POLTEKBANGMAKASSARPOLTEKBANGMAKASSAR

Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan TransportasiAirman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi

Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado melayani 70‑80 pergerakan pesawat per hari, baik fixed wing maupun rotary wing, dengan dua provider layanan. Metode penelitian berupa analisis deskriptif dilakukan untuk menguji teori dan fakta di bandara terhadap prosedur dan ketentuan standar dunia penerbangan. Penelitian ini meneliti kebutuhan heliport guna meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan keamanan operasi helikopter di bandara tersebut, sehingga ditemukan bahwa heliport diperlukan, terletak di permukaan tanah, dan dilengkapi dengan marka serta fasilitas pendukung sesuai Lampiran 14 Volume 2 Aerodrome Heliport dan peraturan KSCA 139.

Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado tidak menyediakan fasilitas heliport yang memadai, sehingga operasi helikopter berisiko tinggi terjadi tabrakan dengan fix wing, rotary wing, dan kendaraan di apron.Penempatan surface level heliport di sisi timur runway atau depan tower akan mengurangi risiko collison dan meningkatkan keselamatan serta efisiensi lalu lintas udara.Dengan heliport yang sesuai standar, keamanan operasional helikopter di bandara dapat ditingkatkan secara signifikan.

Rencana penelitian berikutnya dapat memeriksa efektivitas implementasi surface level heliport melalui studi eksperimental pada fase pendirian dan operasionalnya, serta mengevaluasi dampak lingkungan dan kebisingan yang mungkin timbul. Selain itu, perlu dijajaki penggunaan teknologi sensor modern, seperti radar helikopter dan sistem pelacakan otomatis, untuk memantau dan mengoptimalkan aliran rotasi di area heliport yang telah direncanakan. Selanjutnya, dapat diadakan studi komparatif antara berbagai tipe heliport (termasuk helipad vertikal) untuk menentukan alternatif paling ekonomis dan aman bagi bandara dengan karakteristik padang tanah dan wilayah sekitarnya.

Read online
File size360.18 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test