POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR
Jurnal Penyuluhan PertanianJurnal Penyuluhan PertanianRendahnya minat generasi muda pada usahatani menyebabkan rendahnya regenerasi petani, sehingga dikhawatirkan akan mengancam keberlanjutan usahatani. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi, (2) mendeskripsikan tingkat regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi, (3) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi, (4) merumuskan rekomendasi strategi peningkatan regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan April sampai dengan Juni 2023 di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Populasi ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga didapat sampel berjumlah 96 orang yang mewakili dari 2.284 jumlah populasi menggunakan rumus Slovin. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner dan studi literatur. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan analisis jalur (path analysis), serta formulasi hasil kedua analisis untuk merumuskan strategi peningkatan regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi termasuk ke dalam kategori sedang sebesar 74,27%, regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi termasuk ke dalam kategori sedang sebesar 75,03%. Faktor internal, akses informasi dan minat generasi muda secara nyata memengaruhi regenerasi petani.
Minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi termasuk ke dalam kategori sedang (74,27 %).Generasi muda terlibat pada kegiatan budidaya hingga pemasaran.Regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi dinilai oleh sebagian besar generasi muda berada pada kategori sedang (75,03 %).Faktor-faktor yang memengaruhi regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi yaitu faktor internal, akses informasi dan minat petani.
Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana peran media digital khususnya aplikasi mobile farm management dalam memotivasi minat generasi muda terhadap usahatani sayuran dataran tinggi; mengkaji efek jangka panjang kooperatif berbasis teknologi informasi terhadap kemampuan berwirausaha generasi muda; serta mengevaluasi dampak program penyuluhan berbasis game edukasi terhadap peningkatan kapasitas pengetahuan, keterampilan dan motivasi generasi muda agar selaras dengan upaya regenerasi petani.
| File size | 385.57 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Jika tidak segera diatasi, maka tantangan-tantangan di level dasar ini akan mengganggu fungsi utama BP dalam optimalisasi usaha tani akan terganggu. SementaraJika tidak segera diatasi, maka tantangan-tantangan di level dasar ini akan mengganggu fungsi utama BP dalam optimalisasi usaha tani akan terganggu. Sementara
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari 318 petani santri di tiga Pesantren Islam di Jawa Timur, kemudian dianalisis secara deskriptif.Metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari 318 petani santri di tiga Pesantren Islam di Jawa Timur, kemudian dianalisis secara deskriptif.
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Kondisi ini menyebabkan petani mengalami kesulitan dalam mengakses teknologi, informasi, modal, dan pasar, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitasKondisi ini menyebabkan petani mengalami kesulitan dalam mengakses teknologi, informasi, modal, dan pasar, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Penyuluh swadaya yang berasal dari petani maju hadir karena adanya tuntutan pendekatan partisipatori agar petani dapat menjadi subjek dalam program pembangunanPenyuluh swadaya yang berasal dari petani maju hadir karena adanya tuntutan pendekatan partisipatori agar petani dapat menjadi subjek dalam program pembangunan
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Kendala utama berhubungan dengan persepsi petani bahwa sistem ini rumit dan kurang mempengaruhi produksi serta keterbatasan tenaga tanam. Faktor-faktorKendala utama berhubungan dengan persepsi petani bahwa sistem ini rumit dan kurang mempengaruhi produksi serta keterbatasan tenaga tanam. Faktor-faktor
ALFITHRAHALFITHRAH Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana sistem pelaporan keuangan zakat berbasis teknologi informasi dan transparansi di BAZNAS Gresik. AnalisisTujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana sistem pelaporan keuangan zakat berbasis teknologi informasi dan transparansi di BAZNAS Gresik. Analisis
ALFITHRAHALFITHRAH Penelitian ini mengkaji sejauh mana fatwa DSN-MUI mengakomodasi penerapan multiakad dalam produk-produk pasar uang, serta analisis hukum dan aplikasinyaPenelitian ini mengkaji sejauh mana fatwa DSN-MUI mengakomodasi penerapan multiakad dalam produk-produk pasar uang, serta analisis hukum dan aplikasinya
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Metode deskriptif dan analisis regresi linear berganda diterapkan. Responden diambil sebanyak 74 orang yang ditentukan purposive sampling yaitu petaniMetode deskriptif dan analisis regresi linear berganda diterapkan. Responden diambil sebanyak 74 orang yang ditentukan purposive sampling yaitu petani
Useful /
STAIQSTAIQ Manajemen zakat adalah suatu kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengumpulan dan pendistribusian serta pendayagunaanManajemen zakat adalah suatu kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengumpulan dan pendistribusian serta pendayagunaan
STAIQSTAIQ Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik akad istishna dalam bisnis konveksi di Desa Rambah Tengah Utara, menilai kesesuaiannya dengan hukumPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik akad istishna dalam bisnis konveksi di Desa Rambah Tengah Utara, menilai kesesuaiannya dengan hukum
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Faktor eksternal peluang mencakup kebijakan pemerintah, bantuan, dukungan balai pengujian, permintaan tinggi, dan kerja sama pemasaran, sementara ancamanFaktor eksternal peluang mencakup kebijakan pemerintah, bantuan, dukungan balai pengujian, permintaan tinggi, dan kerja sama pemasaran, sementara ancaman
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR 278 ) dan ketersediaan sarana informasi (0. 308) berpengaruh secara nyata terhadap motivasi petani dalam penggunaan PGPR di lahan sawah lebak di Kecamatan278 ) dan ketersediaan sarana informasi (0. 308) berpengaruh secara nyata terhadap motivasi petani dalam penggunaan PGPR di lahan sawah lebak di Kecamatan