DAARULHUDADAARULHUDA
Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)Penelitian ini membahas kedudukan perjanjian kerja dalam sistem hukum ketenagakerjaan, dengan fokus pada hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha. Melalui metode penelitian hukum normatif, kajian ini menganalisis peraturan perundang-undangan dan doktrin hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian kerja, meskipun berlandaskan asas kebebasan berkontrak (Pasal 1338 KUH Perdata), memiliki karakter khusus karena bersifat subordinatif, di mana pekerja berada di bawah perintah pengusaha. Oleh sebab itu, kebebasan berkontrak dalam hubungan kerja dibatasi oleh ketentuan hukum ketenagakerjaan guna melindungi pekerja yang memiliki posisi tawar lemah. Hubungan kerja menimbulkan hak dan kewajiban timbal balik yang harus dijalankan secara adil, proporsional, dan berlandaskan itikad baik. Dengan demikian, perjanjian kerja tidak hanya mengikat secara hukum, tetapi juga berfungsi sebagai sarana mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan tenaga kerja.
Perjanjian kerja merupakan salah satu bentuk perjanjian perdata yang memiliki karakteristik khusus karena melibatkan unsur perintah, upah, pekerjaan, serta waktu.Keempat unsur tersebut menjadikan perjanjian kerja berbeda dari perjanjian perdata lainnya, sebab hubungan hukum yang lahir di dalamnya bersifat subordinatif, yaitu adanya posisi pekerja yang berada di bawah arahan dan pengawasan pengusaha.Oleh karena itu, walaupun perjanjian kerja didasarkan pada asas kebebasan berkontrak sebagaimana diatur dalam Pasal 1338 KUH Perdata, penerapannya tetap harus memperhatikan prinsip keadilan sosial dan perlindungan terhadap pekerja yang secara posisi ekonomi dan sosial lebih lemah.Kedudukan perjanjian kerja dalam sistem hukum Indonesia menunjukkan adanya perpaduan antara hukum perdata dan hukum ketenagakerjaan.Dalam ranah hukum perdata, perjanjian kerja berlandaskan pada konsep kesepakatan dan kehendak bebas para pihak (Pasal 1320 KUH Perdata).Namun dalam praktiknya, kebebasan tersebut dibatasi oleh ketentuan hukum ketenagakerjaan yang bertujuan melindungi hak-hak dasar pekerja, seperti hak atas upah layak, waktu kerja yang manusiawi, jaminan sosial, dan perlindungan keselamatan kerja.Dengan demikian, hukum ketenagakerjaan berperan sebagai instrumen korektif terhadap ketidakseimbangan hubungan antara pekerja dan pengusaha.Dari sisi hak dan kewajiban, pengusaha berhak memperoleh hasil kerja yang sesuai perjanjian serta memiliki kewenangan untuk mengatur tata tertib dan pelaksanaan pekerjaan di lingkungan kerjanya.Namun di sisi lain, pengusaha wajib membayar upah secara layak dan tepat waktu, menyediakan perlindungan terhadap keselamatan kerja, serta menjamin kondisi kerja yang manusiawi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.Sedangkan pekerja berhak memperoleh perlakuan adil, upah yang layak, jaminan sosial, serta kesempatan untuk berkembang, tetapi juga berkewajiban menjalankan pekerjaan dengan itikad baik, menaati peraturan perusahaan, dan menjaga kerahasiaan perusahaan.Inti persoalan dalam hubungan kerja terletak pada keseimbangan antara kepentingan ekonomi pengusaha dan perlindungan terhadap pekerja sebagai subjek hukum yang lebih lemah.Keseimbangan ini hanya dapat tercapai apabila pelaksanaan perjanjian kerja dilakukan berdasarkan prinsip keadilan, kepatutan, dan itikad baik.Oleh sebab itu, negara melalui instrumen hukum ketenagakerjaan berperan penting untuk mengawasi dan memastikan agar perjanjian kerja tidak menjadi alat eksploitasi, melainkan sarana untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan berkelanjutan.Secara keseluruhan, perjanjian kerja dalam perspektif hukum perdata bukan hanya berfungsi sebagai alat pengikat hukum antara pekerja dan pengusaha, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang menjamin kepastian hukum, perlindungan, dan kesejahteraan bagi pekerja, sekaligus mendukung produktivitas dan stabilitas dalam dunia usaha.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam mengenai implikasi hukum dari perjanjian kerja yang tidak memenuhi syarat sahnya perjanjian, khususnya dalam konteks hukum ketenagakerjaan. Kedua, penelitian dapat fokus pada analisis perbandingan antara perjanjian kerja yang dibuat secara tertulis dan lisan, serta implikasi hukumnya terhadap hak dan kewajiban pekerja. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran dan tanggung jawab negara dalam memastikan pelaksanaan perjanjian kerja yang adil dan melindungi hak-hak pekerja, khususnya dalam konteks hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.
| File size | 307.78 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Indikator capaian kegiatan pengabdian ini kualitas sumber daya manusia dalam hal ini guru sekolah menengah tentang muatan materi pengantar akuntansi danIndikator capaian kegiatan pengabdian ini kualitas sumber daya manusia dalam hal ini guru sekolah menengah tentang muatan materi pengantar akuntansi dan
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Oleh karena itu, solusi dan rekomendasi yang diberikan untuk meningkatkan implementasi hukum bisnis dan praktik bisnis yang etis di Indonesia antara lainOleh karena itu, solusi dan rekomendasi yang diberikan untuk meningkatkan implementasi hukum bisnis dan praktik bisnis yang etis di Indonesia antara lain
POLTEKPELSULUTPOLTEKPELSULUT Dari hasil analisa aplikasi vessel finder dan regulasi terkait, diperoleh data kebutuhan awak kapal global dan domestik, serta SDM pelabuhan yang memerlukanDari hasil analisa aplikasi vessel finder dan regulasi terkait, diperoleh data kebutuhan awak kapal global dan domestik, serta SDM pelabuhan yang memerlukan
STAIYPIQBAUBAUSTAIYPIQBAUBAU Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini sudah dilaksanakan dengan baik. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini antara lain. Kegiatan pengabdian masyarakatPelaksanaan kegiatan pengabdian ini sudah dilaksanakan dengan baik. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini antara lain. Kegiatan pengabdian masyarakat
STAISAMSTAISAM Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui dokumentasi dan observasi mendalam pada teks serta visual peringatan darurat. HasilnyaMenggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui dokumentasi dan observasi mendalam pada teks serta visual peringatan darurat. Hasilnya
NASKAHACEHNASKAHACEH Proses pemesanan, penjualan, dan manajemen stok dapat dilakukan secara cepat dan akurat, sehingga mendukung monitoring usaha dan peningkatan omset penjualanProses pemesanan, penjualan, dan manajemen stok dapat dilakukan secara cepat dan akurat, sehingga mendukung monitoring usaha dan peningkatan omset penjualan
STAISAMSTAISAM Pemasaran digital mencakup berbagai macam elemen yang berbeda seperti media sosial, situs web, mesin pencari, dan kampanye iklan online. Jurnal ini memperkenalkanPemasaran digital mencakup berbagai macam elemen yang berbeda seperti media sosial, situs web, mesin pencari, dan kampanye iklan online. Jurnal ini memperkenalkan
STAISAMSTAISAM Pentingnya kontribusi Jürgen Habermas dalam mengembangkan teori hermeneutika, khususnya dalam menyeimbangkan antara obyektifitas dan subyektifitas, idealitasPentingnya kontribusi Jürgen Habermas dalam mengembangkan teori hermeneutika, khususnya dalam menyeimbangkan antara obyektifitas dan subyektifitas, idealitas
Useful /
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian ini menganalisis Non-Consensual AI-Generated Sexual Content sebagai bentuk digital voyeurism dalam perspektif hukum pidana Indonesia. DenganPenelitian ini menganalisis Non-Consensual AI-Generated Sexual Content sebagai bentuk digital voyeurism dalam perspektif hukum pidana Indonesia. Dengan
DAARULHUDADAARULHUDA Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun OTT tetap efektif sebagai alat bukti awal dalam mengungkap korupsi sistemik, implementasinya menghadapi tantanganHasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun OTT tetap efektif sebagai alat bukti awal dalam mengungkap korupsi sistemik, implementasinya menghadapi tantangan
UMKLAUMKLA Selanjutnya, Tesseract OCR Engine digunakan untuk mengubah citra menjadi teks mentah, yang kemudian diurai (parsing) menggunakan Regular Expressions (Regex)Selanjutnya, Tesseract OCR Engine digunakan untuk mengubah citra menjadi teks mentah, yang kemudian diurai (parsing) menggunakan Regular Expressions (Regex)
STIE PORTNUMBAYSTIE PORTNUMBAY Kegiatan pengabdian seperti ini dapat dilakukan secara rutin setiap tahun, tidak hanya untuk urusan aset, ekonomi, keuangan, dan pembangunan, tetapi jugaKegiatan pengabdian seperti ini dapat dilakukan secara rutin setiap tahun, tidak hanya untuk urusan aset, ekonomi, keuangan, dan pembangunan, tetapi juga