UNIBAUNIBA

KompetensiKompetensi

Tambak karang adalah seni ukir yang dimiliki masyarakat Kutai, khususnya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Seni ukir ini memiliki keunikan tersendiri karena mengambil kisah kelahiran Putri Karang Melenu, sosok ibu yang melahirkan Raja‑Raja Kutai berikutnya. Tambak karang menjadi objek kajian semiotik pada penelitian ini dengan memanfaatkan semiosika Charles Sander Pierce. Melalui metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan simbol dalam tambak karang sebagai salah satu simbol identitas Kesultanan Kutai Kartanegara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan prosedur penelitian lapangan di mana peneliti langsung datang mengamati pada saat acara Erau Tenggarong berlangsung, khususnya pada saat ritual beluluh sultan dan ritual pelas. Hal itu dikarenakan tambak karang banyak dibuat pada saat ritual‑ritual tersebut. Peneliti mengumpulkan data‑data berkenaan tambak karang serta melakukan wawancara kepada pemangku adat sakral kesultanan yang mengetahui tentang makna pembuatan tambak karang, selain itu dokumentasi berupa gambar‑gambar tambak karang dibuat melalui foto‑foto untuk memperjelas proses analisis serta dokumentasi literatur tentang silsilah Kutai juga menjadi tambahan data dalam penelitian ini. Hasilnya pertama menunjukkan bentuk‑bentuk ukiran yang terdapat di dalam tambak karang dan kedua menunjukkan makna simbol yang dapat mengungkap identitas Kesultanan Kutai Kartanegara.

Tambak karang memiliki peran penting dalam menyimbolkan kelahiran Putri Karang Melenu, terutama di ritual Beluluh Sultan, sedangkan di ritual Bepelas tambak karang menyimbolkan penyatuan antara keduanya.Tambak karang berfungsi sebagai penguat dan tata aturan bagi masyarakat di tanah Kutai.Dengan demikian, baik masyarakat asli maupun pendatang diharapkan dapat ikut serta menjaga adat dan budaya yang masih melekat pada tambak karang di Kesultanan Kutai Kartanegara.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji makna mantra pembuatan tambak karang melalui pendekatan linguistik dan etnografi memperlihatkan bagaimana persiapan ritwal memengaruhi persepsi komunitas; selanjutnya, studi komparatif dapat membandingkan simbol ukiran tambak karang dengan simbol seni ukir tradisional di kerajaan lain di Kalimantan untuk menilai homogenitas atau heterogenitas nilai identitas; akhirnya, penelitian dapat meneliti efek visualisasi tambak karang dalam media digital modern terhadap partisipasi generasi muda dalam pelestarian budaya, sehingga dapat ditemukan cara inovatif untuk menjaga warisan budaya tersebut.

Read online
File size575.53 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test