POLNAMPOLNAM
Journal AgregateJournal AgregatePenelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui tingkat keruskan yang terjadi pada perbaikan Gedung Auditorium IAIN Kota Ambon dan juga untuk mengetahui berapa biaya perbaikan untuk Gedung Auditorium IAIN Kota Ambon. sehingga bangunan gedung dapat beroperasi dengan baik dan pengguna merasa nyaman, yang selanjutnya akan membantu dalam peningkatan pengelola bangunan. Dalam melaksanakan pemeliharaan dan perawatan gedung, banyak hal yang harus di lakukan agar gedung tersebut mempunyai nilai investasi yang tinggi, secara umum, Secara khusus penelitian bertujuan untuk dapat melihat sejauh mana pelaksanaan dan pengelola perawatan dan pemeliharaan gedung. Dari kerusakan bangunan yang terjadi akibat beberapa factor diantaranya,factor manusia seperti kelalaian dalam pelaksanaan maupun dari penggunaan material, kualitas beton faktor bencana alam seperti gempa bumi, banjir maupun pengaruh dari cuaca dan iklim. Untuk itu di butuhkan penanganan pemeliharaan bangunan dimana pemeliharaan bangunan gedung adalah kegiatan untuk menjaga keandalan, kekuatan serta keawetan banguna gedung baik dari segi prasarana maupun sarana agar bangunan gedung selalu layak fungsi sebagaimana mestinya. Metode yang digunakanan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik ini digunakan untuk mengetahui pengelola pemeliharaan dan perawatan terhadap gedung. Dari hasil analisis yang dilakukan pada evaluasi perbaikan dan biaya pelaksanaan terhadap gedung Auditorium IAIN Kota Ambon, makatingkat kerusakan yang terjadi pada gedung adalah 91% sedangkan untuk biaya perbaikannya adalah Rp. 49.327.557,66.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa total biaya perbaikan Renovasi Gedung Auditorium IAIN Kota Ambon adalah Rp.Analisis tingkat kerusakan menunjukkan bahwa kerusakan keseluruhan gedung mencapai 91%, sehingga dikategorikan sebagai rusak berat.Kerusakan mayoritas ditemukan pada pekerjaan cat, plesteran dan acian, plafond, serta jendela.
Mengingat temuan tingkat kerusakan berat pada Gedung Auditorium IAIN Kota Ambon yang relatif baru selesai dibangun, penelitian lanjutan sangat penting untuk memahami akar permasalahan secara lebih komprehensif. Sebuah studi bisa difokuskan untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor penyebab kerusakan dini, seperti kualitas material yang digunakan, kepatuhan terhadap standar konstruksi selama pembangunan, serta dampak spesifik dari kondisi cuaca dan iklim ekstrem di Ambon yang disebutkan dalam latar belakang. Ini dapat melibatkan pengujian material secara lebih detail dan evaluasi desain struktural terhadap beban lingkungan. Selanjutnya, untuk meningkatkan keberlanjutan bangunan di masa depan, penelitian dapat diarahkan pada pengembangan model strategi pemeliharaan prediktif yang mempertimbangkan karakteristik iklim lokal dan jenis kerusakan yang sering terjadi. Model ini akan membantu dalam penjadwalan pemeliharaan yang lebih efisien dan alokasi anggaran yang tepat sasaran, sehingga dapat mencegah kerusakan berskala besar. Selain itu, studi berikutnya dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi modern, seperti pemantauan berbasis sensor atau drone, untuk deteksi dini kerusakan yang mungkin tidak terlihat secara visual atau berada di lokasi sulit dijangkau. Tujuannya adalah untuk memberikan rekomendasi yang lebih presisi mengenai metode perbaikan dan pencegahan, serta optimalisasi biaya siklus hidup bangunan, sehingga aset negara dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.
| File size | 291.45 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
POLNAMPOLNAM 004/Rw 017, berdasarkan hasil analisa yang didapat adalah 164.64 m³/hari. Sedangkan kapasitas reservoir tidak mampu menampung kebutuhan air sehingga airnya004/Rw 017, berdasarkan hasil analisa yang didapat adalah 164.64 m³/hari. Sedangkan kapasitas reservoir tidak mampu menampung kebutuhan air sehingga airnya
POLNAMPOLNAM Sedangkan pada penambahan 2 jam lembur didapat 112 hari kerja dengan biaya sebesar Rp.2,993,479,584.03. Berdasarkan hasil analisa menggunakan metode timeSedangkan pada penambahan 2 jam lembur didapat 112 hari kerja dengan biaya sebesar Rp.2,993,479,584.03. Berdasarkan hasil analisa menggunakan metode time
POLNAMPOLNAM Dengan jumlah benda uji 3 buah dengan umur benda uji yang akan dilakukan pengujian yaitu 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan rata-rata batako abu untukDengan jumlah benda uji 3 buah dengan umur benda uji yang akan dilakukan pengujian yaitu 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan rata-rata batako abu untuk
POLNAMPOLNAM Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas air hujan di Desa Mesiapi memenuhi standar air bersih berdasarkan pengujian laboratorium. Potensi pemanenanPenelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas air hujan di Desa Mesiapi memenuhi standar air bersih berdasarkan pengujian laboratorium. Potensi pemanenan
POLNAMPOLNAM Berdasarkan tingkat kerusakan atau kondisi jalan yang sudah menurun, maka akan dilakukan penanganan kerusakan jalan menurut metode PCI sesuai dengan tingkatBerdasarkan tingkat kerusakan atau kondisi jalan yang sudah menurun, maka akan dilakukan penanganan kerusakan jalan menurut metode PCI sesuai dengan tingkat
POLNAMPOLNAM Penelitian ini menunjukkan Hasil perhitungan kapasitas daya dukung ultimate diperoleh nilai daya dukung ultimate tiang pancang tunggal dari data sondirPenelitian ini menunjukkan Hasil perhitungan kapasitas daya dukung ultimate diperoleh nilai daya dukung ultimate tiang pancang tunggal dari data sondir
POLNAMPOLNAM Pelaksanaan proyek direncanakan dalam 200 hari kalender, dengan menggunakan CPM, jangka waktu pelaksanaan proyek adalah 28 minggu dengan jalur kritis padaPelaksanaan proyek direncanakan dalam 200 hari kalender, dengan menggunakan CPM, jangka waktu pelaksanaan proyek adalah 28 minggu dengan jalur kritis pada
POLNAMPOLNAM 8 cm. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan serbuk kaca sebagai bahan penggati sebagian agregat halus terhadap kuat tekan beton berpengaruh terhadap8 cm. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan serbuk kaca sebagai bahan penggati sebagian agregat halus terhadap kuat tekan beton berpengaruh terhadap
Useful /
POLNAMPOLNAM Faktor-faktor yang memengaruhi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada proyek Rehab Rumdis Hubdam XVI/Pattimura-Ambon meliputi variabelFaktor-faktor yang memengaruhi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada proyek Rehab Rumdis Hubdam XVI/Pattimura-Ambon meliputi variabel
POLNAMPOLNAM Beberapa struktur atas bangunan RTMC Polda Maluku pada realisasi pekerjaan dilapangan tidak sesuai hasil perencanaan. Tujuan penelitian yaitu untuk menghasilkanBeberapa struktur atas bangunan RTMC Polda Maluku pada realisasi pekerjaan dilapangan tidak sesuai hasil perencanaan. Tujuan penelitian yaitu untuk menghasilkan
POLNAMPOLNAM Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan yang tepat dan efisien pada Pembangunan terowongan pengelak bendungan way apu menggunakan NATMTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan yang tepat dan efisien pada Pembangunan terowongan pengelak bendungan way apu menggunakan NATM
POLNAMPOLNAM Berdasarkan hasil pengujian sifat fisis pada desa hatu diketahui berat jenis 1,596 , berat isi 14,7 gr, porositas 37,8% dan pada desa laha berat jenisBerdasarkan hasil pengujian sifat fisis pada desa hatu diketahui berat jenis 1,596 , berat isi 14,7 gr, porositas 37,8% dan pada desa laha berat jenis