UMRAHUMRAH
Jurnal Intek AkuakulturJurnal Intek AkuakulturPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil darah ikan nila (O. niloticus) pada pemberian pakan dengan fortifikasi tepung rumput laut E. cottonii. Penelitian dilaksanakan selama 50 hari di Laboratorium Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Metode yang digunakan adalah eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu P1 (kontrol), P2 (tepung E. cottonii 4%), P3 (tepung E. cottonii 8%), P4 (tepung E. cottonii 12%). Parameter yang diukur meliputi hematokrit, hemoglobin, eritrosit, leukosit, bobot mutlak, panjang mutlak, kelangsungan hidup, dan kualitas air (suhu, DO, pH). Data dianalisis secara statistik pada taraf nyata 5% dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan analisis ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncans Multiple Range. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung E. cottonii yang berbeda pada pakan ikan nila mempengaruhi kadar hemoglobin, eritrosit, leukosit, dan pertumbuhan, namun tidak mempengaruhi kadar hematokrit dan tingkat kelangsungan hidup. Suplementasi tepung E. cottonii hingga konsentrasi 12% pada pakan dapat meningkatkan kadar hemoglobin, eritrosit, dan leukosit sehingga mendukung performa pertumbuhan ikan nila yang lebih baik.
cottonii yang berbeda pada pakan ikan nila mempengaruhi kadar hemoglobin, eritrosit, leukosit, dan pertumbuhan, namun tidak mempengaruhi kadar hematokrit dan tingkat kelangsungan hidup.cottonii hingga konsentrasi 12% dapat meningkatkan kadar hemoglobin, eritrosit, dan leukosit.Peningkatan parameter darah tersebut mendukung performa pertumbuhan ikan nila yang lebih baik.
Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh pemberian tepung rumput laut E. cottonii dalam jangka waktu yang lebih panjang untuk melihat dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan sistem imun ikan nila. Kedua, penting untuk mengevaluasi efek kombinasi tepung E. cottonii dengan sumber imunostimulan lain seperti probiotik atau prebiotik guna mengetahui sinergi yang mungkin terjadi dalam meningkatkan respons imun dan pertumbuhan ikan. Ketiga, sebaiknya diteliti konsentrasi optimal di atas 12% atau bahkan lebih tinggi untuk menentukan ambang batas maksimum yang masih dapat ditoleransi ikan tanpa menimbulkan stres atau gangguan pencernaan, terutama terkait kandungan serat kasar. Penelitian lanjutan dapat mengarah pada formulasi pakan komersial berbasis rumput laut yang efisien dan berkelanjutan. Selain itu, perlu dikaji pula perubahan histopatologi organ dalam seperti hati dan usus akibat konsumsi pakan fortifikasi jangka panjang. Studi tentang efisiensi pakan dan retensi nutrisi juga penting untuk menilai aspek ekonomis penerapan pakan tersebut. Penelitian bisa dilanjutkan dengan uji tantang infeksi patogen untuk mengukur peningkatan ketahanan terhadap penyakit. Uji pada kondisi budidaya intensif atau sistem bioflok juga layak dipertimbangkan. Hasil dari studi-studi tersebut akan memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk pengembangan pakan alternatif berbasis rumput laut. Hal ini mendukung upaya diversifikasi bahan baku pakan ikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
| File size | 926.42 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
BSIBSI Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan teknis dan percaya diri dalam menggunakan teknologi baru. Implikasi dari kegiatan ini adalahSelain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan teknis dan percaya diri dalam menggunakan teknologi baru. Implikasi dari kegiatan ini adalah
UMRAHUMRAH Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bobot bibit awal terbaik dalam budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii metode Rakit Apung. Penelitian iniPenelitian ini bertujuan untuk menentukan bobot bibit awal terbaik dalam budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii metode Rakit Apung. Penelitian ini
UNRAMUNRAM Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2025 dengan melibatkan 21 peternak sebagai peserta aktif. Metode kegiatan meliputi survei awal, sosialisasiKegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2025 dengan melibatkan 21 peternak sebagai peserta aktif. Metode kegiatan meliputi survei awal, sosialisasi
UNRAMUNRAM Di sisi lain, pelatihan digital marketing terbukti meningkatkan keterampilan peserta dalam strategi branding, pembuatan konten, serta pemanfaatan platformDi sisi lain, pelatihan digital marketing terbukti meningkatkan keterampilan peserta dalam strategi branding, pembuatan konten, serta pemanfaatan platform
LPPM UNASMANLPPM UNASMAN Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kelompok masyarakat menjadi terampil dalam membudidayakan maggot dan menggunakannya sebagai pakanHasil yang diperoleh dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kelompok masyarakat menjadi terampil dalam membudidayakan maggot dan menggunakannya sebagai pakan
UNSULBARUNSULBAR Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup tertinggi ditemukan pada perlakuan B sebesar 70 %, diikuti oleh perlakuan D sebesar 33,33Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup tertinggi ditemukan pada perlakuan B sebesar 70 %, diikuti oleh perlakuan D sebesar 33,33
UPPRUPPR Maggot merupakan salah satu pakan alternatif yang dihasilkan dari budidaya lalat hitam (black soldier fly) yang memiliki nama latin Hermetia illicens.Maggot merupakan salah satu pakan alternatif yang dihasilkan dari budidaya lalat hitam (black soldier fly) yang memiliki nama latin Hermetia illicens.
UMRAHUMRAH Selain itu, isolat tersebut tahan terhadap kondisi asam dan basa, sehingga berpotensi besar untuk bertahan hidup dalam saluran pencernaan ikan dan mendukungSelain itu, isolat tersebut tahan terhadap kondisi asam dan basa, sehingga berpotensi besar untuk bertahan hidup dalam saluran pencernaan ikan dan mendukung
Useful /
UMRAHUMRAH Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 16 ekor ikan nila (Oreochromis niloticus) diambil secara acak pada kolam pembesaran ikan nilaJumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 16 ekor ikan nila (Oreochromis niloticus) diambil secara acak pada kolam pembesaran ikan nila
UMRAHUMRAH pada perlakuan K (24,67 ± 1,53%) e). pada perlakuan A (26,67 ± 23,09%) Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perlakuan A (2 g/kg pakan) merupakanpada perlakuan K (24,67 ± 1,53%) e). pada perlakuan A (26,67 ± 23,09%) Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perlakuan A (2 g/kg pakan) merupakan
UNSULBARUNSULBAR Rumput laut Kappaphycus alvarezii banyak dibudidaya karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena menghasilkan karagenan jenis kappa. Penelitian iniRumput laut Kappaphycus alvarezii banyak dibudidaya karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena menghasilkan karagenan jenis kappa. Penelitian ini
UNSULBARUNSULBAR Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa atraktanitas, palatabilitas, kandungan protein kasar, dan karbohidrat usus ayam lebih tinggi dibandingBerdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa atraktanitas, palatabilitas, kandungan protein kasar, dan karbohidrat usus ayam lebih tinggi dibanding