ICJAMBIICJAMBI

Jurnal Bina Ilmu CendekiaJurnal Bina Ilmu Cendekia

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dirancang untuk mengkaji penerapan pembelajaran model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemahaman HAM dalam mata pelajaran PKn siswa kelas VII SMP Negeri 3 Negara Kabupaten Jembrana. Melalui model Problem Based Learning ini terlihat hubungan siswa dengan guru sangat signifikan karena guru tidak dianggap sosok yang menakutkan tetapi sebagai fasilitator dan mitra untuk berbagi pengalaman sesuai dengan konsep kreatif learning yaitu melalui discovery dan invention serta creativity and diversity sangat menunjol dalam model pembelajaran ini. Dengan model problem based learning guru hanya mengarahkan strategi yang efektif dan efisien yaitu belajar bagaimana cara belajar (learning how to learn). Dalam metode learning how to learn guru hanya sebagai guide (pemberi arah/petunjuk) untuk membantu siswa jika menemukan kesulitan dalam mempelajari dan menyelesaikan masalah. Berdasarkan temuan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah HAM dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas VII H semester genap tahun ajaran 2017/2018 di SMPN 3 Negara.

Berdasarkan hasil pemaparan di atas, ada beberapa temuan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu.Skor rata-rata aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus pertama sampai siklus kedua.Pada siklus pertama keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapat meningkat dari 70.33 % menjadi 85,55 % mengalami kenaikan sebesar 15,22 %.Skor rerata aktivitas siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran mengalami penurunan dari siklus pertama sampai siklus kedua.Pada siklus pertama rerata skor aktivitas siswa yang tidak relevan sebesar 21,26 %, sedangkan pada siklus kedua sebesar 9,25 % mengalami penurunan sebesar 12,01 %.Skor rata-rata pemahaman siswa tentang HAM, pada siklus pertama sebesar 7,01 % dan pada siklus kedua pada siklus kedua 7,80 %, tergolong baik demikian juga tentang penuntasan belajar pada siklus pertama 74,82 % dan pada siklus kedua menjadi 89,96 %.Berdasarkan temuan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah HAM dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas VII H semester genap tahun ajaran 2017/2018 di SMPN 3 Negara.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat menggunakan model Problem Based Learning sebagai salah satu alternatif dalam proses penyampaian pembelajaran di sekolah. Melalui pembelajaran model Problem Based Learning, guru dapat dengan mudah merespon potensi atau modalitas siswa dalam setiap kelompok belajar, apakah tergolong kepada kelompok Visual, kelompok Auditorial, atau kelompok Kinestetik. Dengan demikian, guru yang profesional dapat lebih efektif dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar dan merespon perbedaan potensi peserta didik. Selain itu, penting untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran PKn dengan menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa, memberikan pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual, serta mengembangkan mental yang kuat dan kaya pada siswa. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar PKn, serta mengeksplorasi strategi-strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan kreativitas siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Read online
File size323.92 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test