UntikaUntika

CELEBES AgriculturalCELEBES Agricultural

Spodoptera frugiperda (Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan hama utama jagung yang sangat polifag dan telah menyebabkan kehilangan hasil produksi jagung yang cukup signifikan di Indonesia. Penggunaan insektisida sintetik masih menjadi pilihan utama, tetapi efektivitasnya di lapangan terhadap mortalitas larva S. frugiperda ditentukan oleh bahan aktif dan konsentrasi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi beberapa insektisida sintetik berbahan aktif sipermetrin, abamektin, dan kombinasi emamectin benzoat klorfenapir terhadap mortalitas dan respon waktu kematian larva S. frugiperda pada tanaman jagung melalui pengujian laboratorium. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Mortalitas larva diamati pada 6, 12, 24, 36, dan 72 jam setelah perlakuan (JSP) dan dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil menunjukkan bahwa mortalitas terkoreksi pada 72 JSP mencapai 85–100% pada seluruh perlakuan insektisida sintetik, menyebabkan kematian pada larva S. frugiperda dengan gejala berupa penurunan aktivitas makan, kelumpuhan, perubahan warna tubuh, dan mati mengkerut. Kombinasi emamectin benzoat klorfenapir pada konsentasi tertinggi menyebabkan mortalitas 100% dalam 12 JSP, sedangkan sipermetrin mencapai 100% pada 24 JSP dan abamektin menunjukkan peningkatan mortalitas bertahap hingga 72 JSP.

Semua insektisida sintetik menunjukkan efikasi tinggi terhadap mortalitas larva S.Kombinasi emamectin benzoat chlorfenapyr mewujudkan kematian cepat, mencapai 100% dalam 6–12 jam, sedangkan abamectin memerlukan waktu hingga 72 jam untuk mengakumulasi mortalitas 87,5%.Meski secara statistik tidak ada perbedaan signifikan antar perlakuan, perbedaan kecepatan aksi mencerminkan mekanisme kerja aktif yang berbeda, yang penting dipertimbangkan dalam pengendalian lapangan.Validasi lebih lanjut di kondisi lapangan diperlukan sebelum rekomendasi praktis dapat dikeluarkan.

Pertama, uji efektifitas kombinasi emamectin benzoate chlorfenapyr pada skala lapangan dengan variasi dosis dan frekuensi aplikasinya untuk memahami interaksi dengan kondisi lingkungan lokal. Kedua, lakukan penelitian resistensi jangka panjang pada populasi S. frugiperda di berbagai wilayah Indonesia guna memantau potensi munculnya ketahanan terhadap avermectin dan pyrethroid, serta evaluasi strategi rotasi bahan aktif. Ketiga, kembangkan platform pelatihan petani berbasis teknologi digital yang menjelaskan mekanisme kerja dan manfaat penggunaan insektisida berbahan aktif kombinasi, guna meningkatkan adopsi praktik pengendalian yang berkelanjutan dan berorientasi ramah lingkungan.

  1. Laboratory efficacy of selected synthetic insecticides against second instar invasive fall armyworm,... doi.org/10.1371/journal.pone.0265265Laboratory efficacy of selected synthetic insecticides against second instar invasive fall armyworm doi 10 1371 journal pone 0265265
  2. Keefektifan ekstrak daun sirsak, biji bengkuang, dan buah cabai jawa terhadap ulat grayak jagung (Spodoptera... jurnal.pei-pusat.org/index.php/jei/article/view/854Keefektifan ekstrak daun sirsak biji bengkuang dan buah cabai jawa terhadap ulat grayak jagung Spodoptera jurnal pei pusat index php jei article view 854
Read online
File size627.72 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test