UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA

JURNAL PELANGIJURNAL PELANGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses peningkatan kecerdasan spasial melalui bermain sains pada anak usia 5-6 tahun. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 anak kelompok B3 usia 5-6 tahun di KB Handayani 4 Balikpapan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode bermain sains ternyata efektif dalam pengembangan kecerdasan spasial anak usia 5-6 tahun. Kecerdasan visual-spasial kemampuan anak memvisualisasikan gambar di dalam pikirannya atau kemampuan berpikir dalam bentuk visual. Kegiatan bermain sains bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan literasi. Semua kecerdasan bisa muncul sesuai dengan kegiatan sains utamanya kecerdasan logis matematis dan kecerdasan spasial. Kecerdasan spasial muncul dengan permainan sains percampuran warna dan eksperimen hujan pelangi.

Implementasi pendekatan bermain sains di KB Handayani 4 dapat meningkatkan kecerdasan spasial anak usia 5‑6 tahun, terlihat dari peningkatan kemampuan menggambar bentuk, melukis pelangi dengan pasta warna, dan menjiplak dengan pencampuran warna.Faktor pendukung meliputi pemanfaatan teknologi, literasi, video pembelajaran, dan peran aktif guru yang menstimuli semangat belajar anak.Kendala utama adalah terbatasnya jenis permainan sains yang relevan dengan kecerdasan spasial serta waktu pembelajaran yang tidak cukup panjang.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan aplikasi augmented reality (AR) sebagai media pendukung bermain sains untuk memperkuat kecerdasan spasial pada anak usia 5‑6 tahun, dengan membandingkan hasil belajar antara kelompok yang menggunakan AR dan yang menggunakan metode konvensional. Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal yang menelusuri perkembangan kecerdasan spasial anak selama dua tahun setelah intervensi bermain sains, guna mengidentifikasi dampak jangka panjang dan faktor-faktor yang mempengaruhi retensi kemampuan tersebut. Terakhir, penelitian dapat meneliti perbedaan pengaruh variasi jenis permainan sains—seperti eksperimen kimia sederhana, konstruksi balok, dan permainan digital—terhadap kecerdasan spasial, sehingga dapat disusun rekomendasi kurikulum yang optimal untuk pendidikan anak usia dini. Semua saran tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi guru, pembuat kebijakan, dan peneliti dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Read online
File size1.24 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test