ISTAZISTAZ

PUDAK: Local Wisdom Community JournalPUDAK: Local Wisdom Community Journal

Tujuan pendampingan adalah untuk membentuk mental wirausaha bagi anak-anak yang berada di panti asuhan. Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari masyarakat sehingga hasil produksi anak asuh dapat diterima di berbagai institusi, termasuk sekolah dan pondok pesantren. Namun, keterbatasan pengetahuan dan pengalaman menyebabkan usaha jahit baju dan bross mengalami kegagalan. Pendampingan ini dilakukan untuk menjawab permasalahan bagaimana memberikan pendampingan kewirausahaan kepada anak di LKSA Al-Amin serta upaya apa yang perlu dilakukan untuk membentuk kemandirian dalam praktik pembuatan baju dan bross. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data dan keabsahan data menggunakan triangulasi. Pendampingan dalam pembuatan baju dan bross merupakan bentuk nyata dalam penguatan soft skill anak. Anak-anak di panti asuhan yang masih produktif memiliki potensi besar untuk berkembang dan mencapai kemandirian ekonomi. Program ini juga bertujuan menciptakan wirausaha muda mandiri yang mampu membuka peluang usaha bagi panti asuhan dan masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan menghasilkan jahitan berdesain kreatif dan kemeja unik, meningkatkan sumber daya anak agar mampu berproduksi, serta berdampak pada pemenuhan kebutuhan anak-anak.

Pelaksanaan program pengabdian masyarakat telah berjalan dengan baik dan sesuai harapan melalui kerja sama tim yang solid serta partisipasi aktif dari narasumber dan mitra.Kegiatan pelatihan motivasi wirausaha terbukti mampu meningkatkan jiwa entrepreneurship anak-anak panti asuhan Al-Amin sebagai upaya mendukung kemandirian berwirausaha.Pendampingan yang mencakup penyusunan rencana bisnis, pelatihan produksi, promosi, pengembangan jaringan pemasaran, dan manajemen keuangan telah memberikan bekal penting bagi anak-anak panti asuhan Al-Amin di Kedungturi.

Pertama, perlu penelitian lanjutan tentang efektivitas pemasaran digital jangka panjang bagi produk hasil kreasi anak panti asuhan, terutama dalam mempertahankan pelanggan dan meningkatkan volume penjualan di marketplace. Kedua, penting untuk mengeksplorasi model pelatihan kewirausahaan berjenjang yang disesuaikan dengan tingkat usia dan pendidikan anak, agar keterampilan yang diajarkan lebih relevan dan mudah dipahami. Ketiga, sebaiknya dikaji lebih dalam bagaimana pendampingan psikososial dapat diperkuat bersamaan dengan pelatihan bisnis untuk membangun kepercayaan diri dan ketahanan mental anak dalam menghadapi tantangan usaha. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar bagi pengembangan program berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membangun fondasi mental dan emosional yang kuat bagi calon wirausaha muda dari latar belakang sosial rentan. Dengan demikian, program pemberdayaan dapat lebih holistik dan berkelanjutan. Studi tentang integrasi pendidikan kewirausahaan ke dalam kurikulum harian panti juga layak dilakukan. Selain itu, eksplorasi terhadap potensi kolaborasi antarpanti asuhan untuk menciptakan jaringan produksi dan pemasaran bersama patut diteliti lebih lanjut. Model pendanaan usaha awal berbasis komunitas atau gotong royong juga bisa menjadi fokus penelitian baru. Penelitian semacam ini akan memperkuat ekosistem kewirausahaan anak dari aspek sosial dan ekonomi. Semua ide ini bertujuan menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kemandirian anak panti asuhan.

Read online
File size199.43 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test