UMTSUMTS
Jurnal Ilmiah Muqoddimah : Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan HumanioraJurnal Ilmiah Muqoddimah : Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan HumanioraDelinkuensi anak merupakan fenomena multidimensi yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk tanggung jawab kolektif antara keluarga, masyarakat, dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) kontribusi faktor keluarga (pola asuh, struktur keluarga) dan lingkungan sosial (status ekonomi, pengaruh teman sebaya), (2) tanggung jawab perkembangan kognitif anak berdasarkan kelompok usia (0-12 tahun dan 12-18 tahun), serta (3) implikasi kebijakan holistik. Metode penelitian menggabungkan tinjauan literatur sistematis dan analisis teoritis dari perspektif kriminologi (Teori Disorganisasi Sosial Shaw & McKay, Teori Kontrol Sosial Hagan, dan Teori Subkultur Cohen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% kasus delinkuensi terkait dengan faktor eksternal seperti keluarga broken home (OR=2.1; p<0.05) dan kemiskinan (β=0.34), sementara anak usia 12-18 tahun memiliki tanggung jawab parsial (15-20%) sesuai perkembangan kognitifnya (Piaget, 2010). Solusi efektif memerlukan pendekatan terpadu, termasuk program parenting berbasis bukti, rehabilitasi komunitas, dan revisi kebijakan perlindungan anak. Temuan ini memperkuat argumen bahwa delinkuensi anak adalah kegagalan sistemik, bukan semata kesalahan individu.
Berdasarkan analisis komprehensif terhadap faktor-faktor delinkuensi anak, penelitian ini menyimpulkan tiga temuan utama.pertama, pembagian tanggung jawab delinkuensi anak terbukti bersifat developmental.Pada kelompok usia 0-12 tahun, tanggung jawab sepenuhnya bersifat eksternal (100%) karena keterbatasan kapasitas kognitif, sementara pada remaja 12-18 tahun, meskipun faktor eksternal masih dominan (80-85%), telah muncul tanggung jawab kognitif individu (15-20%).Kedua, analisis faktor eksternal mengungkapkan dua determinan struktural kritis.disfungsi keluarga (khususnya broken home) dan deprivasi ekonomi.Ketiga, sintesis perspektif teoretik menghasilkan model integratif baru yang menjelaskan delinkuensi anak sebagai hasil interaksi antara kerentanan struktural, pelemahan kontrol sosial, dan pembentukan identitas subkultur.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal untuk menganalisis dampak media digital terhadap perilaku delinkuen pada remaja, termasuk peran platform digital dalam pembentukan subkultur delinkuen. Kedua, penelitian mendalam diperlukan untuk memahami variasi faktor delinkuensi di berbagai wilayah di Indonesia, dengan mempertimbangkan konteks sosial-kultural yang spesifik. Ketiga, penelitian perlu mengeksplorasi efektivitas program intervensi berbasis komunitas yang melibatkan partisipasi aktif keluarga dan tokoh masyarakat dalam pencegahan delinkuensi anak. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika delinkuensi anak dan menginformasikan pengembangan kebijakan yang lebih efektif.
| File size | 475.14 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIQ ALMULTAZAMSTIQ ALMULTAZAM Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa nilai QS. Luqman:13 mengarahkanPendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa nilai QS. Luqman:13 mengarahkan
STAIDHISTAIDHI Rendahnya literasi digital orangtua atau pengasuh berimbas pada kurangnya pengawasan dan pendampingan pada anak khususnya saat menggunakan gawai. Hal iniRendahnya literasi digital orangtua atau pengasuh berimbas pada kurangnya pengawasan dan pendampingan pada anak khususnya saat menggunakan gawai. Hal ini
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Analisis menggunakan uji Spearman rank menunjukkan korelasi signifikan (p = 0,000; r = 0,617) antara pola asuh dan kemandirian personal hygieneAnalisis menggunakan uji Spearman rank menunjukkan korelasi signifikan (p = 0,000; r = 0,617) antara pola asuh dan kemandirian personal hygiene
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Semakin baik peran ibu dalam memberikan perhatian, mengelola konflik antar saudara, dan memenuhi kebutuhan emosional anak, semakin rendah kemungkinan terjadinyaSemakin baik peran ibu dalam memberikan perhatian, mengelola konflik antar saudara, dan memenuhi kebutuhan emosional anak, semakin rendah kemungkinan terjadinya
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Latar Belakang: Kemampuan sosialisasi merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh anak prasekolah agar mereka dapat mengolah emosi, mampu bergaul, menumbuhkanLatar Belakang: Kemampuan sosialisasi merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh anak prasekolah agar mereka dapat mengolah emosi, mampu bergaul, menumbuhkan
MEDIKASUHERMANMEDIKASUHERMAN Permasalahan yang sering terjadi masih banyak anak yang gagal dalam pelaksanaan toilet training. Hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan danPermasalahan yang sering terjadi masih banyak anak yang gagal dalam pelaksanaan toilet training. Hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan
SARI MUTIARASARI MUTIARA Rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga tentang stunting merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya stunting selain dikarenakan rendahnya asupan nutrisi,Rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga tentang stunting merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya stunting selain dikarenakan rendahnya asupan nutrisi,
ITKESWHSITKESWHS Kegiatan edukasi pijat bayi dan pemantauan tumbuh kembang dapat dilaksanakan dengan baik meskipun belum semua peserta mampu memperagakan prosedur pijatKegiatan edukasi pijat bayi dan pemantauan tumbuh kembang dapat dilaksanakan dengan baik meskipun belum semua peserta mampu memperagakan prosedur pijat
Useful /
LINKPUBLINKPUB Kesimpulan yang dapat ditarik adalah aparat desa dan masyarakat dapat memaksimalkan koordinasi sehingga program dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Kesimpulan yang dapat ditarik adalah aparat desa dan masyarakat dapat memaksimalkan koordinasi sehingga program dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
UMTSUMTS Temuan penting lainnya adalah marginalisasi identitas maritim. Nelayan sebagai aktor fundamental dalam budaya pesisir yang belum terintegrasi secara substantifTemuan penting lainnya adalah marginalisasi identitas maritim. Nelayan sebagai aktor fundamental dalam budaya pesisir yang belum terintegrasi secara substantif
UMTSUMTS Namun demikian, praktik interaksi inklusif di lapangan belum sepenuhnya optimal. Masih terdapat kecenderungan mahasiswa untuk membentuk kelompok homogenNamun demikian, praktik interaksi inklusif di lapangan belum sepenuhnya optimal. Masih terdapat kecenderungan mahasiswa untuk membentuk kelompok homogen
UMTSUMTS Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi hak atas fasilitas pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Lombok Timur berdasarkanPenelitian ini menunjukkan bahwa implementasi hak atas fasilitas pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Lombok Timur berdasarkan