UMSUMS

Emitor: Jurnal Teknik ElektroEmitor: Jurnal Teknik Elektro

Motor listrik yang banyak digunakan dalam industri adalah jenis motor induksi. Motor induksi dibedakan berdasarkan sumber listrik PLN yaitu 1 fasa, dan 3 fasa. Motor induksi 3 fasa merupakan motor yang banyak digunakan, namun memiliki kekurangan salah satunya yaitu sulitnya untuk mengatur kecepatan dari motor induksi 3 fasa. Kekurangan tersebut dapat diatasi dengan sistem pengendali inverter atau Variable Frequency Drive (VFD), Human Machine Interface (HMI), Programmable Logic Controller (PLC) yang ditambahkan dengan expansion PLC. HMI berfungsi untuk melakukan input frekuensi 0-50 Hz, kemudian akan diproses oleh expansion PLC dan menghasilkan skala 0-10 VDC yang dapat diterima oleh VFD. Masukan nilai dari VFD akan dikonversikan menjadi nilai frekuensi 0-50 Hz untuk menggerakkan motor. Berdasarkan hasil penelitian nilai kecepatan motor yang dibaca oleh sensor infrared dan tachometer mengalami kenaikan saat nilai frekuensi dinaikkan, namun dari nilai rpm tersebut terdapat selisih hasil pembacaan kemudian dibandingkan antara kedua data tersebut dan mendapatkan rata-rata error 6, 9%. Nilai tegangan berbanding lurus dengan kenaikan frekuensi motor induksi 3 fasa.

Berdasarkan penelitian sistem kendali motor induksi 3 fasa dapat diambil kesimpulan.Nilai kecepatan putar yang dibaca oleh sensor infrared dan tachometer mengalami kenaikan ketika nilai frekuensi dinaikkan dari 6-50 Hz.Nilai kecepatan putar dari data penelitian dibandingkan dengan persamaan kecepatan putar memiliki selisih hasil yang didapat, hal ini dikarenakan tegangan yang dihasilkan VFD tidak mencapai maksimal sehingga nilai yang dibaca sensor tidak sesuai.Berdasarkan hasil penelitian, alat yang dirancang memiliki perbedaan nilai kecepatan putar antara HMI dan tachometer, dari kedua parameter tersebut kemudian dimasukkan dalam rumus rata-rata error untuk mencari keakuratan dari alat penelitian, dan didapatkan nilai rata-rata error sebesar 6,9Nilai tegangan mengalami kenaikan saat frekuensi dinaikkan dari 6-50 Hz.Nilai tegangan berbanding lurus dengan kenaikan frekuensi, tegangan juga berbanding lurus dengan kecepatan putar.Nilai arus pada frekuensi 6-18 Hz mengalami kenaikan yang semula 0,7-0,8 A menjadi 0,98-1,04 A, dan saat frekuensi 24-50 Hz nilai arus menjadi lebih stabil pada nilai 1,01-1,09 A.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan pengembangan sistem kendali dan monitoring kecepatan motor induksi 3 fasa dengan menambahkan fitur-fitur baru seperti pengaturan kecepatan secara otomatis berdasarkan kondisi beban, implementasi sistem kontrol adaptif, dan peningkatan akurasi sensor kecepatan. Selain itu, dapat juga dilakukan studi perbandingan antara sistem kendali inverter dengan sistem kendali konvensional untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan masing-masing sistem. Penelitian ini juga dapat dieksplorasi lebih lanjut dengan menerapkan sistem kendali dan monitoring pada motor induksi dengan jumlah fasa yang berbeda, seperti motor induksi 1 fasa atau 2 fasa, untuk melihat perbedaan kinerja dan karakteristiknya.

  1. SMART HOME SYSTEM WITH RADIO FREQUENCY USING BLYNK APPLICATION | Dwiansyah | Emitor: Jurnal Teknik Elektro.... journals.ums.ac.id/index.php/emitor/article/view/11SMART HOME SYSTEM WITH RADIO FREQUENCY USING BLYNK APPLICATION Dwiansyah Emitor Jurnal Teknik Elektro journals ums ac index php emitor article view 11
Read online
File size1.24 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test