UMRAHUMRAH

Jurnal Intek AkuakulturJurnal Intek Akuakultur

Pola hubungan panjang dan berat ikan merupakan salah satu indikator dari pertumbuhan ikan, mengetahui kondisi hubungan dari panjang dan berat ikan nila yang dibudidaya secara berkala akan membantu dalam mengevaluasi kegiatan budidaya. Salah satu kelompok Tani yang aktif dalam budidaya ikan nila di daerah Gerung adalah kelompok pembudidaya Geres yang memiliki potensi besar dalam budidaya ikan nila yang berlokasi di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Tujuan penelitian ini mengetahui pola pertumbuhan ikan nila di wilayah tersebut dapat membantu pembudidaya dalam menyesuaikan manajemen pakan, padat tebar dan sistem pemeliharaan untuk meningkatkan produksi. Metode yang digunakan adalah metode sampling pada kolam budidaya dan dianalisis regresi. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 16 ekor ikan nila (Oreochromis niloticus) diambil secara acak pada kolam pembesaran ikan nila di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Berat rata-rata yang diperoleh pada penelitian ini berkisar antara 169-400 gr dengan rata-rata 285 gr dan panjang 25-39 cm, sedangkan hasil regresi statistik hubungan panjang berat ikan nila diperoleh persamaan regresi Log Y = 25,419X 0,7394 dengan nilai korelasi (R2) 43% dan nilai b = 0,73, sehingga b < 3 yang berarti allometrik negatif, di mana kondisi ikan mengalami pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertambahan berat.

Pola hubungan panjang berat ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dibudidayakan di Gerung bersifat allometrik negatif (b<3) dengan nilai b=0,73 serta nilai korelasi (R2) sebesar 43%.Hal ini menunjukkan bahwa ikan mengalami pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan penambahan berat.Temuan ini memberikan dasar bagi evaluasi dan penyesuaian strategi budidaya untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang pengaruh variasi pakan terhadap pola pertumbuhan allometrik negatif pada ikan nila di wilayah Gerung, untuk mengetahui apakah jenis dan kandungan nutrisi pakan dapat mengubah laju pertambahan berat meskipun panjang ikan tumbuh lebih cepat. Kedua, penting untuk mengkaji faktor lingkungan seperti kualitas air (suhu, pH, oksigen terlarut) secara mendalam guna mengetahui variabel lingkungan mana yang paling berkontribusi terhadap ketidakseimbangan antara pertumbuhan panjang dan berat. Ketiga, disarankan penelitian yang membandingkan aspek genetik atau strain berbeda dari ikan nila yang dibudidayakan di lokasi sama, untuk melihat apakah perbedaan genetik menjadi penyebab dominan dari pola pertumbuhan allometrik negatif tersebut. Studi-studi ini dapat membantu merancang strategi budidaya berbasis data spesifik lokal yang lebih tepat sasaran, meningkatkan efisiensi pakan, dan memperbaiki kualitas benih secara genetik. Selain itu, penelitian yang mengkombinasikan analisis jaringan tubuh (seperti komposisi otot dan lemak) dengan parameter pertumbuhan juga dapat memberikan pemahaman lebih dalam mengenai mekanisme fisiologis di balik pertumbuhan panjang yang lebih cepat. Pendekatan multidisiplin seperti ini akan memperkuat dasar ilmiah pengelolaan budidaya ikan nila di wilayah Gerung. Hasil dari studi-studi tersebut dapat dijadikan acuan dalam pengembangan sistem budidaya berbasis kearifan lokal dan optimalisasi produksi perikanan tawar.

  1. Hubungan Panjang-Berat, dan Faktor Kondisi Ikan Belanak (Mugilidae) di Perairan Pulau Panjang, Kota Batam... doi.org/10.56064/jps.v22i3.579Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Ikan Belanak Mugilidae di Perairan Pulau Panjang Kota Batam doi 10 56064 jps v22i3 579
Read online
File size404.82 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test