UBUB

Jurnal Ekonomi Pertanian dan AgribisnisJurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap kinerja usaha tani bawang merah dalam program UPLAND (The Development of Integrated Farming System in Upland Areas) di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan dari Agustus hingga Oktober 2024 dengan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Sampel penelitian berjumlah 70 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling dari populasi 250 petani bawang merah peserta program UPLAND yang tersebar dalam 7 kelompok tani. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yaitu usia (X₁), pendidikan (X₂), kebutuhan bibit (X₃), dosis pupuk NPK (X₄), dan produksi (X₅), variabel mediasi tingkat adopsi (Z) serta variabel dependen yaitu peningkatan kinerja usaha tani bawang merah (Y). Analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel usia, pendidikan, dosis pupuk NPK, dan produksi berpengaruh signifikan terhadap kinerja usaha tani bawang merah, sedangkan variabel kebutuhan bibit tidak berpengaruh signifikan. Tingkat adopsi terbukti menjadi variabel mediasi yang sangat signifikan dalam hubungan antara semua variabel independen dengan kinerja usaha tani. Program UPLAND berhasil meningkatkan total produksi bawang merah sebesar 15,56% dari 112,10 ton menjadi 129,54 ton dan meningkatkan pendapatan total petani sebesar 9,53% dari Rp 1.743.270.000 menjadi Rp 1.909.425.000 meskipun terjadi penurunan harga jual bawang merah sebesar 1,24%.

Model penelitian menunjukkan kemampuan prediktif yang sangat baik dengan nilai R‑squared sebesar 0,873, dan variabel usia, pendidikan, dosis pupuk NPK, serta produksi berpengaruh signifikan terhadap kinerja usaha tani bawang merah, sementara kebutuhan bibit tidak berpengaruh signifikan.Tingkat adopsi menjadi variabel mediasi yang sangat signifikan, sehingga program UPLAND meningkatkan produksi bawang merah sebesar 15,56% dan pendapatan petani sebesar 9,53% meskipun harga jual menurun.Respons terhadap program bervariasi antar kelompok tani, dengan perbedaan peningkatan produksi dan pendapatan yang signifikan antar kelompok.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana tingkat pendidikan petani mempengaruhi adopsi teknologi pertanian terpadu di wilayah dataran tinggi lain, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kunci yang mempercepat penyebaran inovasi. Selain itu, diperlukan studi yang merumuskan pedoman dosis pupuk NPK yang optimal berdasarkan karakteristik tanah spesifik di Kecamatan Pujon, guna meningkatkan efisiensi penggunaan input dan hasil produksi. Terakhir, penelitian mengenai diversifikasi tanaman dengan mengintegrasikan komoditas lain yang cocok untuk dataran tinggi dapat memberikan wawasan tentang cara meningkatkan ketahanan ekonomi petani setelah program UPLAND berakhir, khususnya dalam mengurangi ketergantungan pada satu komoditas dan memperkuat pendapatan jangka panjang.

Read online
File size405.59 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test