POLTEKBANGMAKASSARPOLTEKBANGMAKASSAR

Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan TransportasiAirman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi

Bandar Udara Gamar Malamo Galela merupakan bandar udara perintis di Provinsi Maluku. Pelayanan penerbangan pada rute Ternate – Galela PP dilakukan oleh PT. Merpati Nusantara Airlines menggunakan pesawat Twin Otter atau DHC-6, dengan frekuensi 3 kali seminggu. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dan studi kasus terhadap peningkatan permintaan jasa transportasi. Pengolahan data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif berdasarkan data sekunder melalui peramalan permintaan jumlah pergerakan pesawat. Pengolahan data dilakukan dengan program SPSS seri 22 untuk memproyeksikan jumlah pergerakan penumpang. Hasil penelitian berdasarkan data time series pada variabel pertumbuhan penduduk menunjukkan hasil persamaan regresi linier nilai variabel Y = 2232,5 2841,1 X, dengan koefisien determinasi R² = 0,653; model logaritmik dengan nilai Y = 3205,823 Ln (7885,107X) dengan nilai determinasi R² = 0,813; model polynomial (kubik) dengan persamaan Y = -20691,2 29790,952 X – 8512,5 X² 793,58 X³, dengan nilai determinasi R² = 0,94; serta model eksponensial dengan persamaan Y = 187,871 e⁰,²¹³ˣ dengan nilai determinasi R² = 0,603. Jumlah permintaan penumpang jasa transportasi udara di Bandar Udara Gamar Malamo pada tahun 2040 diperkirakan mencapai 238.179 orang.

Jumlah permintaan penumpang jasa transportasi udara di Bandar Udara Gamar Malamo pada tahun 2040 diproyeksikan mencapai 238.Peningkatan jumlah penumpang hingga tahun 2040 sangat signifikan, sehingga perlu direncanakan pengembangan dan peningkatan pelayanan penumpang.Bandar udara Gamar Malamo perlu dikembangkan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang kelayakan pengembangan rute baru seperti Galela–Ternate atau Galela–Manado untuk mengetahui potensi peningkatan jumlah penumpang dan dampak ekonomi terhadap wilayah sekitar. Kedua, perlu dikaji kesiapan infrastruktur bandar udara, seperti perluasan apron, terminal, dan sistem navigasi, melalui studi teknis dan ekonomi untuk memastikan mampu menampung pesawat berkapasitas lebih besar seperti ATR 72 seri 500 secara berkelanjutan. Ketiga, diperlukan penelitian tentang preferensi dan perilaku perjalanan masyarakat setempat, termasuk faktor sosial, ekonomi, dan aksesibilitas, untuk menyusun strategi pelayanan penerbangan yang lebih responsif dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian tersebut dapat menjadi dasar perencanaan pengembangan bandar udara yang terintegrasi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan adanya rute yang lebih fleksibel dan kapasitas pesawat yang lebih besar, mobilitas masyarakat dapat meningkat secara signifikan. Studi kelayakan operasional juga perlu mempertimbangkan frekuensi penerbangan ideal yang dapat memenuhi permintaan tanpa menimbulkan overcapacity. Analisis biaya-manfaat dari peningkatan fasilitas bandar udara akan memberikan gambaran jelas bagi pengambil kebijakan. Selain itu, penting untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari ekspansi bandar udara terhadap kawasan sekitar. Kombinasi data primer dan sekunder dalam penelitian lanjutan akan menghasilkan rekomendasi yang lebih akurat. Dengan demikian, pengembangan Bandar Udara Gamar Malamo dapat berjalan secara efisien, aman, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Read online
File size388.18 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test