UntikaUntika

CELEBES AgriculturalCELEBES Agricultural

Kulit biji kakao merupakan produk samping pengolahan kakao yang mengandung senyawa bioaktif, terutama fenolik, dan berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Namun, informasi mengenai pengaruh waktu penyangraian terhadap kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan pada kulit biji kakao fermentasi masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu penyangraian terhadap kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan kulit biji kakao fermentasi yang berasal dari biji kakao Forastero varietas BR 25 dari Desa Bolang, Kabupaten Enrekang. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium menggunakan drum roaster dengan charge temperature 135°C dan waktu penyangraian 10, 14, 18, dan 22 menit. Waktu penyangraian berpengaruh nyata terhadap kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan. Penyangraian selama 14 menit menghasilkan rerata kandungan total fenol tertinggi (30,1425 mg GAE/g ekstrak) dan nilai IC50 terendah (83,69 ppm), meskipun hasil tersebut tidak berbeda nyata dengan penyangraian selama 18 menit. Sebaliknya, perlakuan 10 dan 22 menit menunjukkan kandungan total fenol yang lebih rendah dan aktivitas antioksidan yang lebih lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa durasi penyangraian sedang, khususnya 14–18 menit, lebih baik dalam mempertahankan sifat bioaktif kulit biji kakao.

Waktu sangrai berpengaruh signifikan terhadap total fenol dan aktivitas antioksidan kulit biji kakao fermentasi.Durasi sangrai sedang (14–18 menit) lebih baik dalam mempertahankan sifat bioaktif kulit biji kakao dibandingkan dengan durasi yang lebih pendek atau lebih panjang.Sangrai selama 14 menit menghasilkan total fenol tertinggi dan nilai IC50 terendah, meskipun secara statistik tidak berbeda signifikan dengan sangrai selama 18 menit.Temuan ini menunjukkan bahwa sangrai yang terkontrol dapat meningkatkan potensi fungsional kulit biji kakao, tetapi masih diperlukan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas antioksidan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komprehensif yang menyelidiki pengaruh berbagai parameter sangrai, seperti suhu dan durasi, terhadap profil senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan kulit biji kakao. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada skala industri kecil untuk mengevaluasi efektivitas sangrai dalam meningkatkan kualitas kulit biji kakao sebagai bahan baku makanan fungsional. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kulit biji kakao sebagai sumber antioksidan alami dalam berbagai aplikasi makanan dan kesehatan.

  1. Effect of carob variety and roasting on the antioxidant capacity, and the phenolic and furanic contents... scijournals.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/jsfa.9437Effect of carob variety and roasting on the antioxidant capacity and the phenolic and furanic contents scijournals onlinelibrary wiley doi 10 1002 jsfa 9437
Read online
File size627.11 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test