ADPEBIADPEBI

International Journal of Law Policy and GovernanceInternational Journal of Law Policy and Governance

Penelitian ini menganalisis mekanisme penyelesaian sengketa dalam perjanjian kontrak antara PT. PLN (Persero) dan PT. Poso Energy dalam penyediaan tenaga listrik untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air Poso melalui International Chamber of Commerce. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dalam pendekatan peraturan perundang-undangan dan metode analisis kualitatif dalam contoh kasus kontrak IPP Poso untuk memperoleh kesimpulan mengenai alternatif penyelesaian sengketa yang dipilih oleh para pihak dengan memperhatikan dasar hukum dan konsep yang berlaku dalam penyelesaian sengketa perjanjian kontrak konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa International Chamber of Commerce (ICC) dapat menjadi alternatif yang efektif dalam menyelesaikan sengketa kontrak konstruksi, terutama dalam konteks perjanjian jual beli tenaga listrik antara PT. PLN (Persero) dan IPP.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyelesaian sengketa dalam proyek konstruksi, khususnya dalam perjanjian jual beli tenaga listrik antara PT.PLN (Persero) dan IPP, dapat dilakukan melalui mekanisme non-litigasi seperti mediasi, konsiliasi, atau arbitrase.Pilihan International Chamber of Commerce (ICC) sebagai lembaga arbitrase internasional menawarkan solusi yang efektif dan efisien dalam menyelesaikan sengketa, dengan mengutamakan prinsip keadilan dan win-win solution.Pentingnya regulasi yang jelas dan komprehensif mengenai penyelesaian sengketa konstruksi, termasuk peran ICC, menjadi kunci untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menjamin kepastian hukum dalam pelaksanaan proyek konstruksi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas berbagai metode penyelesaian sengketa konstruksi, termasuk mediasi, konsiliasi, arbitrase, dan penggunaan dispute board, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi dalam konteks Indonesia. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada analisis dampak penggunaan klausul arbitrase ICC terhadap biaya dan waktu penyelesaian sengketa, serta persepsi para pihak terhadap keadilan dan transparansi proses tersebut. Ketiga, penting untuk mengembangkan model dispute board yang adaptif terhadap karakteristik proyek konstruksi di Indonesia, dengan melibatkan ahli konstruksi dan hukum yang kompeten, serta memastikan independensi dan imparsialitas dalam pengambilan keputusan. Pengembangan model dispute board yang efektif dapat menjadi solusi preventif untuk menghindari eskalasi sengketa dan mempercepat penyelesaian masalah yang timbul selama pelaksanaan proyek konstruksi.

  1. International Chambers of Commerce as an Alternative Institution for Resolving Contractual Disputes Generator... journal.adpebi.com/index.php/ijlpg/article/view/1229International Chambers of Commerce as an Alternative Institution for Resolving Contractual Disputes Generator journal adpebi index php ijlpg article view 1229
Read online
File size217.43 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test