DINASTIRESDINASTIRES

Journal of Law, Politic and HumanitiesJournal of Law, Politic and Humanities

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan transformasi digital dalam penanganan kasus kekerasan seksual di institusi pendidikan tinggi dengan menekankan peran satuan tugas perlindungan dan bantuan melalui perspektif kebijakan feminis. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Data dianalisis dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan peluang dalam memperkuat mekanisme pelaporan dan bantuan berbasis digital. Temuan menunjukkan bahwa keberadaan sistem pelaporan digital berkontribusi pada peningkatan aksesibilitas dan kerahasiaan bagi korban, namun masih menghadapi hambatan terkait jangkauan, sumber daya manusia, dan keberlanjutan teknologi. Peran satuan tugas terbukti krusial dalam memastikan bantuan berpusat pada korban, meskipun pembangunan kapasitas dan dukungan institusional tetap diperlukan untuk kinerja sistem yang optimal. Secara keseluruhan, transformasi digital berpotensi menjadi instrumen strategis dalam menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman, adil, dan responsif bagi korban.

Penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital berperan penting dalam memperluas akses pelaporan dan memperkuat mekanisme bantuan bagi korban kekerasan seksual di perguruan tinggi, meskipun efektivitasnya belum optimal karena kendala teknis, keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya kesadaran, dan hambatan budaya.Peran Satgas PPKS terbukti krusial dalam menindaklanjuti laporan digital dengan bantuan nyata, dan keberhasilan transformasi digital sangat dipengaruhi oleh kapasitas Satgas, dukungan institusional, serta komitmen pimpinan universitas.Dengan pendekatan kebijakan feminis, sistem pelaporan harus dirancang berpusat pada kebutuhan korban, serta didukung oleh peningkatan kapasitas Satgas, jaminan kerahasiaan data, sosialisasi luas, dan regulasi yang konsisten.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi tiga arah utama. Pertama, bagaimana desain antarmuka yang lebih ramah pengguna pada sistem pelaporan digital memengaruhi tingkat partisipasi korban; hal ini dapat diuji melalui eksperimen A/B dengan variasi bahasa, tata letak, dan tingkat kerumitan formulir. Kedua, sejauh mana penerapan kecerdasan buatan untuk penyaringan awal laporan (triage AI) dapat mempercepat proses verifikasi dan penanganan, serta mengurangi beban kerja Satgas PPKS; studi kasus pada beberapa universitas dapat memberikan data kuantitatif tentang waktu respons dan akurasi. Ketiga, melakukan studi longitudinal yang membandingkan hasil psikologis dan sosial korban yang memperoleh bantuan melalui kanal digital versus bantuan tatap muka tradisional, untuk menilai dampak jangka panjang pada pemulihan trauma dan kepuasan layanan; pendekatan mixed‑methods dengan survei dan wawancara mendalam selama dua hingga tiga tahun akan memberikan gambaran komprehensif. Dengan menjawab ketiga pertanyaan tersebut, penelitian dapat memberikan rekomendasi berbasis bukti yang lebih tepat untuk memperkuat kebijakan feminis, meningkatkan kapasitas Satgas, dan memastikan keberlanjutan transformasi digital dalam penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi.

Read online
File size312.8 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test