merancang program edukasi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi mereka. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model bisnis yang berkelanjutan untuk pengelolaan sampah pasar, dengan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah daerah, pengelola pasar, pedagang, dan masyarakat, serta mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

  1. ANALISA KARAKTERISTIK SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP EFEKTIVITAS JEMBATAN PENYEBERANGAN DI KOTA BANDA... doi.org/10.24815/jarsp.v2i1.13202ANALISA KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP EFEKTIVITAS JEMBATAN PENYEBERANGAN DI KOTA BANDA doi 10 24815 jarsp v2i1 13202
Read online
File size523.39 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test