USUUSU

Langgas: Jurnal Studi PembangunanLanggas: Jurnal Studi Pembangunan

Artikel ini membahas bagaimana ketahanan sosial masyarakat pesisir Tambak Lorok dalam menghadapi bencana banjir rob. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan. Hasil menunjukkan bahwa solidaritas sosial, praktik gotong royong, dan adaptasi keseharian menjadi mekanisme utama masyarakat dalam merespons banjir rob yang berulang. Ketahanan sosial diwujudkan melalui kekuatan jaringan sosial informal, peran aktif organisasi lokal seperti KUB, KSB, dan KATANA, serta pemanfaatan ruang sosial seperti Rumah Baca Apung. Tradisi budaya seperti sedekah laut dan ruahan juga turut memperkuat daya lenting komunitas. Namun, bentuk ketahanan ini lebih merefleksikan strategi bertahan dalam keterbatasan daripada hasil dari sistem perlindungan jangka panjang. Oleh karena itu, ketahanan sosial dalam konteks ini perlu dipahami secara kritis, bukan hanya sebagai kemampuan bertahan, tetapi juga sebagai refleksi atas ketimpangan sistemik dan ketiadaan jaminan struktural jangka panjang.

Ketahanan sosial masyarakat pesisir Tambak Lorok terbentuk melalui solidaritas komunitas, gotong royong, keterlibatan organisasi lokal, dan adaptasi keseharian berdasarkan pengalaman kolektif menghadapi banjir rob.Mekanisme informal seperti kerja bakti, komunikasi antarwarga, pelestarian mangrove, dan pemanfaatan ruang sosial menjadi bagian penting dari sistem ketahanan mereka.Namun, ketahanan ini lebih mencerminkan strategi bertahan dalam keterbatasan struktural daripada hasil dari perlindungan jangka panjang, sehingga perlu dipahami secara kritis sebagai cerminan ketimpangan dan minimnya jaminan struktural dari negara.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas sistem peringatan dini berbasis pengetahuan lokal dibandingkan dengan sistem resmi pemerintah dalam mengurangi kerentanan masyarakat Tambak Lorok terhadap banjir rob. Kedua, penting untuk mengkaji dampak jangka panjang pelestarian mangrove swadaya terhadap ketahanan ekologis dan sosial komunitas, termasuk dalam aspek ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang bagaimana struktur organisasi lokal seperti KUB, KSB, dan KATANA dapat diperkuat secara institusional agar mampu menjadi jembatan yang lebih efektif antara masyarakat dan kebijakan mitigasi bencana pemerintah. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan untuk pendekatan kolaboratif yang menggabungkan kearifan lokal dengan sistem formal, sehingga ketahanan yang dibangun tidak hanya bersifat sementara tetapi juga berkelanjutan. Dengan memahami batas-batas adaptasi lokal, kebijakan publik dapat dirancang untuk mengisi celah perlindungan struktural yang selama ini diabaikan. Selain itu, hasil penelitian dapat membantu merancang program pemberdayaan yang tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas sosial dan kemandirian komunitas. Studi lanjutan juga bisa mengeksplorasi bagaimana tradisi budaya seperti sedekah laut dan ruahan dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi kebencanaan yang relevan secara lokal. Melalui pendekatan tematik yang menyatukan aspek sosial, budaya, dan ekologis, penelitian baru dapat memberikan gambaran holistik tentang ketahanan komunitas pesisir. Ini penting agar solusi yang ditawarkan tidak hanya bersifat teknis tetapi juga mengakar pada realitas kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan demikian, penelitian lanjutan harus berorientasi pada penguatan sistem ketahanan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir yang rentan.

  1. Land Subsidence in the North Coastal Semarang City for Socioeconomic Activities | TEMALI : Jurnal Pembangunan... journal.uinsgd.ac.id/index.php/temali/article/view/21935Land Subsidence in the North Coastal Semarang City for Socioeconomic Activities TEMALI Jurnal Pembangunan journal uinsgd ac index php temali article view 21935
  2. Adaptasi Nelayan Pesisir Kabupaten Pacitan Akibat Perubahan Iklim | Choirunnisa | Jurnal Wilayah dan... doi.org/10.14710/jwl.10.2.166-181Adaptasi Nelayan Pesisir Kabupaten Pacitan Akibat Perubahan Iklim Choirunnisa Jurnal Wilayah dan doi 10 14710 jwl 10 2 166 181
  3. Studi Ketahanan Sosial Masyarakat Tambak Lorok dalam Menghadapi Bencana Rob | Langgas: Jurnal Studi Pembangunan.... talenta.usu.ac.id/jlpsp/article/view/20803Studi Ketahanan Sosial Masyarakat Tambak Lorok dalam Menghadapi Bencana Rob Langgas Jurnal Studi Pembangunan talenta usu ac jlpsp article view 20803
Read online
File size342.21 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test