NUSAMANDIRINUSAMANDIRI
Jurnal AbdiMas Nusa MandiriJurnal AbdiMas Nusa MandiriIndonesia dikenal sebagai wilayah agraris dengan beraneka ragam komoditas hasil pertanian dan perkebunan. Komoditas perkebunan seperti tanaman kopi menjadi salah satu produk unggulan yang dihasilkan dari petani di Indonesia. Tanaman kopi banyak tumbuh pada kawasan pengunungan dengan suhu cuaca relatif dingin. Secara georafis kondisi alam menunjang tanaman kopi tumbuh dengan baik meskipun dengan menggunakan teknologi terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan daya saing kelompok petani kopi melalui penerapan teknologi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat. Mitra pengabdian Kelompok Tani Tiwikrama Mukti bergerak pada perkebunan kopi di sekitar desa Mekarmanik. Pohon kopi pada kawasan ini ditanam secara tumpang sari bersama pohon karet yang tumbuh pada lahan milik Perusahaan Milik Negara PERHUTANI. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian memberikan bantuan seperangkat peralatan pemotong rumput dan peralatan penunjang kebun. Peralatan ini dapat membantu para petani membersihkan rumput dan ilalang yang kerap tumbuh di sekitar kebun sehingga menghambat pertumbuhan tanaman kopi. Selain memberikan instrumen alat pertanian, tim pengabdian memberikan simulasi penggunaan alat dan penyuluhan kepada mitra kelompok tani terkait potensi pasar komoditi kopi. Hasil kegiatan pengabdian pada kelompok tani setelah melakukan perawatan kebun dapat meningkatkan produktivitas kopi. Kelompok petani kopi juga lebih memiliki pemahaman berkaitan dengan sirkulasi pemasaran kopi sehingga petani memperoleh imbal balik ekonomi yang lebih optimal.
Kelompok petani kopi menghadapi persoalan tanaman pengganggu yang banyak tumbuh di lahan perkebunan.Tanaman pengganggu menyebar pada lahan sehingga dapat menghambat pertumbuhan tanaman kopi.Lokasi perkebunan yang dikelola kelompok tani cukup luas sehingga menyulitkan bagi petani melakukan pembersihan lahan secara manual.Petani membutuhkan peralatan berupa mesin pemotong rumput yang dapat membantu untuk memangkas tamanam pengganggu di lahan perkebunan.Peralatan mesin pemotong rumput yang diberikan kepada mitra dapat meningkatkan kualitas tanaman kopi sehingga diharapkan dapat mendorong daya saing petani kopi.Seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan kegabdian berharap bantuan berupa peralatan mesin dapat membantu kelompok tani meningkatkan kualitas pemeliharaan tamanan sehingga dapat memberikan hasil produksi kopi lebih meningkat secara kuantitas dan terlebih lagi secara kualitas.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada dampak penggunaan teknologi pertanian terhadap produktivitas dan kualitas tanaman kopi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai aspek, seperti efektivitas penggunaan mesin pemotong rumput dalam membersihkan lahan, pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kopi, dan bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan daya saing petani kopi. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat menyelidiki strategi pemasaran yang optimal untuk komoditi kopi, termasuk analisis rantai pasok dan strategi penetapan harga yang dapat meningkatkan keuntungan petani. Terakhir, studi lanjutan dapat mengeksplorasi potensi pengembangan produk turunan dari biji kopi, seperti kopi olahan atau produk bernilai tambah lainnya, yang dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi petani dan mendorong pertumbuhan industri kopi di Indonesia.
- Peningkatan Ekonomi Petani Kopi Melalui Program Pengelolaan Hutan Bersama MAsyarakat (PHBM) | Tamkin:... doi.org/10.15575/tamkin.v7i1.17228Peningkatan Ekonomi Petani Kopi Melalui Program Pengelolaan Hutan Bersama MAsyarakat PHBM Tamkin doi 10 15575 tamkin v7i1 17228
- PENINGKATAN DAYA SAING KELOMPOK TANI MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI PERTANIAN | Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri.... ejournal.nusamandiri.ac.id/index.php/abdimas/article/view/5433PENINGKATAN DAYA SAING KELOMPOK TANI MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI PERTANIAN Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri ejournal nusamandiri ac index php abdimas article view 5433
- DAMPAK POLA TANAM KOPI TERHADAP PENDAPATAN PETANI (SUATU KASUS DI DESA PULOSARI, KECAMATAN PANGALENGAN,... doi.org/10.25157/ma.v6i1.2742DAMPAK POLA TANAM KOPI TERHADAP PENDAPATAN PETANI SUATU KASUS DI DESA PULOSARI KECAMATAN PANGALENGAN doi 10 25157 ma v6i1 2742
| File size | 794.32 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UBUB Nilai R-squared sebesar 26,58% menunjukkan bahwa terdapat faktor lain, seperti teknologi atau pola tanam, yang memengaruhi produksi padi. Penelitian iniNilai R-squared sebesar 26,58% menunjukkan bahwa terdapat faktor lain, seperti teknologi atau pola tanam, yang memengaruhi produksi padi. Penelitian ini
UBUB Luas panen juga berpengaruh signifikan, dengan peningkatan 1% luas panen menghasilkan kenaikan produksi sebesar 1,078499%. Sementara itu, pada sisi konsumsi,Luas panen juga berpengaruh signifikan, dengan peningkatan 1% luas panen menghasilkan kenaikan produksi sebesar 1,078499%. Sementara itu, pada sisi konsumsi,
UBUB pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Populasi penelitian ini berjumlah 60 orang. Sampel dilakukan secara sensus yaitu sebanyak 60 orang. Analisispada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Populasi penelitian ini berjumlah 60 orang. Sampel dilakukan secara sensus yaitu sebanyak 60 orang. Analisis
UBUB Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel usia, pendidikan, dosis pupuk NPK, dan produksi berpengaruh signifikan terhadap kinerja usaha tani bawang merah,Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel usia, pendidikan, dosis pupuk NPK, dan produksi berpengaruh signifikan terhadap kinerja usaha tani bawang merah,
UNBINUNBIN Proses pengecekan memiliki beberapa kekurangan seperti pengamatan yang harus selalu fokus serta kecepatan pengecekan berfokus kepada SDM yang terampil.Proses pengecekan memiliki beberapa kekurangan seperti pengamatan yang harus selalu fokus serta kecepatan pengecekan berfokus kepada SDM yang terampil.
PPS UNISTIPPS UNISTI Dari sisi demografi, usia dan jenis kelamin juga memengaruhi keterbukaan terhadap teknologi. petani usia produktif dan laki-laki umumnya lebih aktif dalamDari sisi demografi, usia dan jenis kelamin juga memengaruhi keterbukaan terhadap teknologi. petani usia produktif dan laki-laki umumnya lebih aktif dalam
UNUKALTIMUNUKALTIM Pengembangan penelitian selanjutnya disarankan agar mengembangkan aplikasi dengan fitur-fitur yang lebih lengkap agar dapat digunakan pada penjualan modelPengembangan penelitian selanjutnya disarankan agar mengembangkan aplikasi dengan fitur-fitur yang lebih lengkap agar dapat digunakan pada penjualan model
ISTAZISTAZ Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari masyarakat sehingga hasil produksi anak asuh dapat diterima di berbagai institusi, termasuk sekolah danKegiatan ini juga mendapat respons positif dari masyarakat sehingga hasil produksi anak asuh dapat diterima di berbagai institusi, termasuk sekolah dan
Useful /
ISTAZISTAZ Pembuatan majalah ini diharapkan dapat membangun keunggulan dan imajinasi siswa dalam keterampilan, sehingga siswa terdorong dengan kemampuan imajinatifnyaPembuatan majalah ini diharapkan dapat membangun keunggulan dan imajinasi siswa dalam keterampilan, sehingga siswa terdorong dengan kemampuan imajinatifnya
JOMPUJOMPU Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan yang dilakukan dapat diklasifikasikan menjadi tindakPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan yang dilakukan dapat diklasifikasikan menjadi tindak
PPS UNISTIPPS UNISTI Setiap kabupaten/kota di Sumatera Selatan memiliki komoditas pertanian unggulan basis karbohidrat (padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar) dan protein (kedelai,Setiap kabupaten/kota di Sumatera Selatan memiliki komoditas pertanian unggulan basis karbohidrat (padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar) dan protein (kedelai,
UnwahasUnwahas Hipertensi dalam kehamilan (HDK) memengaruhi sekitar 10% dari semua perempuan hamil di seluruh dunia, termasuk preeklampsia, eklampsia, hipertensi gestasional,Hipertensi dalam kehamilan (HDK) memengaruhi sekitar 10% dari semua perempuan hamil di seluruh dunia, termasuk preeklampsia, eklampsia, hipertensi gestasional,