DINASTIRESDINASTIRES

Journal of Law, Politic and HumanitiesJournal of Law, Politic and Humanities

Penelitian ini menyelidiki modus operandi child grooming yang memanfaatkan identitas palsu (faker) dalam komunitas roleplayer (RP) online, serta menganalisis perlindungan hukum dan dampak psikologis terhadap korban. Dengan pendekatan yuridis normatif, penelitian menemukan bahwa pelaku membangun hubungan emosional secara sistematis dengan korban anak melalui identitas palsu untuk tujuan eksploitasi. Praktik faker ini terbukti menyebabkan trauma psikologis mendalam dan kehancuran mental. Secara yuridis, tindakan ini dapat dituntut melalui Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Undang-Undang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang ITE. Hasil penelitian menegaskan pentingnya literasi digital, pengawasan orang tua, dan dukungan psikologis berkelanjutan bagi korban. Disarankan perlu adanya kebijakan platform yang lebih protektif dan adaptasi hukum yang responsif terhadap kejahatan siber ini.

Penelitian ini membuka mata bahwa child grooming dalam komunitas roleplay (RP) memiliki modus operandi licik, di mana pemalsuan identitas (faker) digunakan sebagai senjata utama untuk memanipulasi korban anak.Temuan terpenting adalah bagaimana pelaku memanfaatkan celah psikologis korban, seperti kebutuhan akan validasi dan rasa aman, untuk melancarkan aksinya.Penelitian membuktikan bahwa luka psikologis akibat penipuan dan pengkhianatan emosional dapat sama berbahaya, bahkan lebih dalam, daripada kekerasan fisik.Hughes tentang child grooming dan analisis hukum yang menggabungkan KUHP, Undang-Undang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang ITE terbukti efektif dalam menjawab masalah ini, yaitu menganalisis modus operandi secara menyeluruh serta menganalisis kerangka hukum yang relevan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan melakukan survei berskala besar dan wawancara mendalam yang melibatkan lebih banyak pelaku, korban, dan anggota komunitas RP. Studi mendatang juga perlu menyelidiki peran platform media sosial dan algoritmanya dalam menciptakan lingkungan yang rentan terhadap child grooming, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih konkret untuk meningkatkan literasi digital dan pengawasan orang tua.

  1. Vol. 6 No. 1 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities | Journal of Law, Politic and Humanities.... doi.org/10.38035/jlph.v6i1Vol 6 No 1 2025 JLPH Journal of Law Politic and Humanities Journal of Law Politic and Humanities doi 10 38035 jlph v6i1
Read online
File size838.16 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test