UNUSIDAUNUSIDA
Journal of Computer Science and Visual Communication DesignJournal of Computer Science and Visual Communication DesignPatriarki, sistem di mana kekuasaan pria mendominasi, telah lama memengaruhi masyarakat, termasuk anggapan bahwa perempuan lebih lemah. Namun, semangat perlawanan kian menggema, termasuk melalui media seperti film. Artikel ini bertujuan menggali jejak-jejak perlawanan tertutup terhadap budaya patriarki dalam film Kartini. Riset ini menganalisis Kartini secara kualitatif, menelusuri setiap adegan untuk menemukan kode sosial tiga tingkat menurut John Fiske. Kode-kode ini, mulai dari tingkat permukaan hingga realitas yang mendasarinya, membantu mengungkap pesan tersembunyi dalam film. Resistensi (penolakan) tertutup terhadap patriarki tersirat dalam visual film dan berbagai komponen lain, mulai dari kostum yang dikenakan Kartini hingga sinematografi yang digunakan. Melalui analisis semiotika tiga tingkat John Fiske, terlihat bahwa film dapat menjadi senjata ampuh melawan budaya patriarki. Kartini menunjukkan bagaimana perempuan Jawa, meskipun hidup dalam belenggu adat, mampu melawan dan memperjuangkan hak-hak mereka.
Sesudah meneliti simbol-simbol pada elemen-elemen film, dapat disimpulkan bahwa film Kartini mengandung indikasi perlawanan perempuan Jawa terhadap dominasi budaya patriarki.Komponen film yang menggambarkan tanda-tanda penolakan terhadap budaya patriarki, termasuk lokasi, teknik sinematografi, penataan adegan, editing, dan elemen audio.Ada tiga jenis resistensi (perlawanan) tertutup yang ditemukan, yaitu tindakan keras, retorika kekuasaan yang terselubung untuk menciptakan ruang sosial mandiri, dan ekspresi kemarahan yang tidak terucapkan secara terang-terangan.Adegan 2 menampilkan penolakan tertutup terhadap budaya patriarki dalam bentuk agresi terhadap pembatasan gerak perempuan.Adegan 11 dan 12 menampilkan resistensi (penolakan) tertutup terhadap budaya patriarki melalui cara-cara yang bersifat tidak langsung seperti pembentukan ruang sosial yang independent, untuk menunjukkan kehormatan dan kekuatan.Adegan 28, 29, 30, 31, dan 32 menampilkan resistensi (penolakan) tertutup dalam bentuk catatan kekesalan yang tersirat terhadap budaya patriarki dan pembatasan kebebasan perempuan.Dari analisis yang telah dilakukan sebelumnya, riset ini menyimpulkan bahwa simbol-simbol dalam elemen-elemen film Kartini mencerminkan resistensi (penolakan) tertutup perempuan Jawa terhadap patriarki.Resistensi (perlawanan) tertutup tersebut tercermin melalui tanda-tanda yang muncul dalam elemen-elemen film.
Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Menganalisis lebih dalam tentang bagaimana penolakan tersembunyi perempuan Jawa terhadap norma-norma patriarki tercermin melalui komponen visual dan aspek lain dari film Kartini (2017). 2. Mengkaji aspek-aspek lain pada film Kartini dengan mengalihkan fokus gender studi lain, seperti peran dan representasi perempuan dalam konteks sosial dan budaya yang lebih luas. 3. Mengadopsi pendekatan metodologis yang tepat untuk menganalisis narasi visual dan audiovisual dalam kerangka feminis, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti representasi gender, stereotip, dan kekuatan simbolik dalam film. Dengan menggabungkan analisis visual, naratif, dan teoritis, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang representasi dan perlawanan perempuan dalam film Kartini, serta kontribusinya terhadap diskusi tentang budaya patriarki dan kesetaraan gender.
| File size | 835.2 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
DWCUDWCU Sayangnya, dokumen yang diberikan hanya berisi daftar isi dan informasi jurnal, tidak ada artikel lengkap yang menyertakan abstrak. Dengan demikian, tidakSayangnya, dokumen yang diberikan hanya berisi daftar isi dan informasi jurnal, tidak ada artikel lengkap yang menyertakan abstrak. Dengan demikian, tidak
UNUSIDAUNUSIDA Infeksi cacingan masih menjadi masalah kesehatan yang umum di Indonesia, terutama pada anak-anak, dengan prevalensi mencapai 45–65%. Minimnya media edukatifInfeksi cacingan masih menjadi masalah kesehatan yang umum di Indonesia, terutama pada anak-anak, dengan prevalensi mencapai 45–65%. Minimnya media edukatif
UNUSIDAUNUSIDA Penelitian ini menunjukkan bahwa fondasi moral Authority/Subversion dan Fairness/Cheating paling dominan memengaruhi impresi awal dan penilaian akhir pemainPenelitian ini menunjukkan bahwa fondasi moral Authority/Subversion dan Fairness/Cheating paling dominan memengaruhi impresi awal dan penilaian akhir pemain
UNUSIDAUNUSIDA Rompi keselamatan diperlukan karena dapat melindungi titik vital dari bahaya pemukulan atau serangan benda tajam. Fungsi lain dapat digunakan sebagai penunjukRompi keselamatan diperlukan karena dapat melindungi titik vital dari bahaya pemukulan atau serangan benda tajam. Fungsi lain dapat digunakan sebagai penunjuk
STAIHWDURISTAIHWDURI Untuk kondisi spiritual, remaja sedang dalam kondisi berpikir kritis terhadap aktivitas agama, sehingga selalu menginginkan efek dari pelaksanaan keagamaanUntuk kondisi spiritual, remaja sedang dalam kondisi berpikir kritis terhadap aktivitas agama, sehingga selalu menginginkan efek dari pelaksanaan keagamaan
UNUSIDAUNUSIDA Plagiasi merupakan hal yang sangat penting ditekan dan dihindari, khususnya di lingkungan akademisi. Seringkali plagiasi ini terjadi baik dengan disengajaPlagiasi merupakan hal yang sangat penting ditekan dan dihindari, khususnya di lingkungan akademisi. Seringkali plagiasi ini terjadi baik dengan disengaja
UNIGRESUNIGRES Perbedaan mendasar antara hukum pidana dan hukum Islam terletak pada definisi dan cakupan perzinaan, di mana hukum Islam menganggap semua hubungan seksualPerbedaan mendasar antara hukum pidana dan hukum Islam terletak pada definisi dan cakupan perzinaan, di mana hukum Islam menganggap semua hubungan seksual
UGMUGM Kedua kasus ini menawarkan profil tentang bagaimana masyarakat komunitarian merespons dan membentuk populisme lokal di Indonesia. Populisme di tingkatKedua kasus ini menawarkan profil tentang bagaimana masyarakat komunitarian merespons dan membentuk populisme lokal di Indonesia. Populisme di tingkat
Useful /
UNIGRESUNIGRES Perlindungan pekerja/buruh outsourcing diatur dalam Pasal 65 dan Pasal 66 Undang‑Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Namun setelah adanyaPerlindungan pekerja/buruh outsourcing diatur dalam Pasal 65 dan Pasal 66 Undang‑Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Namun setelah adanya
USNIUSNI Pandeglang. Alasan perancangan ini adalah karena Pihak sekolah masih menggunakan proses pencatatan pada buku besar dalam mengolah nilai sehingga kurangPandeglang. Alasan perancangan ini adalah karena Pihak sekolah masih menggunakan proses pencatatan pada buku besar dalam mengolah nilai sehingga kurang
USNIUSNI Semakin berkembang dan majunya dunia teknologi, dapat mendukung untuk terciptanya manajemen yang baik dalam suatu organisasi gereja. Teknologi InformasiSemakin berkembang dan majunya dunia teknologi, dapat mendukung untuk terciptanya manajemen yang baik dalam suatu organisasi gereja. Teknologi Informasi
UNIGRESUNIGRES Maka dari itu dibutuhkan peranan dalam pemerintah dari mengantisipasi perbuatan tidak bertanggungjawab Manajer Investasi dengan menyediakan aturan hukumMaka dari itu dibutuhkan peranan dalam pemerintah dari mengantisipasi perbuatan tidak bertanggungjawab Manajer Investasi dengan menyediakan aturan hukum