POLTEKBANGMAKASSARPOLTEKBANGMAKASSAR

Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan TransportasiAirman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi

Keteraturan lalu lintas udara di Bandar Udara Haluoleo Kendari belum sepenuhnya terpenuhi karena sering terjadi pesawat yang menggunakan runway berlawanan harus menunda. Penelitian ini membandingkan konfigurasi taxiway dengan Runway Occupancy Time Landing (ROTL) sesuai standar ICAO Doc 9157. Hasilnya menunjukkan ROTL pesawat terlalu besar, sehingga menghambat pesawat yang akan lepas landas, sehingga diperlukan batasan ROTL dan rekonfigurasi taxiway.

Runway Occupancy Time Landing (ROTL) pesawat di Bandara Haluoleo Kendari memengaruhi pergerakan pesawat, dimana nilai ROTL yang terlalu tinggi mengakibatkan keterlambatan takeoff.Rekomendasi termasuk pembatasan ROTL maksimal enam menit serta rekonfigurasi taxiway dengan exit taxiway di kedua ujung runway.Dengan demikian, alur lalu lintas udara dapat dipertahankan lebih efisien.

Salah satu topik penelitian lanjutan adalah menilai bagaimana penerapan prosedur pembatasan ROTL secara real‑time mempengaruhi waktu tunggu pada pesawat yang akan lepas landas, sehingga dapat memberikan data empiris tentang peningkatan efisiensi lalu lintas udara. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi desain dan penerapan exit taxiway di kedua ujung runway secara komparatif dengan runway lain di wilayah Sulawesi Tenggara, guna mengidentifikasi struktur paling optimal yang mengurangi ROTL secara signifikan. Selain itu, studi longitudinal yang meneliti dampak rekonfigurasi taxiway terhadap waktu siklus operasi pesawat selama periode musiman tinggi dapat memberikan panduan kebijakan bagi operator bandara untuk menyesuaikan kapasitas selama puncak lalu lintas.

Read online
File size359.63 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test