POLTEKBANGMAKASSARPOLTEKBANGMAKASSAR

Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan TransportasiAirman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi

Kebutuhan masyarakat akan pelayanan jasa transportasi udara menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal tersebut didasarkan pada meningkatnya pertumbuhan pergerakan pesawat dan jumlah penumpang serta barang pada Bandar Udara Mopah Merauke. Penulis mengidentifikasi beberapa permasalahan yang terjadi seperti tidak adanya supervisor pada setiap shift, penggunaan Kantor Cabang Pratama Merauke sebagai lokasi on the job training (OJT) taruna/I PLLU, serta performance check ATC dilakukan oleh ATC yang dianggap berpengalaman. Penulis merumuskan masalah Peran ATC Supervisor, ATC Checker dan OJTI sesuai Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil di Bandar Udara Mopah Merauke. Hasil penelitian menunjukkan perlu mengangkat beberapa personil menjadi supervisor untuk melakukan pengawasan terhadap Pelayanan Lalu Lintas Udara, pemberian pendidikan ATS checker kepada petugas Pemandu Lalu Lintas Udara untuk pelaksanaan Performance Check Rating, dan pemberian pendidikan on the Job Training Instructor untuk personil ATC.

Pengawasan terhadap ATC di Bandara Mopah Merauke dilaksanakan oleh seorang Person in Charge (PIC).Pelaksanaan performance check rutin setiap 6 bulan hanya disahkan oleh ATC yang dianggap berpengalaman dan memiliki sertifikat checker, bukan ATC biasa.Pembinaan kegiatan on the Job Training tidak dilakukan oleh orang yang berkualifikasi sebagai on the job training instructor (OJTI).

Berikut adalah tiga arah penelitian lanjutan yang dapat memperluas pemahaman tentang efektivitas peran ATC Supervisor, ATC Checker, dan OJT Instructor di Bandara Mopah Merauke. Pertama, lakukan studi eksperimental dengan mengimplementasikan jadwal rotasi supervisor harian dan dibandingkan tingkat kesalahan prosedural serta waktu respons terhadap situasi abnormal antara shift dengan supervisor terlapor dan shift tanpa supervisor. Kedua, evaluasi pengaruh pelatihan formal ATS checker yang disesuaikan dengan standar internasional terhadap kualitas performance check, dengan menggunakan metrik objektif seperti skor bahaya dan kepuasan pelanggan udara. Ketiga, kembangkan model pelatihan OJT Instructor berbasis blended learning yang menyertakan simulasi digital dan analisis hasil penilaian kompetensi, lalu uji dampaknya terhadap peningkatan keterampilan praktis dan sikap profesional trainee OJT. Dengan menguji ketiga hipotesis tersebut secara terintegrasi, peneliti dapat mengidentifikasi praktik terbaik dan memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih spesifik bagi pengelola Bandara Mopah Merauke serta lembaga regulasi penerbangan sipil.

Read online
File size350.31 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test