DOKICTIDOKICTI

Journal of Sharia and Legal ScienceJournal of Sharia and Legal Science

Pemilihan presiden secara langsung merupakan bagian dari sistem demokrasi Indonesia yang bertujuan memberi legitimasi kepada pemimpin melalui partisipasi rakyat. Namun, praktik pemilu masih menghadapi berbagai permasalahan seperti politik uang, kampanye hitam, dan manipulasi suara yang dapat mengganggu integritas proses demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pemilihan presiden secara langsung dalam perspektif fiqih siyasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hukum normatif, melalui studi kepustakaan (library research) dan pendekatan normatif-yuridis. Analisis dilakukan terhadap regulasi hukum seperti Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Pemilu, serta literatur hukum Islam dan fiqih siyasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pemilu telah diatur secara sistematis, mulai dari pendaftaran calon, verifikasi oleh KPU, kampanye, pemungutan suara, hingga pengumuman hasil. Namun, tantangan etik dan teknis tetap muncul dalam pelaksanaannya. Dalam perspektif fiqih siyasah, praktik pemilu langsung di Indonesia perlu ditinjau ulang agar lebih mencerminkan nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan kemaslahatan umum. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan sistemik seperti penguatan pengawasan, pendidikan politik berbasis etika Islam, serta penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelanggaran. Dengan demikian, pemilihan presiden diharapkan dapat berjalan lebih bersih, adil, dan sesuai prinsip-prinsip syariah.

Mekanisme pemilihan presiden langsung di Indonesia telah diatur secara prosedural, namun tantangan seperti politik uang, manipulasi suara, dan kampanye hitam menimbulkan keraguan terhadap integritas pemilu.Perlu adanya perbaikan untuk mencapai pemilihan yang lebih bersih dan berintegritas.Reformasi regulasi dan peningkatan pengawasan serta pendidikan politik berbasis nilai Islam dapat membantu memitigasi permasalahan tersebut.

Sebuah penelitian lanjutan dapat meninjau secara empiris dampak pendidikan politik berbasis nilai Islam terhadap perilaku pemilih dalam electoral campaign, menanyakan apakah kurikulum tersebut dapat menurunkan tingkat partisipasi dalam praktik politik uang. Selain itu, studi selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas lembaga pengawas independen yang diberdayakan oleh tokoh masyarakat sipil dan ulama, dengan meneliti apakah intervensi mereka meningkatkan kepercayaan publik terhadap integritas proses pemilu. Akhirnya, penelitian lain dapat membandingkan sistem pemilihan presiden langsung di Indonesia dengan negara-negara muslim lainnya yang menerapkan prinsip fiqih siyasah, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat disesuaikan dengan konteks hukum dan budaya Indonesia. Semua saran ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang interaksi antara nilai-nilai Islam dan mekanisme demokratis serta menumbuhkan solusi praktis bagi reforma pemilu di masa depan.

  1. Kajian Fikih Siyasah Pada Mekanisme Pemilihan Presiden Secara Langsung | Journal of Sharia and Legal... doi.org/10.61994/jsls.v3i1.896Kajian Fikih Siyasah Pada Mekanisme Pemilihan Presiden Secara Langsung Journal of Sharia and Legal doi 10 61994 jsls v3i1 896
Read online
File size110.41 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test