UPBUPB

Dianmas Bhakti: Jurnal Pengabdian pada MasyarakatDianmas Bhakti: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan standar usia sebayanya. Di Kabupaten Mempawah, prevalensi stunting telah meningkat dari 25,1% pada tahun 2022 menjadi 27,2% pada tahun 2024, mencerminkan masalah serius dalam pemenuhan gizi anak. Desa Sungai Duri II, Kecamatan Sungai Kunyit, dengan populasi anak balita yang rentan terhadap stunting, menjadi fokus intervensi kesehatan. Faktor-faktor seperti kurangnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya kualitas sanitasi, serta kurangnya pengetahuan orang tua menjadi penyebab utama stunting di daerah ini. Pengumpulan data kesehatan anak balita di Desa Sungai Duri II menjadi penting sebagai dasar perencanaan program intervensi yang tepat. Melalui peningkatan layanan kesehatan dasar, peran posyandu, dan penyuluhan kesehatan, diharapkan Desa Sungai Duri II dapat menjadi model keberhasilan dalam mengatasi stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak balita.

Upaya percepatan penurunan stunting memerlukan strategi public relations yang komprehensif dan terstruktur.BKKBN di tingkat daerah disarankan menerapkan rancangan program komunikasi dari pusat sebagai panduan dalam merancang dan melaksanakan program komunikasi.Penerapan panduan ini akan menjamin keselarasan dengan strategi nasional, memperkuat efektivitas komunikasi, serta mendukung sinergi antarprogram dalam mencapai target penurunan stunting secara lebih efektif.

Pertama, perlu diteliti efektivitas Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dalam jangka panjang terhadap status gizi anak balita, termasuk pengaruhnya terhadap pertumbuhan tinggi badan dan frekuensi penyakit infeksi, agar dapat diketahui apakah intervensi ini memberikan dampak berkelanjutan. Kedua, penting untuk mengevaluasi sejauh mana keterlibatan Bunda Genre dan GenRe dalam sosialisasi stunting memengaruhi perubahan perilaku gizi orang tua, terutama dalam penerapan MP-ASI bergizi di rumah. Ketiga, perlu dikaji model integrasi antara posyandu, kader kesehatan, dan pihak kampus dalam mendukung keberlanjutan program DASHAT, termasuk tantangan operasional dan pemanfaatan sumber daya lokal, agar model ini dapat direplikasi di desa-desa lain dengan karakteristik serupa. Studi-studi ini akan melengkapi temuan penelitian sebelumnya yang masih berfokus pada aspek komunikasi kebijakan, dengan menambahkan dimensi praktik lapangan, keterlibatan komunitas, dan keberlanjutan program.

Read online
File size808.77 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test