DINASTIRESDINASTIRES

Journal of Law, Politic and HumanitiesJournal of Law, Politic and Humanities

Penelitian ini menganalisis dampak perubahan skema kontrak dari bagi hasil produksi menjadi Gross Split terhadap investasi di sektor hulu minyak dan gas Indonesia menggunakan pendekatan yuridis normatif. Transformasi kebijakan ini merupakan respons pemerintah terhadap kompleksitas administratif dan ketidakpastian yang melekat pada skema kontrak bagi hasil produksi konvensional yang telah berlaku lebih dari lima dekade. Metode penelitian menggunakan analisis isi terhadap undang-undang dan peraturan, dokumen kebijakan, serta literatur terkait untuk mengevaluasi efektivitas implementasi skema Gross Split. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Gross Split telah berhasil menciptakan kerangka peraturan yang lebih sederhana, transparan, dan dapat diprediksi dibandingkan sistem sebelumnya. Penghapusan mekanisme pemulihan biaya (cost recovery) yang kompleks telah mengurangi ketidakpastian regulasi dan mempercepat pengambilan keputusan investasi. Evaluasi iklim investasi mengindikasikan peningkatan aktivitas eksplorasi, perbaikan prediktabilitas arus kas, dan peningkatan akses pembiayaan bagi kontraktor. Namun, tantangan masih ada dalam adaptasi, kompleksitas faktor pembagian (split factors), dan penerimaan pasar yang memerlukan perbaikan berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan pengembangan mekanisme tinjauan sistematis, penguatan infrastruktur regulasi, dan peningkatan fleksibilitas skema untuk mengoptimalkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi minyak dan gas global. Skema Gross Split berpotensi menjadi model terdepan untuk pengelolaan sektor hulu minyak dan gas yang berkelanjutan.

Pergeseran dari sistem kontrak bagi hasil produksi ke Gross Split di sektor hulu migas Indonesia telah menciptakan kerangka regulasi yang lebih sederhana, transparan, dan prediktif, dengan menghilangkan mekanisme cost recovery yang kompleks.Implementasi Gross Split menunjukkan dampak positif signifikan pada iklim investasi, terlihat dari peningkatan aktivitas eksplorasi, prediktabilitas arus kas, dan akses pembiayaan, meskipun masih ada tantangan adaptasi.Untuk mengoptimalkan skema ini dan meningkatkan daya saing, diperlukan pengembangan mekanisme tinjauan split factors yang sistematis, penguatan infrastruktur regulasi, serta peningkatan fleksibilitas dan integrasi dengan kebijakan energi nasional yang lebih luas.

Mengingat dokumen ini lebih fokus pada aspek hukum dan regulasi, penelitian selanjutnya dapat memperdalam analisis ke dimensi operasional dan ekonomi mikro. Sebuah studi bisa mengevaluasi secara kuantitatif bagaimana skema Gross Split secara spesifik mempengaruhi kinerja keuangan mikro perusahaan kontraktor migas di Indonesia, termasuk analisis efisiensi biaya, profitabilitas proyek, dan dampaknya terhadap keputusan investasi jangka panjang mereka, yang tidak dibahas secara rinci dalam dokumen ini. Selain itu, penting juga untuk meneliti dampak lingkungan dari implementasi Gross Split, khususnya dalam mendorong praktik eksplorasi dan produksi yang lebih berkelanjutan, serta membandingkannya dengan era kontrak bagi hasil produksi. Ini bisa mencakup analisis penggunaan teknologi hijau dan pengurangan jejak karbon yang diakibatkan oleh insentif skema baru. Penelitian lain dapat berfokus pada pengembangan model matematis atau simulasi yang lebih canggih untuk mengoptimalkan faktor pembagian (split factors) Gross Split agar lebih dinamis dan adaptif terhadap perubahan harga minyak global, kemajuan teknologi eksplorasi, dan biaya operasional yang sesungguhnya. Model ini dapat membantu menjaga keseimbangan antara daya tarik investasi dan pendapatan negara dalam berbagai skenario pasar. Terakhir, karena dokumen ini menyebutkan tantangan penerimaan pasar dan kompetisi global, studi lanjutan yang berharga adalah melakukan analisis komparatif mendalam mengenai persepsi dan respons investor internasional terhadap skema Gross Split Indonesia dibandingkan dengan rezim fiskal migas di negara-negara produsen lainnya, dengan mempertimbangkan aspek stabilitas politik, kebijakan lokal konten, dan transisi energi global. Hasilnya dapat memberikan wawasan strategis untuk menyempurnakan skema Gross Split agar tetap kompetitif dan menarik investasi berkualitas di masa depan.

  1. The simplification of Upstream Oil and Gas Business license in Indonesia | Research, Society and Development.... doi.org/10.33448/rsd-v9i2.1950The simplification of Upstream Oil and Gas Business license in Indonesia Research Society and Development doi 10 33448 rsd v9i2 1950
  2. Gross Split Contract Framework Regulation on the Caring for People | Intaniasari | BESTUUR. gross split... doi.org/10.20961/bestuur.v8i2.43141Gross Split Contract Framework Regulation on the Caring for People Intaniasari BESTUUR gross split doi 10 20961 bestuur v8i2 43141
  3. Economic Valuation and Sensitivity Analysis of Triple Has Prospect Under Gross Split PSC at PT. Pertamina... atlantis-press.com/proceedings/icmae-20/125944588Economic Valuation and Sensitivity Analysis of Triple Has Prospect Under Gross Split PSC at PT Pertamina atlantis press proceedings icmae 20 125944588
Read online
File size342.4 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test