POLTEKBANGPLGPOLTEKBANGPLG

Journal of Airport Engineering Technology (JAET)Journal of Airport Engineering Technology (JAET)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko overrun dan undershoot di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) dan Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah (RHF). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan membandingkan data yang dikumpulkan dengan Target Level of Safety (TLS) yang direkomendasikan oleh otoritas penerbangan internasional, yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO) dan British Civil Aviation Authority (CAA UK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai probabilitas overrun dan undershoot di SSK II adalah 0,66 x 10-7, sedangkan di RHF adalah 2,98 x 10-7. Hal ini mengindikasikan bahwa RHF memiliki frekuensi risiko overrun dan undershooting yang lebih tinggi dibandingkan SSK II. Faktor utama yang memengaruhi risiko tinggi di RHF adalah ketiadaan Runway End Safety Area (RESA) yang memadai. Simulasi kepatuhan terhadap RESA per regulasi ICAO menunjukkan penurunan frekuensi kejadian overrun dan undershoot hingga rata-rata 2,06 x 10-7.

Berdasarkan analisis, Bandar Udara SSK II memiliki nilai risiko overrun dan undershoot sebesar 0,66 x 10-7 dan 2,98 x 10-7 di Bandar Udara RHF.Faktor utama yang mempengaruhi risiko tinggi di RHF adalah tidak tersedianya RESA yang memadai.Penerapan standar RESA dapat mengurangi potensi risiko overrun dan undershoot.Peningkatan keselamatan di bandara perlu terus dilakukan melalui analisis risiko dan penerapan mitigasi yang tepat.

Berdasarkan analisis data dari penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk menganalisis efektivitas berbagai konfigurasi RESA terhadap pengurangan risiko overrun dan undershoot di berbagai jenis bandara, termasuk bandara dengan kondisi geografis dan iklim yang berbeda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediksi risiko overrun dan undershoot yang lebih akurat, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kondisi cuaca mikro, karakteristik pilot, dan desain sistem navigasi. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi penerapan teknologi baru, seperti sistem peringatan dini (early warning system) berbasis sensor, untuk mendeteksi potensi kejadian overrun dan undershoot secara real-time, sehingga dapat diambil tindakan pencegahan yang cepat dan efektif. Kombinasi dari studi konfigurasi RESA, pengembangan model prediksi risiko, dan penerapan teknologi canggih diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan signifikan keselamatan penerbangan dan mengurangi kejadian kecelakaan terkait overrun dan undershoot di bandara.

  1. Identifying Process Deterioration in Weighted Exponentially Distributed Time Between Events | International... doi.org/10.28924/2291-8639-21-2023-3Identifying Process Deterioration in Weighted Exponentially Distributed Time Between Events International doi 10 28924 2291 8639 21 2023 3
  2. The Study of Aircraft Accidents Causes by Computer Simulations. study aircraft accidents causes computer... doi.org/10.3390/aerospace7040041The Study of Aircraft Accidents Causes by Computer Simulations study aircraft accidents causes computer doi 10 3390 aerospace7040041
  3. RUNWAY END SAFETY AREA: OVERRUN AND UNDERSHOT SAFETY RISK ANALYSIS | Journal of Airport Engineering Technology... e-journal.poltekbangplg.ac.id/index.php/jaet/article/view/148RUNWAY END SAFETY AREA OVERRUN AND UNDERSHOT SAFETY RISK ANALYSIS Journal of Airport Engineering Technology e journal poltekbangplg ac index php jaet article view 148
Read online
File size341.7 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test