DINASTIRESDINASTIRES

Journal of Law, Politic and HumanitiesJournal of Law, Politic and Humanities

Kemajuan teknologi blockchain telah menciptakan tantangan bagi kerangka regulasi tradisional terkait perlindungan konsumen di ekosistem aset kripto. Artikel ini menyelidiki dikotomi antara mekanisme tata kelola on-chain yang tertanam dalam protokol blockchain dan pendekatan regulasi off-chain yang diterapkan oleh otoritas negara. Melalui penelitian hukum normatif dan analisis komparatif praktik regulasi internasional, studi ini mengidentifikasi kesenjangan kritis dalam kerangka regulasi aset kripto Indonesia saat ini. Penelitian ini mengungkapkan bahwa melalui pendekatan komoditas pemerintah, regulasi saat ini tidak dapat mengatasi tata kelola teknologi yang melekat dalam sistem blockchain seperti kontrak pintar, protokol terdesentralisasi, dan mekanisme konsensus otomatis. Studi ini mengusulkan konstruksi regulasi hibrida yang mensinkronkan tata kelola teknologi dengan regulasi negara tradisional untuk menciptakan perlindungan konsumen yang komprehensif. Temuan menunjukkan bahwa dengan mengintegrasikan mekanisme kepatuhan on-chain dengan pengawasan off-chain dapat meningkatkan keamanan konsumen sambil mempertahankan momentum inovasi. Penelitian ini berkontribusi pada studi hukum digital dengan menyediakan model regulasi yang sesuai untuk sistem hukum Indonesia dan konteks pasar berkembang yang lebih luas.

Rekonstruksi regulasi aset kripto melalui mekanisme on-chain dan off-chain yang terintegrasi mewakili pergeseran paradigma fundamental dalam cara kerangka regulasi dapat mengatasi sistem keuangan yang dimediasi teknologi.Kerangka regulasi hibrida yang diusulkan menawarkan jalur yang layak bagi Indonesia untuk menyeimbangkan promosi inovasi blockchain dengan mekanisme perlindungan konsumen yang kuat yang mengatasi risiko dan peluang unik yang ditawarkan oleh ekosistem aset kripto.Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan regulasi tradisional, meskipun diperlukan, tidak cukup untuk mengatasi tantangan tata kelola komprehensif yang ditimbulkan oleh teknologi blockchain dan sistem keuangan terdesentralisasi.Regulasi yang efektif membutuhkan integrasi canggih antara mekanisme tata kelola teknologi dengan kerangka hukum tradisional, menciptakan sistem terkoordinasi yang dapat mengatasi risiko dan melindungi konsumen terlepas dari apakah kegiatan terjadi melalui mekanisme sentralisasi atau terdesentralisasi.Sukses pendekatan ini sangat bergantung pada komitmen berkelanjutan untuk implementasi di berbagai lembaga regulasi, investasi signifikan dalam pembangunan kapasitas institusi, dan kerja sama internasional berkelanjutan untuk mengatasi sifat global pasar aset kripto.Penekanan kerangka pada pencegahan daripada penegakan reaktif mewakili pergeseran penting menuju perlindungan konsumen proaktif yang dapat mengurangi kemungkinan kerugian konsumen yang signifikan sambil mempertahankan ruang untuk inovasi yang menguntungkan.Penelitian masa depan harus fokus pada validasi empiris efektivitas kerangka yang diusulkan setelah diimplementasikan, analisis komparatif kinerja pendekatan serupa di yurisdiksi lain, dan penyempurnaan berkelanjutan kerangka untuk mengatasi teknologi dan perkembangan pasar yang muncul.Integrasi mekanisme tata kelola teknologi dan hukum mewakili langkah penting menuju penciptaan sistem keuangan yang tangguh dan inklusif yang dapat memanfaatkan manfaat inovasi blockchain sambil mempertahankan perlindungan yang tepat untuk konsumen yang berpartisipasi dalam sistem ini.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis komparatif yang menyeluruh tentang bagaimana pendekatan regulasi yang serupa diterapkan dan berfungsi di yurisdiksi lain, terutama di negara-negara berkembang yang menghadapi tantangan serupa dalam mengatur aset kripto. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana kerangka regulasi yang diusulkan dapat diadaptasi untuk mengatasi teknologi blockchain yang terus berkembang dan inovasi pasar yang muncul. Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki bagaimana kerangka ini dapat diterapkan secara efektif di Indonesia, dengan mempertimbangkan tantangan dan peluang spesifik yang dihadapi negara dalam mengatur aset kripto sambil mempromosikan inovasi keuangan yang berkelanjutan.

  1. A Research Agenda for Financial Law and Regulation | Elgar Online: The online content platform for Edward... elgaronline.com/view/book/9781803929996/9781803929996.xmlA Research Agenda for Financial Law and Regulation Elgar Online The online content platform for Edward elgaronline view book 9781803929996 9781803929996 xml
  2. NAVIGATING THE TRANSFORMATIVE POTENTIAL AND LEGAL CHALLENGES OF CRYPTOCURRENCIES AND BLOCKCHAIN TECHNOLOGY... doi.org/10.69849/revistaft/ar10202012011050NAVIGATING THE TRANSFORMATIVE POTENTIAL AND LEGAL CHALLENGES OF CRYPTOCURRENCIES AND BLOCKCHAIN TECHNOLOGY doi 10 69849 revistaft ar10202012011050
  3. Anti-money laundering laws: a thorn in the side of decentralised digital assets among the Four Asian... doi.org/10.13135/2785-7867/7443Anti money laundering laws a thorn in the side of decentralised digital assets among the Four Asian doi 10 13135 2785 7867 7443
Read online
File size313.29 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test