UntikaUntika
Jurnal Kebijakan dan Pelayanan PublikJurnal Kebijakan dan Pelayanan PublikPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Simpong Kecamatan Luwuk Selatan yang dilihat dari teori A. Parasuraman, Valarie A, Zeithaml dan Leonard L. Bery. yang memiliki 5 dimensi yaitu Tangible (Bukti Fisik), Reability (Keandalan), Responsiveness (Daya Tanggap), Assurance (Jaminan) dan Emphaty (Empati). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Metode Kuantitatif Subjek penelitian ini adalah Masyarakat Kelurahan Simpong Kecamatan Luwuk Selatan yang berjumlah 90 orang. Teknik penarikan sampel yang digunakan yaitu Acidental Sampling dan rumus yang digunakan slovin. Pengumpulan data yang digunakan diperoleh dari Sekunder dan Primer yang di dapat melalui Observasi, Wawancara, Kuesioner dan Dokumentasi. Sedangkan Pengukuran Kepuasan jasa yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty. Kemudian dari hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Simpong Kecamatan Luwuk Selatan mencapai 90,3% yang termasuk dalam kategori Sangat Berkualitas. Adapun rincian hasil dari masing-masing sub variabel adalah sebagai berikut: Tangible (Bukti Fisik) sebesar 87,5%, Reliability (Keandalan) sebesar 89,72%, Responsiveness (Daya Tanggap) sebesar 92,54%, Assurance (Jaminan) sebesar 93,1% dan Emphaty (Empati) sebesar 87,7%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelayanan publik di Kantor Kelurahan Simpong secara umum berjalan dengan baik dan masyarakat merasa puas, dengan begitu berarti secara keseluruhan dapat di katakan Sangat Berkualitas.
Berdasarkan Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Simpong Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai, maka kesimpulan yang diperoleh adalah Hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Kualitas hasil rekapitulasi dan analisis terhadap lima sub variabel kualitas pelayanan publik yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy diperoleh skor akumulatif 90,3%.Skor ini menempatkan tingkat kepuasan masyarakat dalam kategori Sangat Berkualitas, menunjukkan bahwa pelayanan publik di Kantor Kelurahan Simpong telah berjalan dengan sangat baik dan mampu memenuhi bahkan melampaui ekspektasi masyarakat.Dari kelima dimensi pelayanan (Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty), aspek tertinggi, menandakan bahwa Reliability dan Assurance memperoleh nilai tertinggi, Keandalan dan Jaminan petugas sudah memadai.Sementara Tangible menjadi aspek dengan skor terendah, sehingga perlu perhatian lebih lanjut agar bentuk fisik atau fasilitas yang masih kurang dapat di mumpunikan.Meskipun hasil menunjukkan kategori Sangat Berkualitas, tetap terdapat beberapa kendala atau tantangan yang dapat memengaruhi atau menurunkan tingkat kepuasan masyarakat jika tidak ditangani dengan baik, antara lain.Ruang tunggu yang terbatas, ketersediaan kursi, sistem antrean yang belum sepenuhnya digital, atau toilet yang kurang bersih bisa menjadi sumber ketidaknyamanan bagi sebagian warga.Jumlah pegawai yang tidak sebanding dengan beban pelayanan bisa menyebabkan keterlambatan pelayanan terutama saat jam sibuk atau lonjakan permohonan layanan tertentu.Meskipun skor Empati cukup tinggi, masih terdapat sebagian masyarakat yang merasa tidak cukup diberi penjelasan yang lengkap atau personal terkait prosedur pelayanan terutama saat jam sibuk atau lonjakan permohonan layanan tertentu.
Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan studi komparatif antara kualitas pelayanan publik di Kantor Kelurahan Simpong dengan kantor kelurahan lain di wilayah yang berbeda untuk melihat apakah ada perbedaan signifikan dalam kualitas pelayanan. Kedua, penelitian dapat fokus pada aspek-aspek tertentu yang menjadi perhatian masyarakat, seperti ketersediaan fasilitas fisik atau sistem antrean digital, untuk mencari solusi yang lebih efektif. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kualitas pelayanan, seperti budaya organisasi atau kepemimpinan, untuk memahami bagaimana faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan atau menghambat kualitas pelayanan publik.
| File size | 335.89 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISANUNISAN Pertama, dimensi pengetahuan dan keterampilan masih dihadapkan dengan masalah tidak adanya pembinaan dari Disdukcapil Kabupaten dan Pemerintah KecamatanPertama, dimensi pengetahuan dan keterampilan masih dihadapkan dengan masalah tidak adanya pembinaan dari Disdukcapil Kabupaten dan Pemerintah Kecamatan
UntikaUntika Dan unsur Pasal 266 ayat (1) KUHP Jo Pasal 56 ayat (1) KUHP telah terpenuhi dalam perbuatan Terdakwa, sehingga terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannyaDan unsur Pasal 266 ayat (1) KUHP Jo Pasal 56 ayat (1) KUHP telah terpenuhi dalam perbuatan Terdakwa, sehingga terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya
UntikaUntika Hasil analisis memperlihatkan bahwa pembaruan KUHAP memperkuat jaminan perlindungan terhadap hak tersangka, menegaskan penerapan prinsip due process ofHasil analisis memperlihatkan bahwa pembaruan KUHAP memperkuat jaminan perlindungan terhadap hak tersangka, menegaskan penerapan prinsip due process of
FEB UMIFEB UMI Metode analisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa e-Simbada berpengaruh negatif terhadap SAKIP, sedangkanMetode analisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa e-Simbada berpengaruh negatif terhadap SAKIP, sedangkan
USUUSU Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan. Hasil menunjukkan bahwaPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan. Hasil menunjukkan bahwa
UNDARISUNDARIS Variabel harga(X2) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,708 yang berada dalam kategori “kuat. Harga (X2) berpengaruh terhadap keputusan pembelianVariabel harga(X2) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,708 yang berada dalam kategori “kuat. Harga (X2) berpengaruh terhadap keputusan pembelian
IDID Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan kegiatan sosialisasi pada aspek pengetahuan masyarakat terkait masalah produksi danPelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan kegiatan sosialisasi pada aspek pengetahuan masyarakat terkait masalah produksi dan
UNMUNM Model Cooperative Script adalah metode pembelajaran di mana siswa bekerja berpasangan dan secara bergiliran mempresentasikan secara lisan bagian-bagianModel Cooperative Script adalah metode pembelajaran di mana siswa bekerja berpasangan dan secara bergiliran mempresentasikan secara lisan bagian-bagian
Useful /
IDEBAHASAIDEBAHASA Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan subjek 54 siswa dari tiga sekolah menengah pertama. Instrumen pengumpulan data berupa tes uraian menulisMetode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan subjek 54 siswa dari tiga sekolah menengah pertama. Instrumen pengumpulan data berupa tes uraian menulis
IDEBAHASAIDEBAHASA Kedua, hasil studi juga menunjukkan bahwa film live-action Mulan dengan genre aksi kolosal Tiongkok adalah produk budaya populer yang diciptakan untukKedua, hasil studi juga menunjukkan bahwa film live-action Mulan dengan genre aksi kolosal Tiongkok adalah produk budaya populer yang diciptakan untuk
GOACADEMICAGOACADEMICA Penelitian ini bertujuan mengevaluasi strategi PT. Citilink Indonesia, maskapai penerbangan low-cost carrier, dalam menghadapi krisis global. MenggunakanPenelitian ini bertujuan mengevaluasi strategi PT. Citilink Indonesia, maskapai penerbangan low-cost carrier, dalam menghadapi krisis global. Menggunakan
UNMUNM This study discusses the Effect of Product Quality on Customer Loyalty. In this study, researchers tried to determine whether Product Quality has an influenceThis study discusses the Effect of Product Quality on Customer Loyalty. In this study, researchers tried to determine whether Product Quality has an influence