DINASTIRESDINASTIRES

Journal of Law, Politic and HumanitiesJournal of Law, Politic and Humanities

Artikel ini mengkaji bagaimana pembatalan perjanjian harta perkawinan terjadi ketika persetujuan pihak terganggu oleh faktor‑vitiating. Objek penelitian meliputi perjanjian pra‑nikah di Indonesia serta perjanjian penyelesaian keuangan di Inggris. Tujuan penelitian adalah menganalisis kerangka hukum, praktik peradilan, dan konsekuensi pembatalan yang disebabkan oleh kesalahan, salah representasi, penipuan, atau tekanan pada kedua yurisdiksi. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, studi ini memanfaatkan pendekatan perundang‑undangan, konseptual, komparatif, dan kasus, serta analisis deduktif terhadap peraturan perundang‑undangan, yurisprudensi, dan pendapat ilmiah. Hasil menunjukkan bahwa menurut hukum Indonesia, pembatalan dapat dilakukan apabila perjanjian terbukti didasarkan pada informasi yang salah atau menyesatkan, seperti yang dicontohkan dalam Putusan Pengadilan Negeri Denpasar No. 1308/Pdt.G/2019/PN.Dps yang membatalkan perjanjian pra‑nikah karena salah representasi. Sementara itu, dalam hukum Inggris, misrepresentasi yang bersifat penipuan, sebagaimana ditunjukkan dalam kasus Sharland v Sharland [2015] UKSC 60, menyebabkan perjanjian penyelesaian keuangan menjadi tidak sah. Kesimpulan menegaskan bahwa perjanjian tersebut bersifat dapat dibatalkan; meskipun pembatalan melindungi keadilan dan persetujuan yang sah, pembagian harta perkawinan tetap harus diselesaikan melalui proses peradilan terpisah di kedua sistem hukum.

Menurut hukum Indonesia, pembatalan perjanjian pra‑nikah karena faktor vitiating dapat dilakukan apabila terbukti adanya informasi yang salah atau menyesatkan, seperti yang dicontohkan dalam Putusan Pengadilan Negeri Denpasar No.meskipun perjanjian dibatalkan, pembagian harta bersama harus diselesaikan melalui tindakan hukum terpisah.Demikian pula, dalam hukum Inggris, perjanjian penyelesaian keuangan dapat dibatalkan bila terdapat misrepresentasi fraudulens, sebagaimana diputuskan dalam Sharland v Sharland [2015] UKSC 60, namun pembagian aset perkawinan tetap memerlukan proses peradilan tersendiri.Kedua yurisdiksi menegaskan bahwa perjanjian tersebut bersifat dapat dibatalkan, tidak otomatis menjadi tidak sah, sehingga pihak yang dirugikan harus mengajukan intervensi pengadilan, mencerminkan prinsip otonomi kontraktual yang melindungi kebebasan berkontrak sekaligus memberikan remedial bagi yang persetujuannya terganggu.

Penelitian lanjutan dapat meneliti secara empiris sejauh mana hambatan bahasa memengaruhi pemahaman perjanjian pra‑nikah bagi pihak asing di Indonesia, dengan mengumpulkan data lapangan dari notaris dan pasangan internasional untuk mengidentifikasi kebutuhan terjemahan yang efektif; selanjutnya, studi komparatif dapat memperluas analisis faktor‑vitiating dengan memasukkan yurisdiksi hukum umum lain seperti Australia atau Kanada, guna menilai perbedaan pendekatan terhadap misrepresentasi fraudulens dan implikasinya terhadap keadilan kontraktual; terakhir, evaluasi kebijakan dapat difokuskan pada efektivitas prosedur terpisah dalam pembagian harta setelah pembatalan perjanjian, dengan menguji apakah proses litigasi terpisah menghasilkan penyelesaian yang lebih adil dan cepat dibandingkan mekanisme integrasi, sehingga memberikan dasar reformasi legislasi yang lebih responsif terhadap realitas praktis pasangan yang mengalami pembatalan.

  1. PERJANJIAN PERKAWINAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: INSTRUMEN MENUJU KELUARGA BAHAGIA DAN HARMONIS |... doi.org/10.20885/ijiis.vol.6.iss2.art7PERJANJIAN PERKAWINAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM INSTRUMEN MENUJU KELUARGA BAHAGIA DAN HARMONIS doi 10 20885 ijiis vol 6 iss2 art7
  2. Pembatasan Kebebasan Berkontrak pada Perjanjian tidak Bernama dalam Bentuk Akta Notaris | UNES Law Review.... review-unes.com/index.php/law/article/view/861Pembatasan Kebebasan Berkontrak pada Perjanjian tidak Bernama dalam Bentuk Akta Notaris UNES Law Review review unes index php law article view 861
  3. Financial remedy outcomes on divorce in England and Wales: Not a 'meal ticket for life'. financial... doi.org/10.17863/CAM.30848Financial remedy outcomes on divorce in England and Wales Not a meal ticket for life financial doi 10 17863 CAM 30848
Read online
File size301.75 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test