ADPEBIADPEBI

International Journal of Law Policy and GovernanceInternational Journal of Law Policy and Governance

Artikel ini membahas peran penting Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam ekonomi nasional, khususnya di Indonesia. UMKM tidak hanya berkontribusi pada PDB, tetapi juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dalam konteks globalisasi dan digitalisasi, teknologi keuangan (fintech) menjadi penggerak baru bagi UMKM untuk meningkatkan akses terhadap layanan keuangan. Namun, adopsi fintech tidak dapat dilepaskan dari konteks budaya lokal yang mempengaruhi perilaku, keyakinan, dan preferensi pelaku UMKM. Oleh karena itu, penting untuk memahami interaksi antara budaya lokal, teknologi keuangan, dan kinerja UMKM. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode tinjauan sistematis dengan pendekatan PRISMA. Proses identifikasi dilakukan di basis data Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect dengan kata kunci: budaya lokal, teknologi keuangan, kinerja UMKM, dan Indonesia. Artikel yang terpilih berjumlah 25, diterbitkan antara tahun 2013 dan 2024, dengan fokus pada studi empiris dan konseptual yang membahas hubungan antara tiga variabel tersebut.

Interaksi antara budaya lokal, teknologi keuangan, dan kinerja UMKM adalah ekosistem yang kompleks dan saling terkait.Budaya lokal dapat memperkuat atau menghambat adopsi fintech, yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja UMKM.Oleh karena itu, pendekatan integratif yang peka terhadap konteks lokal adalah kunci untuk mendorong pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan di era digital.Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara budaya lokal, teknologi keuangan, dan kinerja UMKM adalah dinamis dan kompleks.Budaya lokal bertindak sebagai penyaring dalam adopsi fintech, sedangkan teknologi keuangan dapat mempercepat transformasi dan peningkatan kinerja UMKM jika selaras dengan nilai-nilai lokal.Agenda penelitian di masa depan perlu mengembangkan model konseptual berdasarkan teori budaya dan inovasi, serta studi longitudinal untuk memantau perubahan perilaku UMKM seiring dengan perubahan teknologi dan sosial.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan model kuantitatif yang dapat menguji hubungan moderasi dan mediasi antara budaya lokal, fintech, dan kinerja UMKM. Selain itu, studi longitudinal akan membantu melihat perubahan dalam jangka panjang. Penelitian juga dapat fokus pada pengembangan strategi edukasi berbasis budaya untuk meningkatkan adopsi fintech di kalangan UMKM, serta kolaborasi dengan pemimpin tradisional untuk menjadi agen perubahan dalam memperkenalkan teknologi baru. Desain aplikasi fintech yang mempertimbangkan bahasa lokal dan kesederhanaan antarmuka juga dapat menjadi fokus penelitian untuk meningkatkan inklusi digital yang kontekstual. Selain itu, kebijakan pemerintah yang mendukung lokalitas dapat mendorong ekosistem digital yang peka terhadap nilai-nilai lokal.

  1. Towards a Methodology for Developing Evidence‐Informed Management Knowledge by Means of Systematic... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/1467-8551.00375Towards a Methodology for Developing EvidenceyAAAaInformed Management Knowledge by Means of Systematic onlinelibrary wiley doi 10 1111 1467 8551 00375
  2. Systematic Literature Review (SLR): Keberhasilan dan Kegagalan Kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)... publikasi.polije.ac.id/index.php/asersi/article/view/2681Systematic Literature Review SLR Keberhasilan dan Kegagalan Kinerja Badan Usaha Milik Desa BUMDES publikasi polije ac index php asersi article view 2681
Read online
File size221.81 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test