UNSRIUNSRI

Jurnal EmpirikaJurnal Empirika

Penelitian ini mengintegrasikan analisis bibliometrik, tinjauan lingkup sistematis, dan analisis sosiologis untuk memetakan lanskap penelitian AI dalam otitis media (OM) dengan fokus pada dimensi sosial, budaya, dan struktural yang sering diabaikan. Menggunakan kerangka teori Konstruksi Sosial Penyakit (Social Construction of Illness), penelitian ini mengungkapkan bahwa mayoritas inovasi AI dalam diagnosis OM didominasi oleh perspektif biomedis yang mengabaikan pengalaman hidup pasien dan struktur sosial yang membentuk perjalanan penyakit mereka. Dari 47 artikel yang dianalisis, hanya empat penelitian yang membahas aplikasi AI berbasis percakapan, dan hanya satu yang mempertimbangkan perspektif pasien atau keluarga. Kesenjangan ini mencerminkan dominasi paradigma teknokratik-medis dan pengabaian terhadap ekuitas Kesehatan. Berdasarkan analisis kesenjangan, penelitian ini mengusulkan pengembangan chatbot AI (INFO-OM) yang dirancang dengan partisipasi pengguna, sensitivitas budaya, dan fondasi pemahaman mendalam terhadap determinan sosial kesehatan sebagai metodologis untuk menciptakan teknologi Kesehatan yang validitas secara sosial dan inklusif. Penelitian ini mengadopsi perspektif sosiologis Pierre Bourdieu tentang modal sosial untuk menganalisis bagaimana distribusi pengetahuan AI dalam diagnosis OM mencerminkan struktur kekuasaan dalam Field Kesehatan. Analisis menjelaskan bahwa akses terhadap teknologi AI sebagai bentuk modal simbolik lebih terfokus pada institusi riset di negara-negara maju. Sementara itu, Masyarakat dengan kondisi ekonomi dan budaya yang terbatas, terkhususnya di negara- negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMIC) mengalami pengecualian ganda, baik dalam mendapatkan layanan kesehatan maupun dalam keterlibatan mereka dalam pengembangan teknologi kesehatan.

Temuan dua tahap dalam penelitian ini mengindikasikan adanya kesenjangan kritis antara kemajuan AI dalam diagnostik berbasis citra dan keterbatasan solusi interaktif berbasis teks atau suara yang dapat diakses langsung oleh orang tua, tenaga kesehatan primer, atau sistem layanan kesehatan di wilayah terpencil.Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan pengembangan agen chatbot klinis untuk OM yang mengintegrasikan bukti medis terkini, pedoman klinis internasional, serta arsitektur LLM yang telah melalui validasi klinis dan uji kegunaan.Tujuannya adalah meningkatkan akses, akurasi triase awal, dan edukasi pasien khususnya di negara berpenghasilan rendah- menengah yang kekurangan spesialis THT.Pendekatan berbasis tinjauan sistematis dan analisis kesenjangan ini menjadi landasan metodologis penting untuk memastikan relevansi klinis, keamanan, transparansi, dan keberlanjutan implementasi chatbot dalam sistem pelayanan kesehatan primer global.Kolaborasi ini bukanlah sebuah tambahan, melainkan pondasi untuk menciptakan teknologi yang valid secara sosial dan inklusif.Tanpa pelibatan ahli ilmu sosial dan humaniora, tim pengembang berisiko menciptakan sebuah artefak teknologi yang.Memaksa pengguna untuk beradaptasi dengan bahasa medis yang kaku, bukannya teknologi yang beradaptasi dengan bahasa pengguna.Hanya dapat digunakan secara efektif oleh kelompok masyarakat terdidik yang bahasanya sesuai dengan data latih model, sehingga justru memperlebar jurang ketidaksetaraan kesehatan.Temuan penelitian ini mengungkap ketidakadilan epistemic (epistemic injustice) dalam riset AI-OM menjadi pengetahuan yang diproduksi tidak mencerminkan kebutuhan dan perspektif komunitas yang paling terdampak.Dalam kerangka Bourdieu, ini merupakan konsekuensi dari distribusi sosial yang timpang, Dimana aktor-aktor dengan modal ilmiah dan ekonomi tinggi mendominasi definisi masalah, metodologi, dan Solusi.Pengembangan chatbot INFO-OM harus dipahami bukan hanya sebagai inovasi teknis, namun sebagai intervensi modal sosial yang menjadi Upaya untuk mendistribusikan ulang akses terhadap pengetahuan Kesehatan dan kapasitas diagnostik kepada masyarakat yang selama ini termarjinalkan.Keberhasilan intervensi ini bergantung pada apakah tim pengembang mampu mentransformasi habitus penelitian dari model research on communities menjadi research with communities.Secara ringkas, pelibatan sosiolog, antropolog, dan ahli bahasa memastikan bahwa chatbot yang dikembangkan bukan hanya cerdas secara artifisial, tetapi juga bijaksana secara sosial dan budaya.

Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan analisis bibliometrik, tinjauan lingkup sistematis, dan analisis kesenjangan dalam penelitian ini adalah: 1. Mengembangkan chatbot AI (INFO-OM) yang dirancang dengan partisipasi pengguna, sensitivitas budaya, dan pemahaman mendalam terhadap determinan sosial kesehatan. Chatbot ini akan menjadi alat pendukung edukasi pasien dan triase awal dalam konteks otolaringologi pediatrik, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. 2. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi AI dalam mendukung manajemen penyakit aktif, seperti memandu orang tua dalam pemantauan gejala dan memberikan dukungan selama masa pengobatan. Penelitian ini akan membantu memahami bagaimana chatbot dapat digunakan secara interaktif untuk meningkatkan kepatuhan terapi dan hasil kesehatan. 3. Menganalisis dampak sosial dan budaya dari implementasi teknologi AI dalam diagnosis OM. Penelitian ini akan melibatkan sosiolog, antropolog, dan ahli bahasa untuk memahami pengalaman sakit pengguna dan bagaimana teknologi ini dapat mempengaruhi perilaku kesehatan dan akses layanan. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan teknologi kesehatan yang valid secara sosial dan inklusif, memastikan bahwa teknologi tersebut tidak hanya meningkatkan akurasi diagnostik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dan perspektif komunitas yang paling terdampak oleh penyakit otitis media.

  1. Journal of Medical Internet Research - A 3D and Explainable Artificial Intelligence Model for Evaluation... doi.org/10.2196/51706Journal of Medical Internet Research A 3D and Explainable Artificial Intelligence Model for Evaluation doi 10 2196 51706
  2. How advantageous is it to use computed tomography image-based artificial intelligence modelling in the... doi.org/10.26355/eurrev_202301_30874How advantageous is it to use computed tomography image based artificial intelligence modelling in the doi 10 26355 eurrev 202301 30874
  3. Diagnosis and the practices of patienthood: How diagnostic journeys shape illness experiences - Jeske... doi.org/10.1111/1467-9566.13614Diagnosis and the practices of patienthood How diagnostic journeys shape illness experiences Jeske doi 10 1111 1467 9566 13614
  4. Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kuliner (Studi Fenomenologi Transformasi Makanan Tradisional Gembus, Makna,... locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/4142Nilai Nilai Kearifan Lokal Kuliner Studi Fenomenologi Transformasi Makanan Tradisional Gembus Makna locus rivierapublishing index php jl article view 4142
Read online
File size406.53 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test